Press ESC to close

Sapi GAMA Rumpun Pedaging Baru dan Panduan Perawatannya

Bogor – Klik Ternak. Kawan Ternak kalau dengar kata GAMA mungkin sebagian langsung teringat pakan hijauan gamal. Tapi kali ini kita bahas Sapi GAMA yang merupakan rumpun sapi pedaging unggul buatan asli Indonesia. Rumpun ini bukan sekadar sapi potong biasa melainkan dirancang khusus buat menghasilkan daging kelas premium dengan mengandalkan basis sapi lokal yang tahan banting.

Asal Usul dan Genetika Sapi GAMA

Sapi ini adalah hasil karya panjang Fakultas Peternakan UGM bersama PT Widodo Makmur Perkasa. Nama GAMA sendiri sebetulnya singkatan dari Gagah dan Macho. Rumpun unggulan ini sudah resmi diakui pemerintah lewat SK Mentan pada September 2025 lalu.

Secara genetik Sapi GAMA lahir dari kawin silang yang sangat terukur. Pada fase awal pengembangannya para ahli sempat menggabungkan genetik Belgian Blue Wagyu dan Brahman. Tapi untuk rumpun yang akhirnya ditetapkan pemerintah fokus utamanya ada pada persilangan antara pejantan Belgian Blue dengan induk Brahman Cross pilihan. Tujuannya jelas yaitu menggabungkan tubuh besar berotot ala sapi Eropa dengan daya tahan cuaca panas khas sapi tropis.

Ciri Fisik dan Keunggulan Utama

Kalau Kawan Ternak melihat wujud aslinya bentuk fisik sapi ini memang sesuai namanya. Berikut beberapa keunggulan utama yang dibawanya:

  1. Punya otot ganda atau double muscling turunan dari Belgian Blue yang bikin produksi dagingnya sangat melimpah.
  2. Persentase karkas tinggi karena tulangnya relatif kecil tapi massa ototnya padat dan besar.
  3. Cepat besar dengan bobot bisa tembus 550 sampai 600 kg di umur 2 tahun. Kalau manajemen pakannya luar biasa bagus di umur 3 tahun bobotnya bisa menyentuh 900 kg.
  4. Bobot lahir anaknya ideal sekitar 36 kg. Jadi proses melahirkan pedet lebih aman dan minim risiko macet di jalan dibanding keturunan murni Belgian Blue yang bobot lahirnya bisa 60 kg.
  5. Tahan cuaca tropis karena mewarisi darah Brahman Cross yang kebal panas.

Tantangan Perawatan di Lapangan

Nah biarpun fisiknya gagah sapi unggulan ini tetap butuh perhatian ekstra. Karena potensi genetiknya sangat tinggi tubuh besarnya jadi lebih sensitif kalau manajemen kandang dikelola asal-asalan.

  • Rentan stres iklim: Darah sapi subtropis membuatnya butuh kandang dengan sirkulasi udara yang baik. Kalau atap kependekan dan sapi kepanasan nafsu makannya pasti anjlok.
  • Sensitif urusan pakan: Genetik bagus butuh bahan bakar yang bagus juga. Kalau gizi pakan harian kurang sapi ini gampang kurus kerdil dan daya tahannya merosot tajam.
  • Ancaman penyakit umum: Penyakit seperti PMK LSD demam tiga hari (BEF) sampai ngorok (SE) tetap mengintai. Makanya biosekuriti kandang dan program vaksinasi wajib dijalankan dengan disiplin.
  • Masalah reproduksi: Stres akibat cuaca terlalu panas atau kekurangan mineral bisa bikin siklus birahi sapi betina kacau dan susah bunting.

Panduan Pakan dan Manajemen Harian

Buat memaksimalkan pertumbuhan Sapi GAMA kita harus menerapkan standar pemeliharaan intensif.

  1. Target kebutuhan pakan: Siapkan bahan kering sekitar 2 sampai 3 persen dari total bobot badan per hari. Untuk fase penggemukan gunakan rasio 30 persen hijauan dan 70 persen pakan penguat atau konsentrat.
  2. Kualitas bahan pakan: Berikan rumput unggulan dan leguminosa seperti lamtoro atau indigofera yang sudah dicacah halus. Konsentratnya wajib mengandung protein kasar 14 sampai 16 persen.
  3. Jadwal pemberian: Utamakan memberi konsentrat lebih dulu di pagi hari baru disusul hijauan agar penyerapan gizinya optimal.
  4. Air dan suplemen: Sediakan air minum bersih tanpa batas. Sapi sebesar ini butuh minum banyak. Jangan lupa tambahkan premix mineral sekitar 1 persen dari total ransum agar struktur tulangnya kuat menopang otot besar.
  5. Manajemen kandang: Pastikan luas kandang sebanding dengan tubuhnya yang raksasa. Lantai dibuat miring agar kencing cepat mengalir dan tidak bikin kuku sapi membusuk.

Memelihara sapi jenis ini memang menuntut modal pakan dan ketelatenan yang tidak main-main. Tapi melihat laju pertumbuhannya yang melesat cepat dan harga jual dagingnya yang bisa masuk ke pasar premium rasanya semua keringat peternak bakal terbayar lunas (Klikternak).

Daftar Referensi

  1. Agropustaka. (n.d.). Tata kelola pemberian pakan sapi pedaging. Agropustaka.id. https://www.agropustaka.id/pemikiran/tata-kelola-pemberian-pakan-sapi-pedaging/
  2. Fakultas Pertanian dan Peternakan UMKO. (2021). Kenali faktor penghambat usaha ternak. FPP.umko.ac.id. https://fpp.umko.ac.id/2021/06/16/kenali-faktor-penghambat-usaha-ternak/
  3. Medion. (n.d.). Tingkatkan kesehatan ternak di tengah tantangan penyakit. Medion.co.id. https://www.medion.co.id/info-medion/tingkatkan-kesehatan-ternak-di-tengah-tantangan-penyakit/
  4. Universitas Gadjah Mada. (n.d.). Sapi GAMA ditetapkan pemerintah sebagai rumpun baru sapi pedaging. UGM.ac.id. https://ugm.ac.id/id/berita/sapi-gama-ditetapkan-pemerintah-sebagai-rumpun-baru-sapi-pedaging/
  5. Universitas Gadjah Mada. (n.d.). Dongkrak produksi daging nasional UGM kembangkan sapi GAMA. UGM.ac.id. https://ugm.ac.id/id/berita/18926-dongkrak-produksi-daging-nasional-ugm-kembangkan-sapi-gama/

Baca Klik Ternak di Google News

Bergabunglah dengan kami di Kanal WhatsApp

Klik Ternak

Media peternakan yang menghadirkan konten menarik, informatif dan edukatif

Tinggalkan Balasan