
Jakarta – Klikternak.com. Kementerian Pertanian (Kementan) tidak ingin lagi sekadar bermain di atas kertas administratif. Sebagai langkah konkret merespons arahan Presiden, Kementan tancap gas mempercepat program hilirisasi ayam terintegrasi guna memberikan jaminan pasar bagi peternak rakyat sekaligus mengamankan ketahanan protein hewani nasional.
Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Terbatas pada 25 Maret 2026, di mana Presiden menekankan percepatan hilirisasi di seluruh lini. Tak butuh waktu lama, Kementan langsung menggelar rapat evaluasi di Jakarta untuk memastikan ekosistem perunggasan dari hulu ke hilir segera terbentuk di lima wilayah prioritas.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Agung Suganda, menegaskan bahwa indikator keberhasilan program ini adalah penampakan fisik di lapangan, bukan sekadar tumpukan dokumen. Ia menginstruksikan jajarannya untuk memantau setiap titik pembangunan secara mendetail.
“Mulai dari kandang, rumah potong hewan unggas (RPHU), hingga pabrik pakan. Harus ada progres nyata,” tegas Agung Suganda di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Kamis (26/03/2026).
Agung menjelaskan bahwa percepatan ini merupakan perintah langsung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Pola pengerjaannya dilakukan secara paralel agar kendala teknis tidak menghambat linimasa proyek. Baginya, jika ada sumbatan yang tidak bisa diurai di level teknis, laporan harus segera naik ke meja pimpinan untuk dieksekusi.
Program hilirisasi ini dirancang sebagai solusi permanen atas penyakit klasik industri perunggasan: fluktuasi harga yang kerap mencekik peternak mandiri. Dengan ekosistem yang terintegrasi—mencakup bibit, pakan, budidaya, hingga pengolahan—hasil panen peternak rakyat akan terserap secara otomatis oleh industri dengan harga yang lebih stabil.
Gayung bersambut, sektor BUMN menyatakan kesiapannya mendukung infrastruktur. PT Berdikari dan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III kini tengah menyiapkan fondasi operasional mulai dari perizinan hingga penyediaan lahan.
“Kami tetap berproses secara paralel, baik dalam hal perizinan, pencarian mitra, maupun persiapan teknis di lapangan, sehingga saat persetujuan keluar, proyek bisa langsung berjalan,” ungkap Direktur Keuangan & SDM PT Berdikari, Kaspiyah, Kamis (26/03/2026).
Senada dengan hal tersebut, Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN III, Rizal H. Damanik, memastikan ketersediaan lahan bukan lagi menjadi kendala. Pihaknya siap memasok kebutuhan lahan untuk pembangunan pabrik pakan dan industri olahan yang terintegrasi.
Sementara itu, Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan, Makmun, mengingatkan bahwa hilirisasi bukan sekadar membangun pabrik, melainkan membangun harapan baru bagi peternak rakyat agar memiliki daya saing yang setara dengan pemain besar.
“Kami mendorong seluruh pihak untuk fokus pada realisasi. Tidak cukup perencanaan, tapi harus ada pembangunan fisik dan operasional yang berjalan. Hilirisasi ini harus segera dirasakan manfaatnya oleh peternak,” tutur Makmun.
Melalui integrasi ini, negara hadir untuk memangkas rantai pasok yang terlalu panjang dan tidak efisien. Jika proyek di lima wilayah prioritas ini berhasil, Indonesia diprediksi akan memiliki ketahanan pangan protein yang jauh lebih tangguh menuju visi Indonesia Emas 2045. (RED/KT)
Baca Klik Ternak di Google News
Bergabunglah dengan kami di Kanal WhatsApp







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.