
Merauke – Klik Ternak. Mengakselerasi kapasitas peternakan di kawasan transmigrasi, Tim Peternakan Ekspedisi Patriot 2026 Kelompok 17 IPB University menggelar pelatihan teknologi reproduksi ternak di Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Senin, (24/08/2026). Agenda ini membedah teknik penampungan, evaluasi kualitas, hingga formulasi bahan pengencer semen ternak secara langsung di lapangan.
Program binaan Kementerian Transmigrasi tersebut merangkul lintas elemen peternakan di Merauke. Mulai dari dosen dan mahasiswa Program Studi Peternakan Universitas Musamus, perwakilan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke, hingga petugas inseminator serta peternak lokal turut ambil bagian dalam sesi teori dan praktik.
Ketua Tim Peternakan Ekspedisi Patriot 2026, Dr. drh. Dwi Budioni, M.Si., membuka agenda dengan menggarisbawahi urgensi penguasaan keterampilan aplikatif bagi para pelaku peternakan di daerah.
“Teknologi reproduksi merupakan salah satu aspek penting dalam pengembangan peternakan. Karena itu, kami ingin peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga memiliki pengalaman praktik yang dapat diterapkan ketika mendampingi masyarakat di lapangan,” papar Dwi.
Urgensi keterampilan teknis tersebut diamini akademisi lokal. Dosen Peternakan Universitas Musamus, Dr. Heny Vensye Saiya, S.Pt., M.Si., menilai bahwa ruang praktik langsung menjadi jembatan krusial bagi mahasiswa agar memahami standar ketelitian yang tinggi dalam penanganan semen.
“Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori reproduksi ternak. Mereka juga perlu melihat dan mempraktikkan secara langsung bagaimana semen ditampung, dievaluasi kualitasnya, kemudian dilakukan pengenceran dengan prosedur yang tepat,” tutur Heny seraya mengingatkan bahwa kesalahan kecil pada salah satu tahapan dapat merusak mutu semen.
Apresiasi positif turut datang dari instansi pemerintah daerah. Perwakilan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kota Merauke, Sem Aser Tandirama, S.Pt., menyambut pelatihan ini sebagai langkah strategis dalam mendongkrak produktivitas populasi ternak lokal.
“Pelatihan seperti ini sangat baik karena memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta, khususnya mengenai penanganan semen ternak. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dan dikembangkan untuk mendukung peningkatan produktivitas peternakan di Distrik Semangga,” harap Sem Aser.
Di sisi lain, materi pengolahan semen domba dan pembuatan larutan pengencer menjadi penyegar wawasan bagi para petugas lapangan yang bertugas mengawal pelayanan inseminasi buatan.
“Kegiatan seperti ini memberikan tambahan wawasan bagi kami di lapangan. Dengan memahami proses dan penanganan semen dengan baik diharapkan kualitas pelayanan reproduksi ternak dapat terus ditingkatkan,” ungkap salah seorang inseminator Distrik Semangga.
Bagi peternak yang selama ini hanya menerima layanan kawin suntik, pelatihan ini membuka pemahaman baru mengenai standar mutu genetik ternak.
“Kami mendapatkan pengetahuan baru tentang bagaimana semen ditangani dan dijaga kualitasnya. Pelatihan ini bermanfaat bagi kami karena dapat menambah pemahaman tentang reproduksi ternak dan pentingnya penanganan yang tepat,” aku salah seorang peternak Semangga.
Antusiasme peserta terlihat kian hidup saat sesi demonstrasi alat dan bahan pengencer semen berlangsung. Mahasiswa Universitas Musamus, Lorensius H. Abu, mengakui pengalaman teknis tersebut memberinya gambaran nyata mengenai dunia kerja reproduksi ternak.
“Pelatihan ini membuka wawasan kami bahwa setiap tahapan membutuhkan ketelitian, mulai dari persiapan alat dan bahan, penampungan, evaluasi kualitas semen, hingga pengenceran. Pengalaman praktik seperti ini sangat membantu kami memahami materi secara lebih nyata,” jelas Lorensius.
Penguatan kapasitas yang diinisiasi Tim Peternakan Ekspedisi Patriot 2026 IPB University ini diharapkan menjadi fondasi berkelanjutan untuk memajukan produktivitas peternakan di bumi Semangga. (Klikternak)
Baca Klik Ternak di Google News
Bergabunglah dengan kami di Kanal WhatsApp
