
Tangerang – Klikternak.com. Unit usaha pengolahan telur IndoEggs di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, mencatatkan omzet bulanan hingga ratusan juta rupiah setelah memperluas varian olahan telur asin dan bermitra dengan peternak lokal, Rabu, (28/10/2026). Langkah perintisan bermula dari rumah.
Ukas mulai membantu penjualan eceran milik sang ayah sejak 2017 sebelum memutuskan memegang kendali penuh operasional bisnis keluarga.
“Bagi saya, usaha keluarga ini bukan sekadar tentang berjualan telur, tetapi juga tentang bagaimana menjaga apa yang sudah dirintis dan membuatnya terus berkembang,” ujar pengelola IndoEggs Makhdul Mukhlasin, yang akrab disapa Ukas.
Usaha ini tidak lagi bertumpu pada butiran telur mentah. Kuning telurnya bertekstur masir. Unit usaha tersebut merambah pembuatan telur asin konvensional, telur asin panggang, hingga produk kuning telur asin olahan untuk memasok kebutuhan industri boga.
Meski begitu, diversifikasi produk menuntut pengendalian mutu yang ketat pada kebersihan fasilitas pengolahan.
“Kami ingin konsumen memiliki lebih banyak pilihan, baik telur asin konvensional maupun produk olahan, tanpa kehilangan cita rasa yang menjadi ciri khasnya,” imbuh Ukas.
Inovasi pengolahan berdampak nyata pada neraca keuangan. Pendapatan rutin IndoEggs kini berada di kisaran lebih dari Rp200 juta per bulan.
Perbedaan omzet tersebut terlihat kontras dibandingkan masa awal ketika penjualan eceran sang ayah belum menembus Rp20 juta per bulan, sementara pemasaran produk saat itu hanya mampu menjangkau pembeli di seputar wilayah Tangerang. Rekor penjualan tertinggi bahkan sempat menyentuh angka Rp800 juta dalam satu bulan. Pasarnya meluas ke luar daerah.
Perluasan kapasitas produksi berjalan seiring pembenahan rantai pasok bahan baku dari peternak bebek setempat guna mendukung program hilirisasi peternakan. Sebabnya, stabilitas mutu produk olahan bertumpu langsung pada kesegaran pasokan telur di tingkat hulu.
“Dengan memberdayakan peternak lokal, kami ingin menyediakan telur yang segar, bergizi, dan kaya protein bagi setiap keluarga,” kata Ukas.
Hasil olahan kuning telur kini banyak diserap sebagai bahan baku saus, kudapan ringan, hingga adonan roti dan pastri. Ia terus menjaga keandalan pasokan telur dari mitra peternak demi menjaga ketersediaan bahan baku di masa depan.
“Kepercayaan konsumen merupakan hal yang penting untuk dipertahankan agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan,” pungkasnya. (RED/KT)











