Press ESC to close

Mengenali Tanda Birahi pada Sapi

Merauke – Klik Ternak.Bagi para pelaku usaha breeding sapi, keberhasilan mendapatkan pedet yang sehat menjadi salah satu tujuan utama. Semakin baik tingkat keberhasilan reproduksi, semakin tinggi pula produktivitas dan keuntungan dalam usaha peternakan sapi. Namun, masih banyak peternak yang mengalami kendala karena sapi sulit bunting meskipun kondisi pakan dan pemeliharaannya sudah cukup baik.

Salah satu penyebab yang paling sering terjadi adalah kurangnya mengenali tanda birahi pada sapi. Ketika birahi pada sapi tidak terdeteksi dengan benar, proses kawin alami maupun inseminasi buatan (IB) sering dilakukan di luar waktu yang ideal. Akibatnya peluang terjadinya pembuahan menjadi lebih rendah sehingga peternak harus menunggu siklus berikutnya.

Siklus Birahi pada Sapi

Siklus birahi pada sapi merupakan proses alami yang terjadi secara berulang selama sapi betina berada dalam kondisi reproduksi yang normal. Secara umum, satu siklus berlangsung sekitar 18–24 hari, dengan rata-rata sekitar 21 hari yang terdiri dari beberapa fase, yaitu:

1. Fase Proestrus

Proestrus merupakan tahap awal sebelum sapi memasuki masa birahi. Pada fase ini terjadi perubahan hormon yang mempersiapkan organ reproduksi untuk ovulasi.

Biasanya perubahan perilaku belum terlalu terlihat. Namun beberapa sapi mulai tampak lebih aktif, sering mengendus sapi lain, dan sedikit mengalami penurunan nafsu makan.

2. Fase Estrus (Masa Birahi)

Estrus adalah fase paling penting dalam reproduksi karena pada tahap inilah sapi siap menerima pejantan atau dilakukan inseminasi buatan.

Fase ini umumnya berlangsung sekitar 12–18 jam, meskipun pada beberapa sapi dapat sedikit lebih lama atau lebih singkat. Waktu inilah yang menjadi periode emas untuk meningkatkan peluang kebuntingan.

Jika peternak terlambat mengenali tanda birahi pada sapi, maka kesempatan terbaik untuk pembuahan dapat terlewat sehingga harus menunggu siklus berikutnya.

3. Fase Metestrus

Setelah masa estrus berakhir, sapi memasuki fase metestrus. Pada tahap ini ovulasi telah terjadi dan tubuh mulai membentuk korpus luteum.

Gejala birahi mulai menghilang sehingga sapi kembali tenang. Jika terjadi pembuahan, embrio akan mulai berkembang menuju proses kebuntingan.

4. Fase Diestrus

Diestrus merupakan masa istirahat reproduksi. Organ reproduksi berada dalam kondisi stabil sambil menunggu hasil pembuahan.

Jika sapi tidak bunting, hormon reproduksi akan kembali berubah sehingga siklus dimulai lagi dari fase proestrus.

Ciri-Ciri Sapi Birahi

Selain memahami siklus reproduksi, peternak juga harus mengenali berbagai tanda birahi pada sapi. Tanda-tanda tersebut dapat dilihat dari perubahan perilaku maupun kondisi fisik sapi. Semakin cepat gejala dikenali, semakin besar peluang keberhasilan perkawinan ataupun inseminasi buatan.

1. Sapi Menjadi Lebih Gelisah

Salah satu ciri paling mudah dikenali adalah perubahan perilaku.

Sapi yang sedang mengalami birahi biasanya tampak lebih aktif daripada biasanya. Hewan tersebut sering berjalan mondar-mandir, melenguh lebih sering, serta terlihat tidak tenang.

Perubahan perilaku ini muncul akibat meningkatnya hormon reproduksi selama fase estrus.

2. Sering Menaiki atau Mau Dinaiki Sapi Lain

Ini merupakan salah satu tanda birahi pada sapi yang paling akurat.

Sapi yang sedang estrus biasanya akan mencoba menaiki sapi lain atau justru diam ketika dinaiki oleh sapi lain.

Perilaku “diam saat dinaiki” bahkan menjadi indikator yang paling sering digunakan oleh peternak maupun inseminator karena menunjukkan bahwa sapi benar-benar berada pada puncak masa birahi.

3. Keluar Lendir Bening dari Vulva

Gejala fisik yang paling mudah diamati adalah keluarnya lendir bening dari vulva.

Lendir tersebut biasanya:

  • bening dan transparan;
  • licin;
  • elastis atau menggantung cukup panjang.

Munculnya lendir ini menandakan bahwa saluran reproduksi sedang berada pada kondisi optimal untuk menerima sperma.

4. Vulva Membengkak dan Berwarna Kemerahan

Selain mengeluarkan lendir, vulva juga mengalami perubahan bentuk.

Beberapa cirinya antara lain:

  • tampak lebih besar;
  • sedikit membengkak;
  • berwarna merah muda hingga kemerahan;
  • terasa lebih hangat ketika disentuh.

Sebagian peternak mengenalnya dengan istilah 3A, yaitu:

  • Abang (kemerahan),
  • Aboh (membengkak),
  • Anget (lebih hangat).

5. Ekor Sering Terangkat

Sapi yang sedang birahi juga cenderung sering mengangkat atau menggerakkan ekornya.

Kondisi ini terjadi karena adanya rasa tidak nyaman pada area reproduksi sekaligus respons terhadap perubahan hormon selama estrus.

Kapan Waktu Terbaik Melakukan Inseminasi Buatan?

Mengetahui tanda birahi pada sapi saja belum cukup apabila peternak tidak memahami kapan waktu terbaik melakukan inseminasi.

Secara umum, inseminasi buatan dianjurkan dilakukan sekitar 9–12 jam setelah tanda birahi pertama terlihat. Waktu tersebut memberikan peluang yang lebih tinggi karena sperma memiliki kesempatan mencapai saluran reproduksi sebelum ovulasi berlangsung.

Jika inseminasi dilakukan terlalu cepat atau terlalu lambat, tingkat keberhasilan kebuntingan dapat menurun.

Karena itu, peternak sebaiknya melakukan pengamatan rutin minimal dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari. Dengan cara tersebut, waktu munculnya birahi dapat diketahui lebih akurat.

Referensi:

Baca Klik Ternak di Google News

Bergabunglah dengan kami di Kanal WhatsApp

Share this: