source image by https://kepri.antaranews.com/berita/40973/lingga-bangun-perkebunan-indigofera-dukung-investasi-peternakan
Probolinggo – KlikTernak. Di dunia peternakan, urusan pakan ternak memang bukanlah hal yang sepele. Bahkan, biaya pakan dapat menghabiskan sekitar 70% dari biaya produksi. Karena itu, sebagai peternak, Kawan Ternak memerlukan solusi bank pakan ternak yang murah, gampang didapat, tapi tetap punya kualitas bagus. Salah satunya adalah tanaman indigofera.
Tanaman ini dikenal sebagai hijauan dengan kandungan nutrisi tinggi, tahan musim kemarau, dan cocok buat pakan kambing, domba, hingga sapi. Selain itu, indigofera juga bisa jadi solusi pakan ternak murah karena produksinya melimpah dan gampang dibudidayakan.
Buat sebagian peternak, nama indigofera mungkin udah tidak asing lagi. Tanaman ini sebenarnya udah lama ada di Indonesia dan awalnya terkenal sebagai bahan pewarna alami kain. Tapi beberapa sejak awal tahun 2000-an, indigofera mulai dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
Indigofera termasuk tanaman leguminosa atau kelompok kacang-kacangan yang punya kandungan protein tinggi. Makanya, tanaman ini sering dipakai buat bank pakan ternak alami karena nutrisinya cocok untuk membantu pertumbuhan hewan ternak.
Adapun ciri-ciri indigofera, tanaman ini cukup gampang dikenali. Berikut beberapa karakteristiknya:
Salah satu alasan kenapa indigofera banyak dilirik peternak adalah karena tanaman ini termasuk pakan ternak yang murah namun bukan murahan.
Produktivitas indigofera sangatlah tinggi. Dalam satu hektar lahan, tanaman ini disebut bisa mencukupi kebutuhan pakan sekitar 10 ekor sapi. dibandingkan dengan rumput biasa yang satu hektar hanya cukup buat satu ekor sapi saja. Tidak heran kalau indigofera dianggap lebih hemat dan efisien.
Selain itu, kandungan nutrisi daun indigofera juga lengkap. Di dalamnya terdapat:
Kandungan protein tinggi ini bikin indigofera cocok untuk mendukung pertumbuhan dan penggemukan ternak. Makanya jangan heran jika banyak peternak kambing dan sapi mulai menjadikan tanaman ini sebagai bagian utama bank pakan ternak mereka.
Tidak hanya itu, daun indigofera juga gampang dicerna hewan ternak. Jadi nutrisi yang masuk ke tubuh hewan lebih maksimal dan tidak banyak terbuang lewat kotoran.
Keunggulan lainnya, tanaman ini tahan kekeringan. Jadi meskipun musim kemarau datang dan rumput mulai susah dicari, indigofera tetap bisa tumbuh dan menyediakan hijauan sepanjang tahun.
Indigofera terkenal karena sangat mudah dibudidayakan. Tanaman ini bisa tumbuh mulai dari dataran rendah sampai daerah pegunungan sekitar 1.800 mdpl.
Yang penting, tanaman ini tetap dapat sinar matahari cukup supaya tumbuh subur dan daunnya lebat. Semakin lebat daunnya, semakin banyak juga stok pakan ternak yang bisa dipanen.
Untuk pembibitan, biasanya memakai polybag ukuran kecil sekitar 8–10 cm. Media tanamnya cukup pakai campuran tanah subur dan pupuk kandang.
Jika ingin menggunakan stek batang, bibit bisa langsung ditanam di polybag. Tapi kalau pakai biji, pilih biji yang udah tua lalu rendam di air dingin selama kurang lebih 12 jam. Biji yang mengapung biasanya kualitasnya kurang bagus, jadi lebih baik dibuang.
Dalam satu polybag bisa diisi sekitar 4–5 biji. Setelah itu, lakukan penyiraman setiap hari secukupnya saja. Jangan terlalu banyak air karena bisa membuat batang atau akar cepat busuk.
Soal pupuk, indigofera sebenarnya tidak terlalu ribet. Tanaman ini lebih cocok pakai pupuk organik atau pupuk kandang. Bahkan, indigofera dapat mengambil nitrogen sendiri dari udara lewat akarnya, jadi tidak terlalu butuh pupuk kimia.
Saat umur tanaman sekitar 2–3 bulan, bibit dapat dipindahkan ke lahan permanen. Sebaiknya lahan dibuat sedikit gundukan supaya akar tidak tergenang air saat hujan deras.
Biasanya, indigofera mulai bisa dipanen pertama kali di umur 3–4 bulan setelah tanam. Setelah itu, panen dapat dilakukan rutin setiap sekitar 90 hari sekali. (Islamsyah)
Referensi:
Merauke - Klik Ternak. Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) bersama Himpunan Alumni Fakultas…
Merauke - Klik Ternak. Di dunia peternakan, pakan itu ibarat seperti bahan bakar utama untuk…
Probolinggo - Klik Ternak. Ketika Hari Raya Iduladha kita seringkali mendapat daging kambing dan daging…
Probolinggo - Klik Ternak. Pernahkah Kawan Ternak melihat sapi mengamuk sebelum disembelih saat Idul Adha?…
Probolinggo - KlikTernak. Bukan soal pakan atau kandang besar, ternyata rahasia sukses beternak sapi justru…
Merauke - Klik Ternak. Dalam usaha peternakan kambing dan domba, pakan menjadi komponen biaya terbesar…