Press ESC to close

Lima Mahasiswa UGM Temukan Suplemen Pakan Ternak Berbasis Rumput Laut untuk Kurangi Emisi Karbon

Yogyakarta – Klik Ternak. Lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menemukan inovasi suplemen pakan ternak berbahan dasar rumput laut. Inovasi ini berpotensi besar mengurangi produksi gas metana di sektor peternakan, yang merupakan penyumbang gas rumah kaca terbesar ketiga di dunia pada hari Minggu (15/10/2023).

Tim yang terdiri dari Ahmad Rizal Riswanda Danuartha (Ilmu dan Industri Peternakan), Akmal Bunyamin (Biologi), Anggi Abdillah Surya Amni (Kimia), Yessa Juliaputri (Manajemen Sumberdaya Akuatik), dan Siti Komariyah (Ilmu dan Industri Peternakan) ini dibimbing oleh Moh. Sofiul Anam, S.Pt. M.Sc.

“Alasan kami memilih macroalgae sebagai bahan utama suplemen pakan ternak ruminansia adalah dengan adanya kandungan tanin dan saponin pada makroalga yang memiliki kemampuan menurunkan produksi gas metana,” ujar Ahmad Rizal selaku Ketua TimTim, dikutip dari ugm.ac.id

Produk olahan rumput laut berbentuk pelet sengaja dipilih untuk memudahkan peternak dalam pemberian pakan, maupun penyimpanannya. “Produk penelitian kami dijadikan pelet agar peternak lebih mudah mengaplikasikannya sehingga lebih efisien. Selain itu, dengan inovasi berupa suplemen berbentuk pelet, suplemen pakan ternak menjadi lebih awet dan dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama,” ungkap Siti Komariyah.

Hasil uji di Balai Pengujian Standar Instrumen Lingkungan Pertanian Pati menyebutkan, pelet suplemen buatan Rizal dan kawan-kawan telah meminimalkan produksi gas metana sebesar 21,19% dalam skala 3% suplementasi, dan 21,38% dalam skala 6% suplementasi. Tak hanya itu, pelet suplemen ini ternyata mampu meningkatkan daya cerna energi dalam pakan kering hingga 7.29%.

Penemuan ini tentunya menjadi prestasi membanggakan yang berpotensi besar membantu mengurangi produksi gas metana dunia. Dengan begitu, target pengurangan emisi karbon bisa didorong lebih jauh hingga perubahan iklim dapat teratasi.

Penemuan suplemen pakan ternak berbasis rumput laut ini memiliki sejumlah dampak positif, antara lain:

  • Mengurangi produksi gas metana di sektor peternakan, yang merupakan penyumbang gas rumah kaca terbesar ketiga di dunia.
  • Meningkatkan daya cerna energi dalam pakan kering, sehingga ternak dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik.
  • Meningkatkan efisiensi produksi ternak, sehingga dapat menekan biaya produksi.

Penemuan ini masih perlu dikembangkan lebih lanjut untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensinya. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:

  • Meningkatkan kandungan tanin dan saponin pada rumput laut yang digunakan.
  • Mengembangkan metode produksi pelet suplemen yang lebih efisien dan terjangkau.
  • Melakukan uji coba lapangan untuk memastikan efektivitas suplemen pada skala besar.

Dengan pengembangan lebih lanjut, suplemen pakan ternak berbasis rumput laut ini dapat menjadi solusi yang efektif untuk mengurangi emisi gas metana di sektor peternakan. (RED/KT)

×

Klik Ternak

Media peternakan yang menghadirkan konten menarik, informatif dan edukatif

Comments (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *