
Merauke – Klikternak.com. Tim 17 Ekspedisi Patriot menguji efektivitas atraktan berbahan sederhana untuk mengendalikan populasi lalat pada kandang sapi di Distrik Semangga, Merauke, Papua Selatan. Langkah ini dijalankan untuk mendukung sanitasi lingkungan peternakan melalui pemanfaatan karbon dioksida (CO2) dan aroma pemikat.
Uji coba tersebut menerapkan empat perlakuan berbeda. Formula pertama memakai campuran ragi dan gula sebagai sumber karbon dioksida. Formula kedua menggunakan larutan terasi sebagai sumber aroma penarik, sedangkan formula ketiga memadukan ragi, gula, dan terasi. Tim juga menyiapkan air demineral sebagai perlakuan kontrol pembanding.
Sebelum ditempatkan pada kandang sapi, seluruh formulasi difermentasi selama tiga jam. Bahan atraktan diletakkan di area kandang selama 24 jam dan diganti dengan cairan baru setiap hari sepanjang tiga hari pengujian. Efektivitas dinilai dari banyaknya lalat atau serangga yang terperangkap pada masing-masing perlakuan.
Kombinasi ragi, gula, dan terasi mencatat hasil tangkapan paling tinggi dibandingkan formula lainnya. Paduan pelepasan karbon dioksida dan aroma terasi terbukti menarik lalat lebih banyak ketimbang penggunaan bahan secara terpisah. Ketua Tim 17 Ekspedisi Patriot menjelaskan tujuan dari pengujian bahan tersebut.
“Pengujian atraktan ini merupakan salah satu upaya kami untuk menghadirkan solusi sederhana yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi peternakan di Distrik Semangga. Formulasi yang telah ditetapkan ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif yang praktis dalam membantu pengendalian lalat serta menjaga kebersihan lingkungan kandang dan kesehatan ternak,” ujar Ketua Tim 17 Ekspedisi Patriot.
Penerapan formulasi berbahan lokal ini diarahkan untuk mendukung manajemen kesehatan ternak dan kebersihan kandang secara berkelanjutan di Distrik Semangga. (Klikternak)
