Press ESC to close

Panduan Teknis Penanganan Induk Sapi Partus dan Post Partus

Bogor – Klik Ternak. Partus dan post partus merupakan fase kritis dalam siklus reproduksi sapi yang memerlukan manajemen dan intervensi yang tepat untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan induk sapi dan anak sapi yang baru lahir. Panduan teknis ini menguraikan langkah-langkah penting dalam menangani induk sapi pada periode tersebut berdasarkan hasil penelitian dan praktik terbaik di lapangan.

Persiapan Pre-Partus:

  1. Penentuan Perkiraan Tanggal Partus: Lakukan pemeriksaan kebuntingan secara berkala (misalnya, palpasi rektal, USG) untuk menentukan perkiraan tanggal partus (EDD) dengan akurat, pemeriksaan ini harus dilakukan oleh tenaga ahli yaitu dokter hewan atau paramedik veteriner yang berpengalaman.
  2. Penyiapan Kandang Bersalin: Siapkan kandang khusus untuk melahirkan yang memenuhi kriteria berikut:
    • Kandang Bersih dan tersanitasi dengan desinfektan yang aman untuk hewan.
    • Nyaman dengan bedding alas jerami padi atau rumput kering yang cukup tebal.
    • Aman dengan ventilasi yang baik, memiliki pembatas pagar agar bebas dari predator, dan memiliki akses jalan yang mudah untuk observasi dan intervensi.
  3. Persiapan bahan dan alat: Siapkan semua peralatan yang dibutuhkan untuk proses melahirkan, termasuk:
    • Bedding: Jerami padi atau rumput kering untuk alas kandang.
    • Desinfektan: Untuk membersihkan kandang dan peralatan.
    • Pelumas: Pelumas steril khusus hewan (OB lubricant) untuk membantu kelancaran proses melahirkan.
    • Handuk bersih: Untuk membersihkan induk sapi dan anak sapi setelah melahirkan.
    • Tali pusar: Untuk mengikat tali pusar anak sapi.
    • Larutan yodium: Untuk mendisinfeksi tali pusar anak sapi.
    • Alat bantu melahirkan: Jika diperlukan, seperti penarik anak sapi (calf jack) dan peralatan obstetric lainnya.

Manajemen Partus:

  1. Observasi: Lakukan observasi ketat terhadap induk sapi selama proses partus, perhatikan tanda-tanda seperti:
    • Kontraksi uterus yang semakin intens dan sering.
    • Keluarnya lendir kental dari vulva.
    • Pecahnya kantung ketuban.
    • Posisi dan presentasi anak sapi.
  2. Intervensi: Lakukan intervensi yang tepat dan aman jika diperlukan, seperti:
    • Membantu reposisi anak sapi yang malpresentasi (posisi tidak normal).
    • Memberikan pelumas untuk membantu kelancaran proses melahirkan.
    • Melakukan bantuan melahirkan dengan teknik obstetri yang sesuai, seperti penggunaan penarik anak sapi, dengan hati-hati dan terlatih.

Penanganan Post Partus:

  1. Pemeriksaan Induk Sapi: Lakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh pada induk sapi setelah melahirkan, perhatikan:
    • Tanda-tanda vital seperti suhu tubuh, denyut nadi, dan pernapasan.
    • Kondisi vulva dan adanya perdarahan yang abnormal.
    • Kontraksi uterus dan involusi organ reproduksi.
  2. Perawatan Anak Sapi: Berikan perawatan awal yang esensial pada anak sapi, termasuk:
    • Membersihkan lendir dari hidung dan mulut.
    • Merangsang pernapasan dan memastikan refleks menghisap.
    • Memotong dan mendisinfeksi tali pusar dengan larutan yodium.
    • Memberikan kolostrum dalam waktu 1 jam setelah melahirkan untuk imunitas dan nutrisi.
    • Memasang identitas dan melakukan pencatatan data kelahiran.

Pemantauan dan Intervensi Lanjutan:

  1. Pemantauan Kesehatan: Lakukan pemantauan kesehatan induk sapi dan anak sapi secara berkala, termasuk:
    • Pengukuran suhu tubuh dan pemeriksaan kondisi fisik.
    • Pemantauan nafsu makan, minum, dan eliminasi.
    • Observasi tanda-tanda abnormal seperti keputihan, demam, atau mastitis.
  2. Intervensi Medis: Konsultasikan dengan dokter hewan atau petugas kesehatan hewan untuk intervensi medis yang tepat jika:
    • Terjadi komplikasi pada saat partus atau post partus.
    • Induk sapi menunjukkan tanda-tanda penyakit atau infeksi.
    • Anak sapi mengalami kesulitan minum, diare, atau menunjukkan gejala yang tidak normal.

Penanganan induk sapi pada saat partus dan post partus yang tepat dan terencana merupakan kunci untuk Penanganan induk sapi pada saat partus dan post partus yang tepat dan terencana merupakan kunci untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan induk sapi dan anak sapi yang baru lahir. Penerapan panduan teknis ini, yang mengacu pada hasil penelitian dan praktik terbaik, dapat membantu peternak di Indonesia meningkatkan tingkat keberhasilan dan efisiensi dalam proses melahirkan dan periode pasca melahirkan. (Klik Ternak)

Referensi :

Penanganan Pedet yang Baru Lahir di BPPIB Ternak Sapi Potong Ciamis – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (jabarprov.go.id) (https://dkpp.jabarprov.go.id/post/488/penanganan-pedet-yang-baru-lahir-di-bppib-ternak-sapi-potong-ciamis)
PROSES KELAHIRAN NORMAL PADA SAPI (pertanian.go.id) (https://bbibsingosari.ditjenpkh.pertanian.go.id/page/proses-kelahiran-normal-pada-sapi-101)

×

Klik Ternak

Media peternakan yang menghadirkan konten menarik, informatif dan edukatif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *