Press ESC to close

IPB University Gandeng Kandangku Farm Cegah Cacingan Pada Domba

Bogor – Klik Ternak. Gangguan kecacingan pada domba acap kali luput dari perhatian peternak karena gejalanya muncul secara perlahan. Padahal, infeksi parasit ini merusak efisiensi pakan, menahan laju pertumbuhan, bahkan berisiko memicu kematian ternak hingga kerugian puluhan juta rupiah.

Menanggapi ancaman tersebut, tim dosen IPB University menggelar program edukasi dan pengabdian masyarakat bersama kelompok ternak Kandangku Farm di Bogor pada Sabtu, (15/8/2026). Tim akademisi yang terdiri dari Dr. Tekad Urip Pambudi Sujarnoko, Dr. drh. Dwi Budiono, dan Dr. Novia Amalia Sholeha turun langsung memberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya infeksi parasit serta dampaknya terhadap kelangsungan usaha peternakan. Kegiatan ini terlaksana melalui pendanaan program BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang telah berjalan sejak Juli 2026.

Pemeriksaan sejak dini menjadi kunci utama penanganan kecacingan. Peternak diimbau waspada jika domba menunjukkan tanda-tanda fisik seperti tubuh makin kurus, pertumbuhan lambat, bulu kusam, penurunan performa, hingga perubahan konsistensi feses. Pada kasus parasit yang memicu kehilangan darah atau protein, gejala klinis tampak lebih nyata berupa selaput mata pucat dan pembengkakan rahang bawah atau *bottle jaw*.

Kendati demikian, indikasi fisik awal tidak selalu spesifik merujuk pada parasit cacing semata. Pengamatan cermat perlu disusul pemeriksaan medis tepat saat muncul kecurigaan infeksi.

“Keterampilan mengamati gejala kecacingan dan melakukan penanganan secara tepat merupakan hal penting yang harus dikuasai peternak,” ujar Dr. drh. Dwi Budiono.

Dokter hewan Dwi menegaskan bahwa peternak tidak boleh menunggu sampai kondisi ternak parah baru mengambil tindakan. Keterlambatan respons berpotensi fatal karena pakan yang dikonsumsi ternak tidak terolah optimal, sehingga pertambahan bobot harian meloncat jauh di bawah potensi genetiknya.

Dampak kecacingan pun menjalar melampaui urusan kesehatan hewan semata.

“Pakan dapat diformulasikan dengan tepat dan ternak memiliki potensi genetik yang baik, tetapi apabila mengalami kecacingan, pemanfaatan nutrien dan pertumbuhan ternak dapat terganggu sehingga menimbulkan kerugian produksi yang signifikan,” kata Dr. Tekad Urip Pambudi Sujarnoko.

Tekad menuturkan, biaya pakan memegang porsi anggaran terbesar dalam operasional peternakan. Ketika bobot ternak tersendat akibat cacingan, durasi pemeliharaan otomatis membengkak demi mencapai target bobot jual. Kerugian peternak pun berlipat: pertambahan bobot terhambat, sementara biaya pakan dan perawatan melambung.

Hitungan ekonominya cukup menguras kantong. Bila seekor domba kehilangan potensi pertambahan bobot 20 gram per hari selama 30 hari, bobot badan yang hilang mencapai 0,6 kilogram per ekor. Untuk populasi 200 ekor domba di Kandangku Farm dengan proyeksi harga jual kurban Rp120.000 per kilogram bobot hidup, potensi kerugian mencapai Rp14.400.000 setiap bulannya.

Pengalaman pahit akibat infeksi parasit ini diakui langsung oleh pengelola lapangan.

“Kandangku Farm pernah mengalami kerugian produksi yang cukup besar dan kematian ternak akibat cacingan terutama di musim awal penghujan, sampai pernah pada feses ternak terdapat cacing,” ujar Ahmad Rizal Fahmi, S.P., Ketua Kelompok Ternak Kandangku Farm.

Fahmi menyadari bahwa peternak merupakan pihak pertama yang berhadapan langsung dengan kondisi ternak setiap hari. Perubahan perilaku, penurunan nafsu makan, kondisi tubuh, hingga warna mukosa domba mestinya menjadi sinyal awal untuk penanganan medis lanjutan.

Sinergi antara perguruan tinggi dan kelompok ternak ini mempertemukan teori ilmiah dengan kenyataan lapangan. Akademisi membawa pemahaman mendalam terkait nutrisi dan kesehatan, sementara peternak menyumbang peta tantangan nyata di kandang. Langkah pencegahan dini pada akhirnya bukan sekadar mempertahankan kesehatan domba, melainkan mengamankan efisiensi pakan, mengendalikan biaya pemeliharaan, dan menjaga keberlanjutan profit usaha peternakan. (Klik Ternak)

Baca Klik Ternak di Google News

Bergabunglah dengan kami di Kanal WhatsApp

Share this:

Klik Ternak

Media peternakan yang menghadirkan konten menarik, informatif dan edukatif