Mengenal Pennisetum Purpureum, Rumput Gajah yang Produktif dan Bernilai Nutrisi Tinggi

Bogor – Klik Ternak. Pennisetum purpureum, atau yang lebih dikenal sebagai Rumput Gajah atau Rumput Napier, merupakan salah satu rumput unggul yang banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak di wilayah tropis dan subtropis. Rumput ini berasal dari Afrika subtropis, tepatnya di Zimbabwe, namun kemudian menyebar ke banyak negara tropis dan subtropis lainnya.

Deskripsi Tanaman

Rumput Gajah (Sumber: Dokumen Pribadi)

Pennisetum purpureum adalah rumput perenial yang membentuk rumpun dengan perakaran yang luas dan dalam. Tanaman ini dapat tumbuh setinggi 180-360 cm, dengan pelepah daun yang berbulu halus dan helai daun yang lebar mencapai 20-40 mm. Inflorescens atau rangkaian bunganya berbentuk spike (bulir) dengan warna kuning keemasan.

Adaptasi dan Syarat Tumbuh

Rumput Gajah tumbuh subur di daerah dengan curah hujan tahunan di atas 1.500 mm. Ia juga mampu bertahan pada musim kemarau pendek karena memiliki perakaran yang luas dan dalam. Namun, tanaman ini tidak toleran terhadap genangan air. Pennisetum purpureum menghendaki tanah yang subur, gembur, dan bersolum dalam. Ia juga responsif terhadap pemupukan nitrogen dan pupuk organik.

Produktivitas dan Kualitas

Dengan manajemen yang baik, Rumput Gajah dapat menghasilkan hijauan segar hingga 250-300 ton per hektare per tahun, dengan interval panen 40-50 hari. Secara laboratorium, rumput ini memiliki kandungan bahan kering 20,5%, protein kasar 9,8%, serat kasar 32,2%, lemak 1,5%, dan BETN 44,3%. Pada fase vegetatif, Pennisetum purpureum sangat palatable atau disukai ternak, serta tidak mengandung zat anti-nutisi.

Pemanfaatan dan Budidaya

Rumput Gajah umumnya dimanfaatkan sebagai rumput potong. Jika pasokannya berlebih, dapat diawetkan menjadi silase. Untuk bahan tanam, biasanya digunakan stek batang dengan jarak tanam 60 x 80 cm. Beberapa varietas unggul yang dikenal adalah Hawaii, Merkeri, Afrika, dan Capricorn.

Kesimpulan

Pennisetum purpureum atau Rumput Gajah merupakan rumput unggul yang produktif, bernilai nutrisi tinggi, dan disukai ternak. Dengan syarat tumbuh yang sesuai, ia dapat menjadi sumber pakan hijauan yang andal bagi peternakan di wilayah tropis dan subtropis. (Klik Ternak)

Klik Ternak

Media peternakan yang menghadirkan konten menarik, informatif dan edukatif

Recent Posts

Pakar IPB Ingatkan Panitia Qurban Jangan Mengasah Pisau di Dekat Hewan Sembelihan

Merauke - Klik Ternak. Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) bersama Himpunan Alumni Fakultas…

1 hari ago

Tutorial Membuat Bank Pakan Ternak Untuk Kambing Dan Sapi

Merauke - Klik Ternak. Di dunia peternakan, pakan itu ibarat seperti bahan bakar utama untuk…

2 hari ago

Jangan Sembarangan! Begini Cara Mengolah Daging Qurban Yang Tepat

Probolinggo - Klik Ternak. Ketika Hari Raya Iduladha kita seringkali mendapat daging kambing dan daging…

5 hari ago

Stres pada Sapi: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Probolinggo - Klik Ternak. Pernahkah Kawan Ternak melihat sapi mengamuk sebelum disembelih saat Idul Adha?…

5 hari ago

4 Tips Sukses Merawat Anak Sapi yang Baru Lahir

Probolinggo - KlikTernak. Bukan soal pakan atau kandang besar, ternyata rahasia sukses beternak sapi justru…

5 hari ago

Mengenal Indigofera Sebagai Bank Pakan Ternak Alami

Probolinggo - KlikTernak. Di dunia peternakan, urusan pakan ternak memang bukanlah hal yang sepele. Bahkan,…

5 hari ago