Lewati ke konten utama

Press ESC to close

Tim Ekspedisi Patriot IPB Dorong Pengendalian Lalat Ternak Lewat Flytraktan

2 menit baca
Siap membacakan artikel

Merauke – Klikternak.com. Tim 17 Ekspedisi Patriot IPB University menyerahkan 45 kit flytraktan kepada peternak di Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Setiap peternak memperoleh satu kit perangkap untuk dipasang langsung di area kandang masing-masing. Penyerahan bantuan ini berlangsung seusai Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Manajemen Sistem Peternakan Skala Industri dan Pengembangan Pertanian Terintegrasi Berkelanjutan”. Langkah tersebut menjadi tindak lanjut demonstrasi pembuatan atraktan yang telah diperkenalkan kepada warga sebelumnya.

Melalui alat ini, peternak diajak memantau secara langsung populasi lalat yang terjerat sekaligus mempelajari penempatan wadah yang pas di lingkungan ternak.

“Setelah sebelumnya kami memperkenalkan cara pembuatan flytraktan, kali ini kami menyerahkan kit agar peternak bisa langsung menggunakannya di kandang. Harapannya, peternak dapat mengamati hasil penggunaannya dan memahami bagaimana metode ini dapat diterapkan sesuai kondisi di lapangan,” ujar perwakilan Tim 17 Ekspedisi Patriot IPB University.

Bahan larutan perangkap sengaja dipilih dari material yang gampang dicari di pasar lokal. Tujuannya jelas. Peternak diharapkan mampu meracik kembali cairannya secara mandiri saat stok habis.

Penerima bantuan menyambut positif pembagian kit tersebut lantaran keberadaan lalat kerap mengusik kenyamanan ternak di Semangga.

“Selama ini lalat memang sering ada di sekitar kandang. Dengan adanya alat ini, kami bisa mencoba langsung dan melihat hasilnya. Kalau bahan-bahannya mudah diperoleh, tentu akan lebih mudah untuk digunakan kembali,” ungkap salah seorang peternak penerima kit.

Meski begitu, pemakaian perangkap aroma penarik lalat bukan berarti peternak boleh mengabaikan kebersihan lingkungan pemeliharaan ternak.

Ahli Pertama Medik Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu, drh. Moh. Adis Mawaddah P. Saramba, mengingatkan bahwa pengendalian vektor adalah komponen tak terpisahkan dari tata kelola kesehatan ternak secara menyeluruh.

“Pengendalian vektor merupakan bagian dari manajemen kesehatan ternak. Kita tidak hanya melihat ternaknya ketika sakit, tetapi juga perlu memperhatikan lingkungan kandang, termasuk keberadaan lalat dan faktor lain yang dapat mengganggu kesehatan ternak,” jelas drh. Adis.

Ia menekankan bahwa pemasangan perangkap hanya berfungsi sebagai alat bantu penekan populasi hama terbang. Kebersihan tetap utama.

“Penggunaan perangkap seperti flytraktan dapat menjadi salah satu upaya untuk membantu mengendalikan lalat. Namun, pengendalian tidak cukup hanya dengan memasang perangkap. Sanitasi kandang dan pengelolaan kotoran serta limbah juga harus tetap dilakukan,” pungkas drh. Adis.

Rutin membersihkan kotoran, menyingkirkan ceceran pakan, dan mengelola limbah organik menjadi kunci agar lalat tidak terus berkembang biak di area peternakan Semangga. (Klikternak)

Nlp 930 X 180