Press ESC to close

4 Tips Sukses Merawat Anak Sapi yang Baru Lahir

Probolinggo – KlikTernak. Bukan soal pakan atau kandang besar, ternyata rahasia sukses beternak sapi justru ada pada cara merawat anakan sapi sejak baru lahir. Kalau anak sapi atau pedet mendapatkan perawatan yang tepat, pertumbuhannya bakal jauh lebih optimal. Anak sapi dapat tumbuh sehat, gemuk, kuat, dan nantinya menghasilkan kualitas daging yang lebih bagus.

Sebaliknya, kalau cara merawat anak sapi yang baru lahir salah, risiko terkena penyakit jadi lebih tinggi. Bahkan, pedet bisa mengalami gangguan pertumbuhan hingga kematian. Karena itu, penting banget buat kamu memahami cara merawat pedet dengan benar sejak hari pertama kelahiran.

Merawat Anak Sapi yang Baru Lahir

Menjelang proses persalinan, pastikan induk sapi berada di kandang khusus yang bersih, hangat, dan kering. Kamu bisa menggunakan jerami kering sebagai alas kandang supaya pedet tetap nyaman setelah lahir.

Begitu anak sapi lahir, hal pertama yang wajib kamu cek adalah saluran napasnya. Kadang lendir ketuban masih menutupi hidung atau mulut pedet, sehingga beresiko sesak napas. Bersihkan perlahan agar anak sapi bisa bernapas dengan lega.

Setelah itu, tubuh pedet juga perlu segera dibersihkan dari sisa cairan ketuban menggunakan kain bersih atau jerami kering. Selain membuat tubuhnya lebih hangat, langkah ini juga membantu menjaga kesehatan pedet dari bakteri dan kotoran.

Bila kondisi anak sapi sudah stabil, segera dekatkan ke induknya supaya dapat menyusu kolostrum. Kolostrum sangat penting karena mengandung antibodi alami yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh pedet.

Masalah Umum Ketika Pedet Baru Lahir

Dalam proses merawat anak sapi, ada beberapa masalah yang cukup sering dialami ketika pedet baru lahir. Bila masalah ini tidak cepat ditangani, pertumbuhan pedet bisa terganggu bahkan berujung kematian. Makanya, kamu wajib tahu cara penanganan awal supaya kondisi anak sapi tetap aman dan sehat.

Pedet Lahir Lumpuh

Salah satu masalah yang cukup sering terjadi dalam merawat pedet adalah pedet lahir dalam kondisi lemah atau lumpuh. Biasanya kondisi ini dipicu karena induk sapi kekurangan nutrisi saat bunting, terutama kekurangan mineral dan pakan berkualitas.

Bila dibiarkan terlalu lama, anak sapi bisa kesulitan menyusu dan akhirnya kekurangan energi. Berikut beberapa langkah penanganannya:

  • Bersihkan tubuh pedet menggunakan kain atau jerami kering supaya tubuhnya tetap hangat.
  • Perah susu induk untuk mengambil kolostrum lalu bantu minumkan ke pedet.
  • Buat penyangga sederhana dari kayu agar tubuh pedet bisa berdiri.
  • Atur posisi kaki depan dan belakang supaya lebih seimbang dan kuat menopang tubuh.
  • Bantu pedet berdiri dengan menopang bagian punggung dan leher selama kurang lebih 30 menit.
  • Kalau pedet mulai kuat berdiri, lepaskan penyangga perlahan dan biarkan mencoba berjalan sendiri.

Diare Pada Anak Sapi

Diare jadi salah satu penyakit yang paling sering menyerang pedet usia 1 hari sampai 3 bulan. Anak sapi yang baru lahir biasanya memiliki daya tahan tubuh yang rendah, apalagi bila belum mendapatkan kolostrum dengan cukup.

Tanda-tanda diare pada pedet biasanya berupa kotoran cair berwarna putih keabu-abuan dan berbau menyengat. Anak sapi juga terlihat lemas, kurang aktif, dan nafsu makannya menurun.

Penyebab diare bisa bermacam-macam, mulai dari bakteri, virus, hingga protozoa. Namun kasus paling umum biasanya disebabkan bakteri E. coli. Lingkungan kandang yang kotor juga jadi faktor utama munculnya penyakit ini.

Bila pedet terkena diare, langkah penanganannya antara lain:

  • Bersihkan kandang dan lakukan desinfeksi secara rutin.
  • Pisahkan pedet yang sakit dari ternak lain agar tidak menular.
  • Berikan larutan gula garam atau oralit untuk mencegah dehidrasi.
  • Konsultasikan antibiotik ke dokter hewan bila diperlukan.
  • Hindari susu pengganti yang mengandung laktosa terlalu tinggi.

Induk yang Tidak Mau Menyusui

Teradang terdapat pula kasus induk sapi tidak mau menyusui anaknya. Ini bisa terjadi karena stres, kelelahan setelah melahirkan, atau faktor lainnya. Jika dibiarkan, pedet bisa kekurangan nutrisi bahkan mengalami kematian.

Cara menangani induk sapi yang tidak mau menyusui anaknya adalah memberikan susu pengganti. Susu pengganti harus punya kualitas yang baik agar kebutuhan nutrisi pedet tetap terpenuhi.

Kebutuhan susu pedet biasanya sekitar 10% dari bobot tubuhnya. Jadi kalau berat pedet 30 kg, kebutuhan susu hariannya sekitar 3 liter.

Susu pengganti bisa berupa:

  • Susu sapi murni dari peternakan.
  • Susu bubuk full cream.
  • Racikan susu pengganti buatan sendiri.

Sebelum menggunakan susu pengganti, tetap usahakan pedet mendapatkan kolostrum dari induknya selama minimal 3 hari pertama.

Selain itu, kebersihan botol susu dan dot juga wajib kamu jaga. Sterilkan menggunakan air panas sebelum dipakai supaya bakteri tidak berkembang dan menyebabkan diare.

Tips Merawat Anakan Sapi Agar Tumbuh Sehat

Dalam proses merawat anakan sapi, kamu memang harus ekstra teliti karena masa pertumbuhan pedet termasuk fase paling rentan. Anak sapi mudah terserang penyakit dan stres kalau perawatannya kurang tepat. Makanya, penting memahami cara merawat anak sapi sejak dini agar pertumbuhannya maksimal.

Berikan Asupan Makanan yang Cukup

Salah satu poin penting dalam cara merawat pedet adalah memastikan kebutuhan nutrisinya terpenuhi. Di awal kelahiran, pedet wajib mendapatkan kolostrum dari induknya karena kaya antibodi alami.

Kalau induk tidak dapat menyusui, pedet bisa diberi susu pengganti. Setelah usia 1–2 bulan, anak sapi mulai bisa dikenalkan dengan pakan tambahan seperti rumput hijau dan konsentrat. Nutrisi yang cukup sangat membantu proses merawat anak sapi baru lahir agar tumbuh cepat dan sehat.

Jaga Kebersihan Kandang

Kandang yang bersih menjadi kunci penting dalam merawat anakan sapi. Sebelum pedet lahir, kamu sebaiknya sudah menyiapkan kandang terlebih dahulu.

Jenis kandang yang cocok biasanya model kandang kotak khusus pedet usia 0–4 bulan. Kandang bisa dibuat dari kayu atau bambu dengan alas jerami supaya hangat. Selain itu:

  • Pastikan sirkulasi udara lancar.
  • Bersihkan kandang setiap hari.
  • Hindari kondisi lembap dan becek.
  • Bersihkan peralatan sebelum masuk kandang.

Lakukan Pemantauan Kesehatan Secara Berkala

Jangan lupa untuk melakukan pemantauan kesehatan secara rutin. Kamu bisa memeriksa bagian mata, hidung, mulut, kulit, dan perut pedet secara berkala.

Coba tekan tubuh pedet perlahan untuk melihat apakah ada bagian yang terasa sakit atau membuatnya tidak nyaman. Kalau ada tanda-tanda sakit seperti lemas, diare, atau tidak mau makan, segera konsultasikan ke dokter hewan.

Deteksi dini dapat membantu mencegah penyakit berkembang lebih parah.

Berikan Vitamin Penunjang

Selain pakan utama, pemberian vitamin atau jamu herbal juga bisa membantu proses merawat pedet supaya lebih sehat dan cepat besar. Untuk suplemen vitamin dapat kamu beli di toko terdekat. Namun, bila kamu mau membuat jamu herbal sendiri, kamu dapat membuatnya dengan cara berikut:

  • Siapkan kunyit, jahe, temulawak, kencur, dan bawang putih masing-masing sekitar setengah ons.
  • Siapkan 4 liter air bersih.
  • Cuci semua bahan lalu potong kecil-kecil.
  • Blender hingga halus lalu campurkan dengan air.
  • Saring hasil blender dan simpan dalam ember tertutup.
  • Fermentasikan selama 7 hari sambil sesekali membuka tutup ember untuk membuang gas.
  • Setelah jadi, berikan sekitar 10 ml setiap hari melalui minuman atau pakan.

Dengan memahami cara merawat anakan sapi, kamu bisa meminimalkan risiko penyakit sekaligus meningkatkan kualitas ternak sejak dini. (Islamsyah)

Referensi:

Baca Klik Ternak di Google News

Bergabunglah dengan kami di Kanal WhatsApp

Tinggalkan Balasan