Press ESC to close

Sapi Impor Terinfeksi LSD: Indonesia Stop Sementara Impor dari Australia

Jakarta – Klik Ternak. Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian telah mengumumkan penangguhan sementara impor sapi bakalan dari empat peternakan di Australia setelah ditemukan 13 ekor sapi bakalan yang terinfeksi lumpy skin disease (LSD). Pemeriksaan dilakukan pada periode 25 Mei hingga 26 Juli 2023 di atas kapal sebelum berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Kepala Badan Karantina Pertanian Kementan, Bambang, mengatakan bahwa meskipun sapi-sapi tersebut memiliki sertifikat kesehatan, hasil pemeriksaan menunjukkan hasil positif untuk LSD. Sebagai respons, sapi-sapi yang terdeteksi terinfeksi LSD dimusnahkan atau dipotong bersyarat.

Pemerintah Australia telah diminta untuk menindaklanjuti temuan kasus LSD yang dilaporkan dengan sejumlah prosedur pemeriksaan setelah Badan Karantina Pertanian Kementan mengirimkan surat pada 12 Juli 2023. Selama proses ini, impor sapi hidup dari empat peternakan di Australia yang terkait dengan temuan kasus LSD ditangguhkan sementara. Total ada 60 peternakan di Australia yang dapat mengimpor sapi bakalan ke Indonesia, dan dengan penangguhan ini, hanya 56 peternakan yang dapat diperiksa dan diterima masuk.

Meskipun ada penangguhan, Bambang menekankan bahwa ketersediaan daging di Indonesia tidak akan signifikan terpengaruh. Data Badan Karantina Pertanian menunjukkan jumlah impor sapi bakalan asal Australia sepanjang Januari-Juli 2023 mencapai 153.384 ekor, sedangkan sepanjang 2022 mencapai 303.867 ekor.

Bambang juga menduga sapi-sapi itu sudah terjangkit LSD sejak pengiriman dari Australia karena masa inkubasi virus yang sekitar 28 hari, meskipun masa pengiriman memakan waktu sekitar tujuh hari. Dia juga mengatakan ada kemungkinan sapi-sapi itu terjangkit saat kapal berada di perairan Indonesia karena adanya vektor atau pembawa virus berupa lalat, nyamuk, atau caplak.

Apabila empat peternakan yang ditangguhkan terbukti terinfeksi LSD oleh Pemerintah Australia, impor dari titik-titik tersebut akan ditutup. Bambang juga meminta pemeriksaan terhadap peternakan-peternakan yang berada dalam radius hingga 60 kilometer dari empat lokasi tersebut.

Menanggapi penangguhan impor, Menteri Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia Murray Watt menegaskan bahwa negaranya bebas dari LSD. Meskipun ada penangguhan, ekspor sapi bakalan dari Australia ke Indonesia tetap dapat berjalan melalui 28 perusahaan pemasok terdaftar.

Australia’s Chief Veterinary Officer, Mark Schipp, juga menyatakan bahwa kasus LSD belum pernah terdeteksi di Australia dan ekspor sapi masih berjalan ke semua negara mitra, termasuk Indonesia. Australia memiliki sistem biosekuritas yang kuat untuk memantau status penyakit hewan secara kontinu dan memastikan bahwa sapi yang diekspor sesuai dengan aturan dan persyaratan yang ada. (KT)

×

Rizki Adi Saputra

Alumni mahasiswa Peternakan, manusia biasa yang memiliki keterampilan copywriting, menulis, desain grafis, videografer dan juga koding. Selain itu juga bergelut di konten kreator dan sosial media spesialis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *