Merauke – Klikternak. Fenomena gerhana matahari dan bulan bukan hanya tontonan menarik bagi masyarakat diseluruh dunia, tetapi juga memberikan dampak signifikan pada perilaku hewan ternak. Perubahan lingkungan yang mendadak, seperti penurunan intensitas cahaya dan suhu, dapat memicu respons adaptif yang berbeda pada setiap jenis ternak. Artikel ini akan membahas secara mendalam dampak gerhana terhadap perilaku dan tingkat stres ternak, khususnya di Indonesia, serta memberikan strategi pengelolaan yang efektif.
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa hewan ternak bertingkah aneh saat gerhana? Fenomena langit yang menakjubkan ini ternyata berdampak signifikan pada dunia hewan, terutama ternak. Adam Hartstone-Rose, seorang peneliti, menemukan bahwa hewan menunjukkan perilaku yang tidak biasa selama gerhana matahari total, yang mengindikasikan adanya respons stres (Rakyatpos, 2024). Perubahan mendadak pada cahaya, suhu, dan lingkungan selama gerhana dapat mengganggu ritme biologis normal ternak, menyebabkan kebingungan dan stres.
Di Indonesia, fenomena ini semakin menarik karena berpadu dengan keyakinan tradisional dan praktik lokal yang telah berlangsung selama berabad-abad. Artikel ini akan menjelaskan secara ilmiah namun sederhana bagaimana dan mengapa gerhana memengaruhi kesejahteraan ternak, serta memberikan panduan praktis bagi peternak untuk meminimalkan dampak negatifnya.
Untuk memahami dampaknya, penting untuk mengetahui mekanisme terjadinya gerhana:
Perubahan lingkungan selama gerhana matahari total meliputi:
Pentingnya Cahaya bagi Kehidupan Ternak
Cahaya memainkan peran vital dalam berbagai aspek kehidupan hewan ternak, memengaruhi ritme sirkadian, produksi hormon, pertumbuhan, dan fungsi reproduksi. Penelitian menunjukkan bahwa unggas merupakan “hewan model terbaik yang memberikan respons dengan adanya paparan cahaya artifisial” (Undip, 2024).
Pada unggas, cahaya memengaruhi berbagai aspek kehidupan, seperti:
Pada ternak mamalia seperti sapi, kambing, dan kuda, cahaya juga memengaruhi produksi susu, reproduksi, dan pola makan, meskipun mungkin tidak sesensitif respons yang ditunjukkan oleh unggas.
Penelitian juga menunjukkan bahwa unggas yang dipelihara dengan pola cahaya berselang (intermittent) lebih stres dibandingkan yang dikondisikan dengan pola cahaya konstan, yang ditandai dengan meningkatnya kadar kortikosteron plasma (Undip, 2024).
Perubahan perilaku hewan ternak selama gerhana disebabkan oleh dua faktor utama: perubahan kondisi lingkungan secara mendadak dan gangguan pada ritme sirkadian (jam biologis) internal hewan. Menurut Profesor Ibnu Maryanto, peneliti Biologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), perubahan perilaku hewan pasti terjadi saat gerhana karena insting alami mereka yang merespons terhadap perubahan lingkungan yang tiba-tiba (Detik, 2016a).
Profesor Dr. Tati Suryati dari SITH ITB menjelaskan bahwa gerhana matahari akan memengaruhi aktivitas harian hewan dan tumbuhan karena adanya dua faktor yang saling berinteraksi: faktor eksogen (lingkungan) dan endogen (biologis) (SITH ITB, 2015).
Dampak Gerhana Terhadap Berbagai Jenis Ternak di Indonesia
Unggas menunjukkan respons sangat jelas terhadap fenomena gerhana. Berdasarkan pengamatan Profesor Dr. Tati Suryati di Indonesia, saat bayangan bulan mulai menyentuh matahari, mata ayam mulai redup dan ayam tersebut duduk berdiam diri seperti tertidur (SITH ITB, 2015).
Penelitian di peternakan Indonesia menunjukkan fenomena menarik dimana ayam-ayam mulai keluar kandang dan membersihkan badannya saat gerhana berlangsung. Kemudian, setelah gerhana matahari selesai, ayam-ayam tersebut kembali bersembunyi di dalam kandangnya (Bobo, 2016).
Di beberapa daerah di Indonesia, seperti di Desa Turitempel, Demak, terdapat keyakinan mengenai fenomena kematian pada bebek setelah terjadinya gerhana, terutama yang terjadi pada tahun tertentu (yang disebut “tahun duda” dalam perhitungan Jawa) (Mubarok, 2020).
Menariknya, hewan ternak ruminansia seperti sapi juga memperlihatkan perubahan perilaku yang khas saat terjadi gerhana. Ketika gerhana matahari total, sapi cenderung menjadi sangat tenang, tidak banyak bergerak, dan terlihat menghirup udara dengan tenang. Namun, di sisi lain, mereka juga bisa menunjukkan kegelisahan dengan menggerakkan ekor dan kepala mereka (Turkiye Klinikleri, 2006).
Untuk domba, observasi menunjukkan bahwa domba yang beraktivitas pada siang hari dan biasa merumput di bawah sinar matahari akan kembali ke kandangnya saat gerhana berlangsung (Detik, 2016b).
Kuda merupakan hewan yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Observasi menunjukkan bahwa kuda dapat merasakan gerhana sekitar 35 menit sebelum gerhana itu terjadi. Saat gerhana matahari total berlangsung, kuda menjadi sangat tenang, tidak bergerak, dan menghirup udara. Mereka juga tampak gelisah, menggerakkan ekor dan kepala mereka (Turkiye Klinikleri, 2006).
Di peternakan Indonesia, anak kuda yang masih muda telah teramati merintih, berlari, dan melompat-lompat saat gerhana matahari berlangsung (Bobo, 2016).
Di beberapa daerah di Indonesia, khususnya di komunitas pedesaan, terdapat keyakinan kuat mengenai dampak gerhana terhadap hewan ternak. Di Desa Turitempel, Demak, misalnya, masyarakat meyakini bahwa gerhana yang terjadi pada “tahun duda” dapat mendatangkan berbagai musibah, termasuk kematian mendadak pada ayam dan bebek (Mubarok, 2020).
Untuk mengatasi dampak negatif yang diyakini timbul dari gerhana, beberapa komunitas peternak di Indonesia memiliki praktik tradisional. Misalnya, mereka membangunkan tanaman padi saat gerhana terjadi karena meyakini bahwa jika tidak dibangunkan, gerhana akan “memakan” zat-zat sari makanannya (Mubarok, 2020).
Kondisi pemeliharaan ternak dapat secara signifikan memengaruhi bagaimana mereka merespons fenomena gerhana:
Berdasarkan pemahaman tentang dampak gerhana pada ternak, berikut strategi praktis yang dapat diterapkan peternak:
Untuk Ternak di Padang Penggembalaan:
Persiapan Sebelum, Selama, dan Setelah Gerhana:
Sebelum gerhana:
Selama gerhana:
Setelah gerhana:
Penelitian ilmiah mengenai dampak gerhana terhadap perilaku hewan ternak di Indonesia masih terbatas, namun beberapa studi telah dilakukan. LIPI dan Universitas Tadulako melakukan penelitian terhadap hewan saat terjadi Gerhana Matahari Total (GMT) di Indonesia pada 2016 (Kompas, 2019).
Berdasarkan penelitian di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia, respons hewan terhadap gerhana dapat dikategorikan ke dalam empat golongan: hewan yang berperilaku normal, hewan yang melakukan rutinitas malam, hewan yang merasa gelisah, dan hewan yang menunjukkan perilaku baru. Kebanyakan hewan ternak masuk dalam kategori hewan yang melakukan rutinitas malam (evening behaviors) atau menunjukkan kegelisahan (anxiety) (Kalman
Fenomena gerhana, baik matahari maupun bulan, memiliki dampak nyata terhadap perilaku berbagai jenis hewan ternak. Perubahan mendadak pada kondisi lingkungan seperti intensitas cahaya dan suhu menyebabkan gangguan pada ritme sirkadian hewan ternak, memicu berbagai respons biologis dan perubahan perilaku.
Di Indonesia, dampak ini menjadi lebih menarik karena beririsan dengan keyakinan dan praktik tradisional yang telah berkembang selama generasi. Meskipun beberapa keyakinan tradisional mengaitkan gerhana dengan kematian hewan ternak, penelitian ilmiah belum mengkonfirmasi hubungan kausal tersebut.
Pemahaman yang lebih mendalam tentang dampak gerhana terhadap perilaku ternak dapat membantu peternak mengantisipasi perubahan perilaku hewan dan mengambil langkah-langkah preventif untuk mengurangi stres atau potensi bahaya pada ternak mereka selama gerhana berlangsung.
Dengan persiapan yang tepat dan strategi pengelolaan yang sesuai, peternak dapat meminimalkan dampak negatif gerhana pada ternak mereka dan memastikan kesejahteraan hewan tetap terjaga. (Klikternak)
Referensi
Merauke - Klik Ternak. Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) bersama Himpunan Alumni Fakultas…
Merauke - Klik Ternak. Di dunia peternakan, pakan itu ibarat seperti bahan bakar utama untuk…
Probolinggo - Klik Ternak. Ketika Hari Raya Iduladha kita seringkali mendapat daging kambing dan daging…
Probolinggo - Klik Ternak. Pernahkah Kawan Ternak melihat sapi mengamuk sebelum disembelih saat Idul Adha?…
Probolinggo - KlikTernak. Bukan soal pakan atau kandang besar, ternyata rahasia sukses beternak sapi justru…
Probolinggo - KlikTernak. Di dunia peternakan, urusan pakan ternak memang bukanlah hal yang sepele. Bahkan,…