source image by: https://www.antaranews.com/berita/3611895/juleha-sembelih-sapi-kurban-presiden-jokowi-di-masjid-agung-palembang
Probolinggo – Klik Ternak. Menjelang Hari Raya Idul Adha, ada banyak hal yang perlu diperhatikan agar proses kurban berjalan lancar dan menghasilkan daging berkualitas. Salah satunya adalah memuasakan hewan kurban sebelum disembelih.
Namun sebagian peternak merasa kasihan terhadap hewan sembelihan jika harus memuasakan hewan sebelum di sembelih. Padahal praktik ini sangatlah bagus untuk meningkatkan kualitas daging. Bahkan, para peneliti menyarankan agar hewan kurban dipuasakan selama 12 hingga 24 jam sebelum proses penyembelihan dilakukan.
Mungkin teman-teman bertanya, kenapa sih hewan sembelihan harus dipuasakan terlebih dahulu? Ternyata alasannya sangat logis, yaitu:
Pemuasaan ini memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap kebersihan hewan sembelihan. Dengan memuasakan hewan selama 12-24 jam, saluran pencernaan hewan bakal jadi lebih kosong. Bayangkan kalau saluran pencernaannya penuh, pas jeroan dikeluarkan, risikonya kotoran (feses) tumpah dan daging akan menjadi tercemar.
Makanya, pemuasaan ini jadi hal dasar supaya proses pembersihan karkas jadi jauh lebih higienis. Selain itu, proses pencucian jeroan juga jadi lebih mudah dan aman dari risiko kontaminasi.
Hewan yang tidak dipuasakan berpotensi mengalami muntah saat proses penyembelihan berlangsung. Kondisi ini tentu bisa meningkatkan risiko kontaminasi pada daging dan area sekitar pemotongan.
Dengan kondisi perut yang kosong, risiko tersebut bisa ditekan secara signifikan. Hal ini membuat proses penyembelihan menjadi lebih bersih, aman, dan sesuai standar kesehatan.
Pemuasaan juga membantu mempermudah proses pengeluaran organ dalam saat penyembelihan. Jeroan yang tidak penuh akan lebih mudah ditangani dan dibersihkan.
Selain itu, risiko kerusakan organ yang bisa menyebabkan pencemaran juga menjadi lebih kecil. Ini penting terutama jika proses pemotongan dilakukan dalam jumlah besar seperti saat Idul Adha.
Hewan yang dipuasakan dan diistirahatkan cenderung lebih tenang dibandingkan hewan yang baru saja makan atau kelelahan. Kondisi ini penting karena stres pada hewan sangat berpengaruh pada kualitas daging.
Hewan yang stres bisa menghasilkan daging dengan kualitas buruk, sehingga pemuasaan menjadi bagian dari upaya menjaga kesejahteraan hewan sebelum disembelih.
Selain alasan kebersihan dan kemudahan proses, pemuasaan juga memberikan dampak besar terhadap kualitas daging yang dihasilkan.
Kualitas daging sangat dipengaruhi oleh kondisi hewan saat disembelih. Proses pemuasaan ini membantu menimbun glikogen di otot.
Jadi, saat disembelih, pembentukan asam laktat bisa dikontrol dengan baik. Hasilnya, daging kurban tidak akan mudah busuk, tidak berbau anyir, dan teksturnya tetap enak untuk diolah.
Salah satu masalah yang sering terjadi pada daging kurban adalah tekstur yang keras. Hal ini biasanya terjadi karena kondisi hewan yang stres atau tidak dipersiapkan dengan baik sebelum penyembelihan.
Dengan pemuasaan yang tepat, kadar glikogen dalam otot tetap terjaga. Kondisi ini membantu proses perubahan otot menjadi daging berlangsung secara optimal sehingga tekstur tetap empuk.
Dalam dunia peternakan, dikenal istilah daging DFD (Dark, Firm, Dry) dan PSE (Pale, Soft, Exudative). Kedua kondisi ini menandakan kualitas daging yang kurang baik.
Daging DFD biasanya berwarna gelap, kering, dan memiliki pH tinggi akibat kekurangan glikogen. Sedangkan PSE cenderung pucat, lembek, dan berair karena penurunan pH yang terlalu cepat saat suhu tubuh masih tinggi.
Proses pemuasaan sebelum penyembelihan berfungsi menjaga keseimbangan metabolisme hewan guna meminimalkan risiko munculnya daging PSE (Pale, Soft, Exudative) dan DFD (Dark, Firm, Dry). Dengan terkendalinya metabolisme tersebut, daging yang dihasilkan memiliki kesegaran yang optimal, tampilan visual yang menarik, serta kualitas yang layak konsumsi.
Lalu, gimana cara menerapkannya? Praktik ini sebetulnya gampang banget:
Perlu diingat ya, ini bukan kewajiban syariat, tapi murni anjuran ilmiah dari para ahli agar hasil kurban kita optimal dari sisi kualitas dan kebersihan. Jadi, jangan ragu untuk menerapkannya di kandang masing-masing agar kualitas daging kurban makin oke dan prosesnya lancar (KlikTernak).
Referensi:
Merauke - Klik Ternak. Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) bersama Himpunan Alumni Fakultas…
Merauke - Klik Ternak. Di dunia peternakan, pakan itu ibarat seperti bahan bakar utama untuk…
Probolinggo - Klik Ternak. Ketika Hari Raya Iduladha kita seringkali mendapat daging kambing dan daging…
Probolinggo - Klik Ternak. Pernahkah Kawan Ternak melihat sapi mengamuk sebelum disembelih saat Idul Adha?…
Probolinggo - KlikTernak. Bukan soal pakan atau kandang besar, ternyata rahasia sukses beternak sapi justru…
Probolinggo - KlikTernak. Di dunia peternakan, urusan pakan ternak memang bukanlah hal yang sepele. Bahkan,…