Press ESC to close

Peternak Milenial Fibra Inisiasikan Platform Digital Jago Ternak, Tingkatkan Produktivitas Peternak Ayam Kampung

Jakarta – Klik Ternak. Sejumlah inovasi di bidang pertanian muncul dari kalangan petani milenial, salah satunya yang dilakukan oleh Fibra Yohano Putra di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Ia berhasil menginisiasi platform digital bernama Jago Ternak, yang merintis jejaring usaha berbasis komunitas di Malang dan sekitarnya, dengan anggota mencapai 47 peternak hingga saat ini.

Fibra, petani milenial binaan Kementerian Pertanian (Kementan), mendapat apresiasi dari Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana, dan Project Manager PPIU YESS Jatim, Acep Hariri. Keduanya mengunjungi peternakan ayam kampung milik Fibra di Desa Patok Picis, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang pada Minggu (12/11/23).

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, sebagai Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Jawa Timur dari Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS), berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian dan International Fund for Agricultural Development (IFAD) untuk pengembangan regenerasi petani di Indonesia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menyoroti pentingnya pembelajaran terus-menerus bagi generasi milenial sebagai calon petani dan wirausahawan pertanian.

“Adaptasi terhadap peluang dan kemenangan dalam kompetisi melalui teknologi dan inovasi dianggap krusial,” ujarnya, Senin (13/11/23) dikutip dari kontan.co.id.

Fibra menjelaskan bahwa tujuan penggunaan platform digital berbasis komunitas, yaitu Jago Ternak, pada peternakannya adalah untuk menyederhanakan proses peternakan ayam kampung, mengoptimalkan laba, dan meningkatkan ketersediaan ayam kampung dengan harga terjangkau.

Dalam kerangka komunitas peternak ayam kampung, terbentuklah kekompakan dengan 47 anggota, terdiri dari 31 peternak di Kabupaten Malang, 15 peternak di Kota Malang, dan satu peternak di Kota Batu.

Setya Budhi Udrayana, Direktur Polbangtan Malang, memberikan apresiasi terhadap upaya Fibra, karena melalui platform digital Jago Ternak, ia berhasil merintis jejaring komunitas peternak ayam kampung di Kabupaten Malang dan sekitarnya.

Uud, sapaan akrab Setya Budhi Udrayana, menegaskan komitmen Polbangtan Malang untuk mendukung aktif peternakan ayam kampung tersebut dengan mengutus dosen yang kompeten dan sumber daya lainnya.

Acep Hariri, Project Manager PPIU YESS Jatim, juga mengakui keberhasilan Fibra sebagai Penerima Manfaat YESS yang mencapai prestasi menonjol di Jawa Timur.

Jago Ternak, yang dikembangkan oleh Fibra, memiliki tujuan memberikan solusi khusus untuk industri unggas, dengan fokus pada ayam lokal. Inovasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan sektor pertanian, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan di masa depan.

Dengan memanfaatkan platform digital Jago Ternak, Fibra dan para peternak ayam kampung lainnya dapat melakukan berbagai kegiatan secara lebih efisien dan efektif, seperti:

  • Pemesanan bibit dan pakan
  • Pemantauan (monitoring) kesehatan ternak
  • Pemasaran hasil ternak

Hal ini tentunya dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan para peternak ayam kampung, sehingga dapat berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. (RED/KT)

×

Klik Ternak

Media peternakan yang menghadirkan konten menarik, informatif dan edukatif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *