Press ESC to close

Disparitas Harga Daging Sapi di Tingkat Peternak dan Pasar Terlalu Tinggi, Peternak Merugi

Jakarta – Klik Ternak. Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) menyebut disparitas harga daging sapi di tingkat peternak dan pasar terlalu tinggi. Harga daging sapi di tingkat peternak saat ini hanya Rp 45 ribu hingga Rp 47 ribu per kilogram, sedangkan di tingkat pasar mencapai Rp 134 ribu per kilogram.

Ketua Umum PPSKI Nanang Purus Subendro mengatakan, disparitas harga yang terlalu tinggi tersebut membuat para peternak mengalami kerugian. Pasalnya, harga pokok produksi daging sapi di tingkat peternak saat ini juga mencapai Rp 47 ribu per kilogram.

“Idealnya harga daging sapi di tingkat peternak adalah Rp 50 ribu per kilogram. Dengan harga tersebut, peternak setidaknya bisa menutup biaya produksi dan mendapatkan keuntungan yang wajar,” kata Nanang dikutip dari Katadata.co.id, Selasa (9/1).

Nanang menduga disparitas harga paling besar terjadi di pasar. Ia menduga ada pihak dalam rantai pasok yang mengambil keuntungan terlalu tinggi.

Sementara itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat rata-rata nasional harga daging sapi di dalam negeri stabil di angka Rp 134 ribu per kilogram selama paruh kedua 2023. Harga daging sapi murni dilego Rp 134.670 per kg pada hari ini, Selasa (8/1).

Bapanas juga mencatat harga gandum di pasar internasional mengalami tren pelemahan sepanjang 2023. Harga gandum internasional mencapai US$ 602,27 per ton kemarin, Senin (8/1), atau susut 18,42% secara tahunan.

Nanang berharap momen Ramadan 2024 bisa menjadi era kebangkitan peternak sapi Indonesia. Ia berharap pemerintah bisa mengambil langkah-langkah untuk menekan disparitas harga daging sapi di tingkat peternak dan pasar.

“Pemerintah bisa melakukan operasi pasar untuk menyerap daging sapi dari peternak dengan harga yang wajar. Selain itu, pemerintah juga bisa memberikan subsidi pakan kepada peternak,” kata Nanang. (RED/KT)

×

Klik Ternak

Media peternakan yang menghadirkan konten menarik, informatif dan edukatif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *