Press ESC to close

Rahasia Hormon dan Pengaruh Cahaya Terhadap Produksi Telur Ayam Broiler

Jakarta – Klik Ternak. Di balik sebutir telur fertil yang dihasilkan oleh induk ayam broiler (breeder), terdapat sebuah “orkestra” biologis yang sangat rumit. Orkestra ini dikendalikan penuh oleh sistem endokrin atau hormon. Poros utamanya berjalan dari otak (tepatnya hipotalamus dan hipofisa) yang mengirimkan perintah langsung ke gonad (ovarium/testis).

Hormon-hormon kunci seperti GnRH, FSH (pengembang folikel), dan LH (pemicu pelepasan telur)bekerja saling berkesinambungan. Ada satu fakta unik yang membedakan ayam dengan mamalia: pada ayam, kehadiran hormon progesteron justru memberikan umpan balik positif yang memicu lonjakan hebat hormon LH, sehingga terjadilah ovulasi (pelepasan kuning telur).

Lalu, apa hubungannya dengan lampu kandang? Mengapa kandang pembibitan sangat ketat soal jadwal menyalakan lampu? Rupanya, cahaya adalah “sakelar” bagi produksi telur ayam. Cahaya yang masuk melalui mata dan menembus tengkorak ayam akan menekan produksi melatonin (hormon tidur). Ketika melatonin turun, hormon reproduksi GnRH akan aktif terstimulasi. Inilah alasan mengapa durasi pencahayaan harian sangat krusial; manipulasi cahaya bisa merangsang irama bertelur ayam (atau sering disebut clutch).

Setelah sel telur (folikel) dilepaskan, perjalanannya untuk menjadi telur utuh sangatlah menakjubkan. Dimulai dari fertilisasi, pembentukan putih telur, pelapisan membran, hingga pencetakan cangkang keras di dalam uterus yang memakan waktu paling lama, yakni sekitar 20 jam. Total waktu yang dibutuhkan dari awal pembentukan hingga telur dikeluarkan (oviposisi) adalah 25 hingga 26 jam. Yang lebih hebat lagi, hanya berselang 30 sampai 60 menit setelah telur keluar, ovarium ayam akan langsung melepaskan sel telur berikutnya. Siklus produksi yang cepat ini tentu sangat dipengaruhi oleh kenyamanan ayam, suhu lingkungan, nutrisi pakan, dan tingkat stres (Klik Ternak).

Referensi:

  • Safitri, E., & Plumeriastuti, H. (2023). Ayam Broiler: Aspek Fisiologi Reproduksi & Patologinya. Surabaya: Airlangga University Press.

Baca Klik Ternak di Google News

Bergabunglah dengan kami di Kanal WhatsApp

Klik Ternak

Media peternakan yang menghadirkan konten menarik, informatif dan edukatif