Press ESC to close

Mentan Menuju Roma Hadiri Konferensi Global Transformasi Peternakan Berkelanjutan

Roma – Klik Ternak. Mentan Syahrul Yasin Limpo berangkat menuju Roma, Italia, untuk menghadiri Konferensi Global tentang Transformasi Peternakan Berkelanjutan. Konferensi tersebut merupakan forum tingkat tinggi yang dihadiri oleh menteri-menteri pertanian dari berbagai negara. Mentan akan berbagi praktik terbaik mengenai transformasi peternakan berkelanjutan, khususnya dalam mengendalikan Flu Burung (HPAI) dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Indonesia.

“Mentan akan berbagi praktik terbaik soal transformasi peternakan berkelanjutan. Secara khusus soal keberhasilan Indonesia mengendalikan Flu Burung (HPAI) dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).” ujar Kuntoro Boga Andri, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan dikutip dari republika.co.id.

Indonesia telah dinilai sebagai salah satu negara yang berhasil meningkatkan produksi unggas melalui peningkatan kesehatan unggas dan pengendalian Avian Influenza. Di konferensi ini, juga diadakan Dialog Pemuda Global untuk Transformasi Peternakan Berkelanjutan, di mana beberapa menteri dunia akan berbicara dengan petani muda, produsen muda, peneliti muda, dan ilmuwan muda untuk berbagi pengalaman mereka.

Kuntoro juga menjelaskan bahwa FAO baru-baru ini memberikan penghargaan kepada Indonesia atas kontribusinya dalam pengembangan plasma nutfah sapi Bali, upaya konservasi, dan capaian kinerja dalam pengendalian Avian Influenza di berbagai daerah Indonesia.

Penghargaan dari Badan Kesehatan Hewan Dunia (WOAH) juga diberikan kepada Indonesia karena berhasil mengendalikan penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di beberapa wilayah Indonesia.

Rajendra Aryal, Representative/Country Director FAO untuk Indonesia dan Timor Leste, mengapresiasi kepemimpinan Mentan SYL dalam menangani sektor pertanian.

“Kami akan menyajikan praktik terbaik dan berbagi dengan komunitas dunia mengingat Indonesia mempunyai peran sangat besar di tingkat global. Dan masih banyak hal baik dan bisa dipelajari oleh negara lain di dunia.” kata Rajenda. (RED/KT)

×

Klik Ternak

Media peternakan yang menghadirkan konten menarik, informatif dan edukatif

Comments (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *