Press ESC to close

Kisah Inspirasi Widodo Rintis Peternakan 100 Ekor Sapi Di Kurik

Merauke – Klikternak.com. Anggota DPRK Merauke periode 2024–2029, Widodo, S.E., mengubah hobi masa kecilnya memelihara sapi menjadi unit usaha peternakan intensif (sistem kandang) di Kawasan Kurik 4, Kampung Jaya Makmur. Langkah ini diambil guna merespons menyusutnya populasi hewan buruan liar sekaligus menyediakan pasokan daging berkelanjutan di Papua Selatan.

Di atas lahan pertanian Jaya Makmur, deretan kandang berdiri menggantikan pola pemeliharaan umbaran yang mulai ditinggalkan. Penyusutan kawasan hutan dan lahan terbuka di Merauke memaksa para peternak memutar otak dan beralih ke metode pengandangan penuh.

“Saya bikin kandang di sini, di lain sisi investasi, ke depan bisa memberikan motivasi kepada anak-anak muda supaya beternak yang sistem kandang. Karena sekarang sawah dan hutan-hutannya sudah ditebang sehingga tidak ada tempat untuk umbaran, mau tidak mau sekarang harus sistem kandang,” kata Widodo saat ditemui Klik Ternak di lokasi peternakan, Minggu, (9/8/26).

Perubahan lanskap lingkungan tersebut berbanding lurus dengan pergeseran pasar konsumsi daging di wilayah setempat. Selama ini, masyarakat lokal bergantung pada pasokan daging buruan seperti rusa, kanguru, dan kasuari. Namun, minimnya habitat hutan membuat pasokan komoditas tersebut terus merosot.

“Pertama, hobi dari kecil memang memelihara sapi. Sekarang baru saya bisa merintis dan ingin mengembangkan usaha peternakan sapi. Melihat pasar ke depan, rusa sudah mulai menipis, mau tidak mau kita mempersiapkan ternak sapi untuk persiapan daging yang akan datang. Sekarang harga rusa saja sudah Rp80.000 ke atas per kilo, peternakan sapi ke depan punya potensi bisnis yang bagus,” terang Widodo.

Penurunan vegetasi alam otomatis menutup ruang gerak hewan liar. Opsi konsumsi masyarakat pun terdorong bergeser ke ternak budidaya.

“Saya yakin potensi daging sapi ke depan sangat bagus. Dulu di Merauke ada alternatif daging rusa, kasuari, atau kanguru. Sekarang dengan hutan yang sudah ditebangi, potensi itu menurun sehingga masyarakat akan beralih ke daging sapi,” kata Widodo.

Menghadapi tantangan tersebut, ketersediaan pakan menjadi fondasi utama yang disiapkan Widodo. Ia mengelola lahan rumput seluas tiga hektare demi menjamin kelancaran pasokan pakan hijau bagi ternaknya.

“Kalau pakan, saya sudah sediakan tanaman rumput kurang lebih tiga hektare. Untuk pakan tambahan ada limbah jerami sisa hasil petani, ditambah bekatul meski sekarang agak sulit. Tapi yang pasti saya ada pakan tambahan dari Surabaya berbentuk pelet. Masalah jerami di sini melimpah dan masyarakat juga sudah memanfaatkan,” ujar Widodo.

Saat ini, kawasan kandangnya menampung sekitar 100 ekor sapi. Pengelolaan seluruh ternak digerakkan oleh empat orang karyawan lokal yang membagi tugas harian secara terukur.

“Dari sapi kurang lebih 100 ekor, kita ada empat orang karyawan. Tugas dan tanggung jawabnya pembersihan kandang, memberi makan dua kali, comboran sekali, dan kasih minum dua kali. Kalau ada tambahan paling memperbaiki pagar,” ungkap Widodo.

Koleksi sapi di tempatnya cukup beragam, memanfaatkan persilangan genetik Inseminasi Buatan (IB) dengan induk lokal guna menghasilkan varietas yang adaptif.

“Sapi di sini ada Bali, Limousin, Simmental, Brahman, hingga Angus. Saya ingin mengoleksi semua jenis. Ini peranakan hasil IB dengan induk sapi lokal. Walau belum asli betul, yang pasti sudah mendekati,” tutur Widodo.

Di luar aspek teknis, konsistensi dan sinergi dengan petugas kesehatan hewan menjadi kunci utama bagi siapapun yang ingin terjun ke dunia peternakan.

“Intinya peternak itu harus senang dulu, hobi dulu. Kalau ada kendala, yang penting kita dekat dengan mantri di kampung untuk konsultasi. Peternak harus semangat dan ulet, tidak boleh panas-panas tahi ayam. Kuncinya ada di pakan. Kalau pakan sudah tersedia, insyaallah semua bisa diatasi,” tegas Widodo. (Rizki)

Baca Klik Ternak di Google News

Bergabunglah dengan kami di Kanal WhatsApp

Share this:

Klik Ternak

Media peternakan yang menghadirkan konten menarik, informatif dan edukatif