
Merauke – Klikternak. Saat musim kemarau tiba, peternak mulai merasa pusing, apalagi soal ketersediaan air dan pakan. Tapi, masalah yang gak kalah penting dan sering diabaikan itu justru urusan kandang, lho. Banyak peternak pemula, termasuk saya dulu, mikirnya yang penting puyuh bisa masuk, udah cukup. Eh, ternyata salah besar! Desain kandang puyuh itu penting banget, kayak pondasi rumah. Kalau pondasinya gak kuat, bangunannya gampang roboh. Sama juga, kalau kandangnya asal-asalan, produktivitas puyuh bisa menurun, puyuhnya gampang sakit, dan kita sendiri yang capek bolak-balik ngurusin.
Nah, di artikel ini, kita bakal ngobrolin gimana sih caranya bikin kandang puyuh rumahan yang rapi, hemat tempat, tapi hasilnya maksimal. Anggap aja ini obrolan santai sambil ngopi, saya bakal bagiin pengalaman dan tips praktis yang bisa langsung kamu terapkan. Yuk, kita bedah satu per satu!
Kenapa Desain Kandang Puyuh Itu Penting Banget?
Coba bayangin, kalau kita tinggal di rumah yang sumpek, pengap, kotor, dan berantakan, pasti gak nyaman, kan? Kita jadi gampang stres, sakit, dan males ngapa-ngapain. Sama persis kayak puyuh. Kandang yang sembarangan itu bisa bikin puyuh stres, telurnya kotor, bahkan bikin kita kewalahan pas bersih-bersih. Padahal, kalau kandangnya didesain dengan baik, puyuh jadi betah, produksi telur stabil, dan kita kerja pun jadi lebih efisien. Enak, kan?
Penelitian juga bilang, kalau sirkulasi udara di kandang jelek, gas amonia bisa numpuk. Ini bahaya banget buat pernapasan puyuh dan bisa nurunin produksi telur sampai 20-30%! Belum lagi kalau kandangnya terlalu padat, puyuh jadi stres, telurnya makin sedikit, dan banyak yang mati. Makanya, jangan sekali-kali sepelekan desain kandang puyuh ya!
Mengenal Jenis-Jenis Kandang Puyuh: Mana yang Paling Pas Buat Kita?
Sebelum mulai bangun kandang, kita harus kenalan dulu nih sama jenis-jenis kandang puyuh. Tiap jenis punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, jadi kita harus pilih yang paling cocok sama tujuan dan skala usaha kita.
Kandang Baterai (Battery Cage)
Nah, ini dia yang paling populer buat puyuh petelur, terutama buat skala rumahan. Bentuknya kayak rak bertingkat, ada sekat-sekatnya buat puyuh individual atau kelompok kecil. Mirip laci bertumpuk gitu deh.
- Keunggulannya: Hemat tempat banget, bisa menampung banyak puyuh di lahan sempit. Terus, gampang banget ngontrol kesehatan dan produksinya satu per satu. Kotorannya juga langsung jatuh ke bawah, jadi telur tetap bersih. Cocok banget buat pemula yang punya lahan terbatas.
Kandang Litter (Lantai)

Kalau yang ini, puyuh dibiarkan bebas bergerak di lantai yang dialasi sekam padi atau serbuk kayu. Biasanya sih buat puyuh pedaging atau puyuh anakan (DOQ).
- Kekurangannya: Butuh lahan yang luas dan harus rajin bersih-bersih, soalnya puyuh langsung kontak sama kotoran. Kurang efisien buat produksi telur komersial karena telurnya gampang kotor dan susah diambil.
Kandang Postal (Koloni)

Ini mirip kandang litter, tapi dalam satu ruangan diisi kelompok puyuh yang lebih besar. Biaya awal bikinnya lebih murah dari kandang baterai, tapi susah banget ngontrol produksi dan kesehatan puyuh satu per satu.
- Kekurangannya: Kurang populer buat puyuh petelur komersial. Kenapa? Karena susah ngawasin produktivitasnya, terus risiko penyebaran penyakit juga lebih tinggi karena puyuh kumpul banyak.
Jadi, buat kamu yang fokusnya ke kandang puyuh petelur, pilihan paling oke dan efisien itu ya kandang puyuh baterai. Hemat tempat, gampang ngurusnya, dan kontrol produksi telur juga lebih maksimal.
Ukuran Kandang Baterai yang Ideal: Jangan Sampai Salah Ukur!
Ukuran kandang itu gak bisa asal. Kalau kekecilan, puyuh stres, produksi turun. Kalau kebesaran, buang-buang tempat dan biaya. Jadi, harus pas!
- Ukuran Per Unit Kandang:
Idealnya, satu unit kandang baterai itu panjangnya 100-120 cm, lebarnya 50-60 cm, dan tingginya 30-35 cm. Nah, ukuran segini bisa menampung sekitar 30-40 ekor puyuh petelur dewasa. Ingat ya, kepadatan ideal itu sekitar 200-250 cm² per ekor puyuh. Jangan sampai lebih padat dari itu, karena puyuh bisa stres berat, terus produksi telurnya anjlok sampai 30-40%! - Jarak Antar Tingkat:
Kalau kandangmu bertingkat, jarak antara alas kandang atas sama atap kandang bawah minimal 30-35 cm. Kenapa? Biar udara bisa bersirkulasi dengan baik dan kita gampang pas mau ambil telur atau bersih-bersih. Kalau terlalu rapat, panas dan gas amonia bisa numpuk. - Tinggi Total Kandang Bertingkat:
Kandang 3-4 tingkat dengan tinggi total sekitar 150-180 cm itu paling nyaman buat kita kerja. Gak terlalu tinggi sampai susah dijangkau, dan gak terlalu rendah sampai bikin pegal punggung.
Material dan Konstruksi Kandang: Pilih yang Awet dan Efisien
Pilihan bahan bangunan kandang itu ngaruh banget sama seberapa awet kandang kita, berapa biaya yang kita keluarin, dan gimana kenyamanan kita saat kerja.
Rangka Kandang:
Ada dua pilihan utama:
- Kayu atau Bambu: Murah dan gampang dicari. Tapi, gampang lapuk, rentan jadi sarang hama, dan gak tahan lama.
- Besi Hollow atau Pipa Galvanis: Kuat, tahan lama, dan lebih higienis. Memang sih, biaya awalnya lebih mahal. Tapi, kalau buat jangka panjang, besi galvanis itu lebih ekonomis karena bisa tahan 10-15 tahun, sementara kayu harus diganti tiap 2-3 periode. Jadi, mending investasi di awal buat yang lebih awet, kan?
Alas Kandang:
Pake kawat ram dengan lubang sekitar 1-1.5 cm. Ini penting! Lubang yang pas bikin kotoran jatuh ke bawah, tapi kaki puyuh tetap nyaman dan telur gak gampang jatuh. Pastikan kawatnya berkualitas tinggi dan anti karat ya! Ada juga peternak modern yang udah pake alas plastik food-grade yang lebih awet dan gampang dibersihkan.
Tempat Pakan dan Minum:
Palung pakan bisa dari pipa PVC yang dibelah atau nampan panjang. Untuk minum, ada nipple drinker otomatis atau cup drinker manual. Nipple drinker itu lebih higienis, airnya gak gampang kotor, dan bisa hemat air sampai 30%. Posisikan tempat pakan dan minum di luar kandang, tapi puyuh tetap bisa menjangkaunya. Ini biar pakan gak keinjak dan air gak tumpah ke dalam kandang, jadi kandang tetap bersih dan pakan gak mubazir.
Ventilasi dan Pencahayaan: Rahasia Puyuh Sehat dan Produktif
Dua hal ini sering banget dilupain, padahal krusial banget buat kesehatan dan produktivitas puyuh.
Sistem Ventilasi:
Kandang harus punya sirkulasi udara yang bagus, tapi jangan sampai puyuh kena angin kencang langsung. Ventilasi yang cukup itu penting buat:
- Menjaga oksigen tetap cukup.
- Nurunin suhu kandang.
- Ngontrol kelembaban (ideal 60-80%).
- Ngeminimalisir gas beracun kayak amonia. Gas amonia itu bahaya banget, bisa bikin puyuh iritasi pernapasan, nurunin kekebalan tubuh, bahkan bikin puyuh gampang kena penyakit. Makanya, sediakan jendela atau celah ventilasi di bagian atas kandang. Jarak kandang dengan dinding juga minimal 10-15 cm ya, biar udara bisa lewat.
Pencahayaan yang Tepat:
Puyuh petelur butuh cahaya 14-16 jam sehari biar produksi telurnya maksimal. Bisa dari matahari langsung atau lampu tambahan kalau kandangmu tertutup. Penelitian bilang, puyuh yang cukup cahaya bisa produksi telur 75% lebih tinggi! Untuk aplikasi praktis, lampu putih standar dengan intensitas 15-25 lux udah cukup efektif kok.
Manajemen Kebersihan dan Penampungan Kotoran: Kunci Utama Pencegahan Penyakit
Kebersihan kandang itu pondasi biar puyuh gak gampang sakit dan produksinya stabil.
Sistem Penampungan Kotoran:
Kandang bertingkat wajib punya dropping board atau penampung kotoran di bawah tiap tingkat. Bisa pake nampan plastik atau triplek yang gampang dibersihin. Ini penting biar kotoran gak numpuk di kandang dan puyuh gak langsung kena amonia. Kotoran puyuh harus dikumpulin rutin, minimal 2-3 kali seminggu. Kalau dibiarin, selain bau, amonia juga numpuk dan bakteri jahat bisa tumbuh.
Pencegahan Penyakit Lewat Sanitasi:
Sanitasi yang baik itu cara paling ampuh dan murah buat nyegah penyakit. Bersihin kandang rutin pake disinfektan, cuci tempat pakan dan minum tiap hari, dan jangan biarin kotoran numpuk lebih dari 2 hari. Penting juga nih, setelah panen puyuh, kandang harus dikosongin dulu (istirahat kandang) dan didisinfeksi menyeluruh. Ini buat mutusin rantai penyakit.
Tips Praktis Biar Kerja Kita Makin Gampang!
Desain kandang yang bagus itu gak cuma mikirin puyuh, tapi juga kita sebagai peternak. Biar kerja kita jadi efisien.
Kemudahan Pengambilan Telur:
Alas kandang sebaiknya dibuat miring 5-7 derajat. Jadi, telur otomatis menggelinding ke ujung kandang yang ada penampungnya. Ini bikin kita gampang panen telur 2-3 kali sehari tanpa harus buka-buka kandang, hemat waktu, dan puyuh gak terlalu terganggu.
Pengaturan Alur Kerja yang Logis:
Tata area kerja kita dengan efisien. Tempat pakan, kandang, tempat cuci, dan tempat penyimpanan telur harus dalam satu alur yang gampang dijangkau. Jangan sampai kita bolak-balik jauh cuma buat ambil pakan atau buang kotoran. Jarak antar blok kandang juga minimal 50-60 cm ya, biar kita leluasa bergerak.
Estimasi Biaya dan Analisis Kelayakan: Modal Berapa, Untung Berapa?
Sebelum mulai, kita harus tahu nih, berapa modal yang dibutuhkan dan kira-kira untungnya gimana.
- Modal Awal (untuk 100 ekor):
Sekitar Rp 1.150.000 – Rp 1.500.000. Ini udah termasuk bibit puyuh betina (sekitar Rp 3.500/ekor), 2-3 unit kandang baterai (Rp 200.000-250.000/unit), peralatan pendukung, dan biaya lain-lain. Kalau mau kandang yang lebih awet dari galvanis, memang lebih mahal di awal, tapi lebih hemat jangka panjang. - Biaya Operasional Bulanan (untuk 100 ekor):
Sekitar Rp 800.000 – Rp 950.000. Paling besar buat pakan konsentrat, terus listrik, vitamin, dan obat-obatan. - Proyeksi Pendapatan dan Keuntungan:
Puyuh mulai bertelur umur 42 hari dan bisa menghasilkan 200-300 butir telur setahun. Dengan 100 ekor puyuh dan produktivitas 70-80%, kita bisa dapat 70-80 butir telur per hari, atau sekitar 2.100-2.400 butir per bulan. Kalau harga telur puyuh Rp 300-500 per butir, pendapatan bulanan bisa Rp 630.000 – Rp 1.200.000. Setelah dikurangi biaya operasional, keuntungan bersih per bulan bisa sekitar Rp 250.000 – Rp 400.000 untuk 100 ekor puyuh. Lumayan, kan?
Analisis kelayakan bilang, usaha puyuh petelur itu menjanjikan banget kok. Balik modalnya juga relatif cepat, sekitar 3-18 bulan tergantung skala usahanya. Jadi, gak perlu ragu buat mulai usaha kandang puyuh ini.
Kesimpulan
Jadi, teman-teman, desain kandang puyuh itu bener-bener fondasi kesuksesan usaha kandang puyuh petelur. Kandang yang dirancang dengan baik, yang bikin puyuh nyaman, operasional efisien, ventilasi oke, dan gampang dibersihin, itu bakal ngasih hasil telur yang stabil, puyuh yang sehat, dan kerja kita pun jadi lebih ringan.
Investasi waktu dan biaya di awal buat bikin kandang yang bagus itu pasti bakal terbayar lunas lewat produktivitas jangka panjang. Jangan buru-buru bikin kandang asal-asalan ya. Luangkan waktu buat perencanaan matang, pilih material yang berkualitas, dan pastikan ventilasi sama pencahayaan udah sesuai standar. Dengan kandang puyuh yang bagus, usaha kita bakal punya fondasi kuat buat terus berkembang dan ngasih keuntungan ekonomi yang berkelanjutan.
Buat pemula, saran saya sih, mulai aja dulu dari skala kecil, misalnya 100-200 ekor. Belajar dulu manajemennya, baru deh nanti kalau udah mahir, bisa ekspansi. Fokus pada kualitas kandang dan manajemen kesehatan itu jauh lebih penting daripada cuma ngejar kuantitas tanpa persiapan yang matang. Dengan ilmu yang tepat, beternak puyuh petelur bisa jadi sumber penghasilan yang stabil dan berkelanjutan buat kita. (Klikternak).
Referensi
- Piro System. (2025, November 25). Kandang Puyuh Petelur: Panduan Memilih dan Membuat Kandang yang Efektif untuk Produksi Telur Maksimal. Diakses pada 20/05/2024 dari https://piro-system.com/kandang-puyuh-petelur-panduan-memilih-dan-membuat-kandang-yang-efektif-untuk-produksi-telur-maksimal/
- Rekreartive. (2023, November 14). Segini Modal Ternak Puyuh Petelur 100 Ekor. Diakses pada 20/05/2024 dari https://rekreartive.com/segini-modal-ternak-puyuh-petelur-100-ekor/
- Tiaracollectionjogja. (2013, Oktober 21). Pembuatan Kandang Baterai/Sangkar Puyuh. Diakses pada 20/05/2024 dari https://tiaracollectionjogja.wordpress.com/2013/10/21/pembuatan-kandang-baterai-sangkar-puyuh/
- Sari Rosa Asih. (2023, November 1). Sirkulasi Kandang dan Amoniak. Diakses pada 20/05/2024 dari http://www.sarirosaasih.com/artikel/sirkulasi-kandang-dan-amoniak.html
Baca Klik Ternak di Google News
Bergabunglah dengan kami di Kanal WhatsApp






Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.