Press ESC to close

Ini Dia Cara Memilih Telur Tetas Yang Baik

Merauke – Klik Ternak. Dalam dunia peternakan unggas, penetasan telur merupakan salah satu tahap krusial yang menentukan keberhasilan usaha. Agar proses penetasan berjalan optimal, pemilihan telur tetas yang tepat menjadi kunci utama. Telur tetas adalah telur yang telah dibuahi oleh pejantan dan memenuhi kondisi ideal untuk ditetaskan.

Kriteria Seleksi Telur Tetas

Memilih telur tetas berkualitas tinggi membutuhkan kejelian dan pemahaman yang baik tentang kriteria seleksi yang tepat. Berikut beberapa poin penting yang perlu diperhatikan:

1. Berat Telur:

  • Berat ideal telur tetas berkisar antara 50-65 gram.
  • Telur yang terlalu besar (>65 gram) atau terlalu kecil (<50 gram) umumnya memiliki daya tetas rendah.

2. Bentuk Telur:

  • Bentuk normal telur tetas adalah oval dengan perbandingan panjang dan lebar 2:3.
  • Telur dengan bentuk menyimpang dari normal biasanya memiliki daya tetas rendah.

3. Keutuhan Kerabang:

  • Kerabang telur harus utuh, tidak retak, pecah, atau berlubang.
  • Telur dengan kerabang retak atau pecah, meskipun isi telur tidak keluar, tidak akan menetas dengan baik.

4. Kualitas Kerabang:

  • Kerabang telur harus tebal, berkisar antara 0,33-0,35 mm.
  • Kerabang yang tipis atau lembek akan menurunkan daya tetas telur.
  • Perkapuran pada kerabang harus merata, tidak boleh ada area yang lebih tebal atau tipis.

5. Warna Kerabang:

  • Warna kerabang yang lebih gelap cenderung memiliki daya tetas yang lebih baik.
  • Telur dengan warna kerabang lebih terang biasanya memiliki daya tetas yang lebih rendah.

6. Kebersihan Telur:

  • Telur harus bersih dari kotoran, baik feses, tanah, maupun noda lainnya.
  • Telur yang kotor dapat dibersihkan dengan air hangat (55°C) dan dikeringkan.
  • Telur yang terlalu kotor sebaiknya tidak digunakan untuk ditetaskan.

Tips Tambahan:

  • Lakukan seleksi telur tetas dengan hati-hati dan teliti.
  • Gunakan telur tetas dari sumber yang terpercaya dan terbebas dari penyakit.
  • Lakukan sanitasi dan desinfeksi kandang secara berkala untuk menjaga kesehatan induk dan mencegah kontaminasi telur.
  • Pantau kondisi telur tetas secara rutin selama penyimpanan.
  • Gunakan mesin tetas yang berkualitas dan sesuai dengan kapasitas telur yang ingin ditetaskan.

Kesimpulan

Seleksi telur tetas yang cermat dan tepat akan meningkatkan peluang keberhasilan penetasan dan meminimalkan kegagalan. Telur-telur yang tidak memenuhi kriteria seleksi sebaiknya diafkir atau digunakan untuk konsumsi. Dengan menerapkan panduan ini, Anda dapat melangkah maju dalam usaha peternakan unggas Anda dengan hasil yang optimal. (Klik Ternak)

Referensi:

  1. Appleby. M.C., Barry O.H. 1992. Poultry Productionsystem Behavior, Management and Welfare. Red Wood Press Ltd. Wallingford, British.
  2. Dawan Sugandi. 1984. Penuntun Praktis Beternak Ayam. IPB, Bogor.
  3. Muhammad Rasyaf. 1989. Beternak Ayam Pedaging. Penebar Swadaya.
  4. Muhammad Rasyaf. 1989. Beternak Ayam Petelur. Penebar Swadaya.
  5. North. M.O. 1990. Commercial Chiken Production Manual.Van Nostrand Reinho
×

Klik Ternak

Media peternakan yang menghadirkan konten menarik, informatif dan edukatif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *