Press ESC to close

Sapi Peranakan Ongole (PO): Kombinasi Keunggulan dari Persilangan Sapi Lokal

Sapi Peranakan Ongole (PO) adalah hasil persilangan antara sapi Ongole yang berasal dari India dengan sapi lokal terutama sapi Jawa. Kombinasi karakteristik unik dari kedua jenis sapi ini menciptakan sapi PO yang menarik minat banyak peternak dan penggemar kuliner di Indonesia. Mari kita eksplorasi lebih lanjut tentang sapi PO, dari asal usul hingga keunggulan dan kekurangannya.

Asal Usul Sapi PO:
Sapi PO berasal dari proses persilangan antara sapi Bali, yang merupakan jenis sapi asli Indonesia, dengan sapi Ongole dari India. Hasil persilangan ini bertujuan untuk menggabungkan keunggulan dari kedua jenis sapi tersebut. Seiring waktu, sapi PO menjadi populer di Indonesia karena sifat-sifat yang diwariskan dari sapi jawa dan sapi Ongole.

Taksonomi Sapi PO :

  • Kingdom: Animalia
  • Phylum: Chordata
  • Subphylum: Vertebrata
  • Class: Mamalia
  • Ordo: Artiodactyla
  • Subordo: Ruminantia
  • Famili: Bovidae
  • Subfamili: Bovinae
  • Genus: Bos
  • Spesies: Bos javanicus
  • Subspesies: Bos javanicus domesticus

Keunggulan Sapi PO:

  1. Tahan terhadap panas: Sapi PO memiliki daya adaptasi yang baik terhadap iklim tropis yang tinggi[3][4]. Hal ini membuatnya cocok untuk dipelihara di daerah dengan suhu yang tinggi.
  2. Tahan terhadap ekto dan endoparasit: Sapi PO juga memiliki ketahanan terhadap serangan parasit eksternal dan internal. Ini memungkinkan sapi PO untuk tetap sehat dan produktif dalam kondisi lingkungan yang berpotensi mengganggu.
  3. Pertumbuhan relatif cepat: Sapi PO memiliki pertumbuhan yang relatif cepat. Hal ini membuatnya menjadi pilihan yang baik untuk peternak yang ingin menghasilkan daging dengan cepat.
  4. Tahan terhadap penyakit: Sapi PO juga memiliki ketahanan terhadap beberapa penyakit seperti penyakit kulit dan penyakit pernapasan. Hal ini membuat sapi PO lebih mudah dipelihara dan lebih produktif.

Kekurangan Sapi PO:

  1. Sulit ditemukan: Saat ini, sapi PO murni mulai sulit ditemukan karena banyak disilangkan dengan sapi Brahman. Oleh karena itu, sapi PO sering diartikan sebagai sapi lokal berwarna putih (keabu-abuan), berkelasa, dan gelambir.
  2. Bobot hidup bervariasi: Bobot hidup sapi PO bervariasi, mulai dari 220 kg hingga sekitar 600 kg. Hal ini dapat menjadi tantangan bagi peternak yang ingin menghasilkan sapi dengan bobot yang konsisten.
  3. Kurang produktif dalam menghasilkan susu: Sapi PO kurang produktif dalam menghasilkan susu dibandingkan dengan sapi perah. Hal ini membuat sapi PO kurang cocok untuk peternak yang ingin menghasilkan susu.

Karakteristik Sapi PO:
Sapi PO memiliki beberapa karakteristik khas yang membedakannya dari jenis sapi lainnya:

  1. Warna Bulu: Sapi PO umumnya memiliki bulu berwarna putih keabu-abuan yang khas.
  2. Berat Badan: Bobot jantan dewasa sapi PO berkisar antara 300 hingga 400 kg, menjadikannya ukuran tubuh yang moderat dalam dunia peternakan.
  3. Adaptasi Lingkungan: Sapi PO memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap lingkungan tropis, sehingga mereka dapat bertahan di daerah-daerah dengan suhu tinggi dan tingkat kelembaban yang tinggi.
  4. Ketahanan Terhadap Penyakit: Sapi PO memiliki daya tahan yang tinggi terhadap berbagai penyakit dan kondisi lingkungan yang ekstrem, memberikan keuntungan bagi peternak dalam menjaga kesehatan ternak.
  5. Kualitas Daging: Daging sapi PO terkenal dengan kualitas yang baik, yang ditandai dengan cita rasa lezat dan tekstur yang empuk. Kualitas daging ini menjadikan sapi PO sebagai pilihan yang populer di dunia kuliner.
  6. Kemampuan Reproduksi: Sapi PO memiliki kemampuan reproduksi yang baik, yang berkontribusi pada tingkat kelahiran yang tinggi. Kemampuan ini mendukung usaha pemuliaan dan pertumbuhan populasi sapi PO.

Lokasi Pemeliharaan:
Sapi PO umumnya dipelihara di daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, serta beberapa daerah lain di Indonesia yang memiliki iklim tropis yang serupa. Keberadaan sapi PO di berbagai wilayah di Indonesia memberikan kesempatan bagi peternak lokal untuk memanfaatkan keunggulannya dalam meningkatkan produksi daging dan mendukung kebutuhan pangan masyarakat.

Secara keseluruhan, sapi Peranakan Ongole (PO) telah membuktikan dirinya sebagai pilihan yang menarik dalam dunia peternakan dan kuliner di Indonesia. Kombinasi keunggulan dari persilangan sapi Bali dan sapi Ongole memberikan manfaat besar bagi peternak dalam menjaga keberlanjutan usaha ternak serta memberikan kenikmatan bagi pencinta kuliner dalam menyantap daging sapi PO yang lezat dan berkualitas tinggi.

Sumber :
https://seputargk.id/inilah-keunggulan-sapi-peranakan-ongole/
https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/zootek/article/download/7574/7130
https://disnakkeswan.ntbprov.go.id/sapi-po-pedaging-dan-pekerja/
https://jitpi.unram.ac.id/index.php/jitpi/article/view/42
https://www.e-jurnal.com/2014/02/karakteristik-sapi-bali.html?m=1
https://www.detik.com/bali/budaya/d-6457075/mengenal-sapi-bali-karakteristik-hingga-keunggulannya

×

Klik Ternak

Media peternakan yang menghadirkan konten menarik, informatif dan edukatif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *