
Blora – Klikternak.com. Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang kembali merebak di Kabupaten Blora mengakibatkan dampak signifikan pada pasar ternak sapi, terutama di Pasar Pon Blora. Para pedagang sapi mengeluhkan penurunan tajam dalam penjualan serta penurunan harga jual ternak yang cukup drastis.
Dilansir dari radarkudus.jawapos.com, salah seorang pedagang sapi, Sutrisno (35), mengeluhkan keadaan Pasar Pon Blora yang sepi, tidak seperti biasanya.
“Sepi, nggak ramai seperti biasanya,” ujarnya. Lebih lanjut, sepinya di Pasar Pon Blora menurutnya dampak dari wabah PMK yang tengah terjadi. “Ya, adanya PMK berpengaruh, Pasar jadi sepi,” katanya.
Sutrisno mengatakan sebelum marak PMK, dirinya menjual sapi sebanyak 10 ekor. Namun karena ada PMK hanya menjual empat ekor sapi. “Biasanya kan saya bawa 10 ekor, nah ini karena ada PMK hanya bawa 4 ekor. Takut kalau sapi dagangan saya tertular PMK,” terangnya.
Selain itu, maraknya PMK di Blora juga berdampak pada harga jual ternak. “Harga jual jadi anjlok, misalnya sapi yang harusnya bisa terjual dengan harga Rp 16 juta, jadi hanya terjual Rp 14 juta. Jadi pengaruh PMK ini harga sapi jadi anjlok,” dikutip dari pedagang sapi Sutrisno.
Sementara itu, Petugas Kesehatan Hewan dari Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, Sri Hartatik, yang sedang melakukan pemeriksaan terhadap hewan ternak di Pasar Pon mengatakan, skrining atau pemeriksaan kesehatan hewan ternak itu bertujuan untuk mengetahui sapi yang dijual terpapar PMK atau tidak. Ditambah sebagai upaya untuk mencegah penularan PMK terhadap hewan ternak yang diperjualbelikan di Pasar Pon Blora.
“Hasil dari skrining pagi ini, tadi ada temuan lima ekor sapi positif terpapar PMK. Dan semua ternak yang kena PMK itu berasal dari luar kota, yakni dari Gresik, Rembang, dari Kedungtuban,” ucapnya.
Pihaknya menyarankan ke pedagang yang sapinya terpapar PMK tersebut untuk sementara tidak dijual terlebih dahulu. “Kami minta tadi ke pedagang agar sapi yang kena PMK tidak dijual dulu, karena dikhawatirkan bisa menularkan penyakit ke sapi yang lain. Jadi dirawat terlebih dahulu sampai sembuh, lalu baru dijual ke Pasar lagi,” jelasnya.
Selain skrining, penyemprotan disinfektan juga dilakukan dengan tujuan untuk mencegah penularan PMK di area Pasar Pon Blora. Hartatik menjelaskan, selain skrining juga dilakukan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) ke pedagang dan peternak.
“Lalu juga kami lakukan penyemprotan disinfektan ke transportasi hewan ternak, dan penyemprotan area jual beli ternak di Pasar Pon. Tujuannya untuk mencegah penularan PMK ke ternak di Pasar Pon Blora,” paparnya, dikutip dari Petugas Kesehatan Hewan UPTD Puskeswan DP4 Kabupaten Blora Sri Hartatik.
Pihak berwenang setempat terus berupaya mengendalikan penyebaran PMK melalui berbagai langkah preventif guna melindungi kesehatan ternak dan menjaga kelancaran aktivitas perdagangan di pasar hewan. (RED/KT)
Baca Klik Ternak di Google News
Bergabunglah dengan kami di Kanal WhatsApp







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.