Press ESC to close

TNI AU Lanud J.A. Dimara Gelar Bimtek, Perkuat Ketahanan Pangan di Merauke

Merauke – Klik Ternak. Pangkalan TNI AU (Lanud) Johannes Abraham Dimara gelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peternakan, Pertanian, dan Perikanan sebagai bagian Program Kerja Bidang Teritorial Ketahanan Pangan. Kegiatan yang diikuti oleh personel Lanud J.A. Dimara ini diselenggarakan di Merauke, Selasa (09/09/25) dalam rangka memperkuat kemandirian pangan di wilayah Papua Selatan.

Acara dibuka oleh Komandan Lanud J.A. Dimara, Kolonel Pnb Beny Aprianto, S.M. Dalam sambutannya, ia menyambut antusias program ini dan berharap bimtek dapat memberikan ilmu yang aplikatif bagi tiga peleton yang telah dibentuk, yakni peleton pertanian, peternakan, dan perikanan.

“Diharapkan program ini dapat mendukung ketahanan pangan yang telah dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, serta memberikan bekal pengetahuan praktis bagi seluruh personel,” ujar Kolonel Beny.

Materi pertama mengenai teknis pemeliharaan itik disampaikan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan,  Ika Nizmah E. C. Arinah, A.Md. Ia memaparkan secara menyeluruh dari pemilihan bibit unggul, persiapan kandang yang ideal, manajemen pakan, hingga penanganan kesehatan ternak.

“Kandang harus selalu lebih tinggi dari area sekitarnya untuk mencegah genangan air yang dapat menimbulkan penyakit, meskipun itik menyukai air,” jelasnya.

Ika juga menekankan pentingnya kebersihan kandang dan pakan untuk menjaga kesehatan itik. Selain itu, ia menjelaskan potensi bisnis dari beternak itik, baik untuk telur konsumsi, telur asin, maupun telur tetas yang memiliki nilai jual tinggi.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari Ketua Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli) Merauke, Bapak Purwanto, yang menyatakan kesiapannya untuk membantu pemasaran dan menampung hasil telur dari peternakan Lanud.

Dari sektor perikanan, Fransiskus Materai dari Dinas Perikanan Kabupaten Merauke memberikan materi teknis mengenai budidaya ikan lele (Clarias SP). Ia menjelaskan seluruh tahapan, mulai dari pengelolaan induk jantan dan betina secara terpisah untuk memudahkan proses pemijahan, baik secara alami maupun buatan dengan penyuntikan hormon.

Fransiskus menekankan tiga kunci sukses dalam pembesaran lele, yaitu kontrol kualitas air, manajemen pakan, dan penyortiran.

“Air media harus dijaga agar tidak jernih, sebaiknya berwarna hijau, untuk mencegah sifat kanibalisme pada lele. Penyortiran juga wajib dilakukan secara berkala untuk memisahkan ikan berdasarkan ukuran,” terangnya.

Untuk menekan biaya pakan komersial yang tinggi, ia memperkenalkan tanaman air lemna sebagai pakan alternatif yang kaya protein. Umumnya, lele siap konsumsi memiliki bobot 150-180 gram per ekor atau sekitar 6-7 ekor per kilogram.

Sementara itu, Ibu Novita Rante Manik, S.TP, memaparkan materi tentang budidaya cabai rawit, tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomis dan manfaat kesehatan. Ia menjelaskan secara rinci mulai dari proses penyemaian, persiapan lahan dengan jarak tanam ideal 50×60 cm, hingga pemeliharaan.

“Pemeliharaan meliputi pembersihan gulma, pemupukan, dan pengendalian penyakit. Ketinggian bedengan dan pH tanah sangat memengaruhi pertumbuhan cabai. Penggunaan kapur dolomit diperlukan jika pH tanah terlalu asam,” tutur Novita.

Ia menambahkan, cabai rawit umumnya siap panen saat buah berwarna merah, sekitar 90-100 hari setelah tanam, dengan interval panen setiap 3-5 hari. Selain cabai, disampaikan pula teknik budidaya pakcoy dalam polibag yang dapat dipanen dalam waktu singkat, yakni 30-45 hari.

Kegiatan bimtek ditutup dengan kunjungan lapangan ke lokasi pleton pertanian, peternakan, dan perikanan. Para personel menunjukkan antusiasme tinggi saat berdiskusi langsung dan siap mempraktikkan ilmu yang telah mereka dapatkan. (Klik Ternak)

Baca Klik Ternak di Google News

Bergabunglah dengan kami di Kanal WhatsApp

Klik Ternak

Media peternakan yang menghadirkan konten menarik, informatif dan edukatif

Tinggalkan Balasan