Press ESC to close

Mengenal Indigofera Sebagai Bank Pakan Ternak Alami

Probolinggo – KlikTernak. Di dunia peternakan, urusan pakan ternak memang bukanlah hal yang sepele. Bahkan, biaya pakan dapat menghabiskan sekitar 70% dari biaya produksi. Karena itu, sebagai peternak, Kawan Ternak memerlukan solusi bank pakan ternak yang murah, gampang didapat, tapi tetap punya kualitas bagus. Salah satunya adalah tanaman indigofera.

Tanaman ini dikenal sebagai hijauan dengan kandungan nutrisi tinggi, tahan musim kemarau, dan cocok buat pakan kambing, domba, hingga sapi. Selain itu, indigofera juga bisa jadi solusi pakan ternak murah karena produksinya melimpah dan gampang dibudidayakan.

Mengenal Tanaman Indigofera

Buat sebagian peternak, nama indigofera mungkin udah tidak asing lagi. Tanaman ini sebenarnya udah lama ada di Indonesia dan awalnya terkenal sebagai bahan pewarna alami kain. Tapi beberapa sejak awal tahun 2000-an, indigofera mulai dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Indigofera termasuk tanaman leguminosa atau kelompok kacang-kacangan yang punya kandungan protein tinggi. Makanya, tanaman ini sering dipakai buat bank pakan ternak alami karena nutrisinya cocok untuk membantu pertumbuhan hewan ternak.

Adapun ciri-ciri indigofera, tanaman ini cukup gampang dikenali. Berikut beberapa karakteristiknya:

  • Bentuknya mirip pohon kecil dengan banyak cabang.
  • Tumbuh tegak dan punya akar yang kuat sampai masuk cukup dalam ke tanah.
  • Daunnya kecil-kecil dengan warna hijau terang.
  • Bunganya berwarna ungu saat mulai dewasa.
  • Tingginya bisa mencapai sekitar 2 meter.
  • Tahan hidup di lahan kurang subur dan tetap kuat saat musim kemarau panjang.

Mengapa Indigofera Bisa Jadi Solusi Pakan Ternak Murah?

Salah satu alasan kenapa indigofera banyak dilirik peternak adalah karena tanaman ini termasuk pakan ternak yang murah namun bukan murahan.

Produktivitas indigofera sangatlah tinggi. Dalam satu hektar lahan, tanaman ini disebut bisa mencukupi kebutuhan pakan sekitar 10 ekor sapi. dibandingkan dengan rumput biasa yang satu hektar hanya cukup buat satu ekor sapi saja. Tidak heran kalau indigofera dianggap lebih hemat dan efisien.

Selain itu, kandungan nutrisi daun indigofera juga lengkap. Di dalamnya terdapat:

  • Protein kasar: 87,9%
  • Lemak kasar: 3,70%
  • Serat kasar: 14,96%
  • Kalsium: 0,22%
  • Fosfor: 0,18%
  • Beta karoten
  • Xantophyl

Kandungan protein tinggi ini bikin indigofera cocok untuk mendukung pertumbuhan dan penggemukan ternak. Makanya jangan heran jika banyak peternak kambing dan sapi mulai menjadikan tanaman ini sebagai bagian utama bank pakan ternak mereka.

Tidak hanya itu, daun indigofera juga gampang dicerna hewan ternak. Jadi nutrisi yang masuk ke tubuh hewan lebih maksimal dan tidak banyak terbuang lewat kotoran.

Keunggulan lainnya, tanaman ini tahan kekeringan. Jadi meskipun musim kemarau datang dan rumput mulai susah dicari, indigofera tetap bisa tumbuh dan menyediakan hijauan sepanjang tahun.

Cara Budidaya Tanaman Indigofera

Indigofera terkenal karena sangat mudah dibudidayakan. Tanaman ini bisa tumbuh mulai dari dataran rendah sampai daerah pegunungan sekitar 1.800 mdpl.

Yang penting, tanaman ini tetap dapat sinar matahari cukup supaya tumbuh subur dan daunnya lebat. Semakin lebat daunnya, semakin banyak juga stok pakan ternak yang bisa dipanen.

Untuk pembibitan, biasanya memakai polybag ukuran kecil sekitar 8–10 cm. Media tanamnya cukup pakai campuran tanah subur dan pupuk kandang.

Jika ingin menggunakan stek batang, bibit bisa langsung ditanam di polybag. Tapi kalau pakai biji, pilih biji yang udah tua lalu rendam di air dingin selama kurang lebih 12 jam. Biji yang mengapung biasanya kualitasnya kurang bagus, jadi lebih baik dibuang.

Dalam satu polybag bisa diisi sekitar 4–5 biji. Setelah itu, lakukan penyiraman setiap hari secukupnya saja. Jangan terlalu banyak air karena bisa membuat batang atau akar cepat busuk.

Soal pupuk, indigofera sebenarnya tidak terlalu ribet. Tanaman ini lebih cocok pakai pupuk organik atau pupuk kandang. Bahkan, indigofera dapat mengambil nitrogen sendiri dari udara lewat akarnya, jadi tidak terlalu butuh pupuk kimia.

Saat umur tanaman sekitar 2–3 bulan, bibit dapat dipindahkan ke lahan permanen. Sebaiknya lahan dibuat sedikit gundukan supaya akar tidak tergenang air saat hujan deras.

Biasanya, indigofera mulai bisa dipanen pertama kali di umur 3–4 bulan setelah tanam. Setelah itu, panen dapat dilakukan rutin setiap sekitar 90 hari sekali. (Islamsyah)

Referensi:

Baca Klik Ternak di Google News

Bergabunglah dengan kami di Kanal WhatsApp

Tinggalkan Balasan