Press ESC to close

Solusi Pakan Sapi TEP IPB Edukasi 150 Peternak Di Semangga

Merauke – Klik Ternak. Ekspansi lahan persawahan di Kawasan Transmigrasi Distrik Semangga, Merauke, mulai menyempitkan ruang gerak peternak sapi dalam mencari rumput segar. Menjawab tantangan tersebut, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Peternakan IPB turun langsung ke lapangan untuk membedah potensi kawasan dan merancang peta jalan pengembangan peternakan sapi berbasis sumber daya lokal.

Observasi lapangan dan wawancara mendalam terhadap lebih dari 150 peternak mengungkap bahwa defisit pakan hijauan menjadi persoalan paling mendesak. Peternak kini harus menguras tenaga dan waktu lebih banyak setiap hari hanya untuk memenuhi kebutuhan pakan harian ternak mereka.

Kondisi tersebut mendorong tim menyusun strategi pakan mandiri tanpa harus bergantung pada pasokan dari luar wilayah. Melimpahnya limbah pertanian seperti jerami padi dan dedak di Semangga diarahkan menjadi pakan fermentasi berkualitas. Analisis daya tampung kawasan juga dipetakan secara terukur agar target penambahan populasi sapi tidak melampaui kapasitas penyediaan pakan riil di lapangan.

Potensi lumbung pangan di Distrik Semangga membuka jalan lebar bagi penerapan skema integrated farming atau pertanian terpadu. Jerami padi dimanfaatkan sebagai penopang pakan ternak, sementara kotoran sapi diolah kembali menjadi pupuk penyubur tanaman dengan memanfaatkan mikroorganisme lokal (MOL). Siklus tertutup ini dirancang untuk menekan biaya produksi sekaligus memberi nilai tambah bagi petani dan peternak.

Penguatan tata kelola ternak juga menyentuh aspek vital kesehatan dan reproduksi. Pemanfaatan tanaman herbal lokal dipetakan sebagai benteng pertahanan alami untuk pencegahan penyakit hewan. Pada saat yang sama, optimalisasi program Inseminasi Buatan (IB) diarahkan dengan pendampingan ketat mantri hewan, mulai dari seleksi indukan hingga pemantauan kebuntingan demi mendongkrak produktivitas sapi transmigrasi.

Rangkaian temuan lapangan ini menjadi dasar penting bahwa intervensi program harus bertumpu pada persoalan nyata peternak di tingkat tapak. Saat ladang rumput kian menyusut, jerami padi, dedak, pupuk hayati, dan kekayaan herbal lokal siap diolah menjadi kekuatan baru penopang masa depan peternakan di Merauke. (Klikternak)

Baca Klik Ternak di Google News

Bergabunglah dengan kami di Kanal WhatsApp

Share this:

Klik Ternak

Media peternakan yang menghadirkan konten menarik, informatif dan edukatif