Lewati ke konten utama

Press ESC to close

“Paramedik Veteriner IPB Latih Peternak Bogor Tangani Domba Melahirkan dan Penyakit Reproduksi

3 menit baca
Siap membacakan artikel

Bogor – Klikternak.com. Program Studi Paramedik Veteriner membekali peternak di Kelompok Tani Ternak (KTD) Alam Jaya Makmur, Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor, dengan keterampilan penanganan domba melahirkan serta pengenalan penyakit reproduksi, Rabu, (21/10/2026).

Pelatihan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) ini digelar untuk merespons tingginya kasus kegagalan kelahiran di kandang peternak. Dalam kegiatan bertema “Penyakit Reproduksi dan Cara Penanganan Domba Melahirkan” tersebut, peternak diajari mengenali gejala darurat pada induk bunting.

Peternak kerap panik. Soalnya, penanganan persalinan ternak selama ini masih kerap dilakukan seadanya tanpa pemahaman medis dasar.

Ketua PPM, drh. Tetty Barunawati Siagian, M.Si., memimpin langsung edukasi ini bersama tim dosen yang beranggotakan drh. Henny Endah Anggraeni, M.Sc., Dr. drh. Ernis Sulistiawati, drh. Heryudianto Vibowo, M.Si., serta drh. Wining Astini, M.Si., dengan turut melibatkan mahasiswa.

Dalam pemaparannya, Tetty membeberkan deretan kasus reproduksi yang paling sering menjegal peternak di lapangan. Masalah tersebut meliputi induk yang mengalami kesulitan melahirkan, anak mati saat lahir, keguguran, hingga kasus prolapsus uterus alias keluarnya rahim dari saluran reproduksi. Gangguan lain yang kerap luput adalah retensi plasenta saat ari-ari tertahan di dalam tubuh induk, serta anak domba yang gagal mendapatkan air susu pertama usai dilahirkan.

Risiko kerugiannya tinggi. Kondisi darurat tersebut bukan hanya mengancam nyawa ternak, melainkan langsung memukul perputaran modal usaha tani.

“Permasalahan reproduksi tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan dan keselamatan induk maupun anak domba, tetapi juga dapat menimbulkan kerugian ekonomi bagi peternak. Kematian induk atau anak, meningkatnya biaya pengobatan, serta waktu yang lebih lama bagi induk untuk bunting kembali dapat memengaruhi produktivitas usaha peternakan,” jelas Tetty.

Melalui bimbingan teknis ini, para anggota kelompok peternak diajari langkah-langkah pertolongan pertama yang aman saat induk mulai mengejan. Peserta dilatih melihat tanda-tanda fisik kapan proses melahirkan masih berlangsung wajar dan kapan komplikasi membutuhkan intervensi rujukan.

Keterlibatan mahasiswa di lapangan sekaligus menjadi media pembelajaran langsung untuk mengidentifikasi persoalan kesehatan hewan ternak di tingkat akar rumput. Di sisi lain, peternak ditekankan agar tidak ragu memanggil tenaga medis ketika menemukan indikasi infeksi atau posisi anak sungsang di dalam kandungan.

Salah seorang peternak KTD Alam Jaya Makmur, Entis, mengaku materi yang diberikan menjawab keraguan warga saat mengurus indukan yang hendak melahirkan di malam hari.

“Kami sangat senang mendapatkan pengetahuan tentang penyakit reproduksi dan cara menangani kelahiran domba. Harapannya, setelah mengikuti penyuluhan ini, kami menjadi lebih percaya diri dalam membantu proses kelahiran domba dan mengetahui kapan harus meminta bantuan petugas kesehatan hewan,” pungkas  Entis. (Klikternak)

  • Reportase : drh. Tetty Barunawati Siagian, M.Si. (Dosen Paramedik Veteriner, Sekolah Vokasi IPB)
  • Editorial : Klik Ternak
Nlp 930 X 180