
Jakarta – Klik Ternak. Industri peternakan sapi di Indonesia dinilai mengalami stagnasi karena produksi yang rendah dan pengembangan yang masih bergantung pada program hibah serta usaha kecil, yang berpotensi mengurangi tanggung jawab peternak lokal.
Ketua Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), Nanang Purus Subendro, mengungkapkan bahwa program hibah yang diberikan kepada peternak sapi lokal berpotensi menurunkan rasa tanggung jawab. Menurutnya, program hibah dengan memberikan seribu ekor sapi ke setiap kabupaten untuk dikelola kelompok memiliki konsep yang bagus, namun implementasinya masih perlu banyak perbaikan.
“Satu kabupaten menerima seribu ekor sapi untuk dikelola dan mentransformasikan dari individu ke kelompok. Konsepnya bagus,” ujar Nanang dikutip dari RRI.co.id, Kamis (17/07/25).
Nanang menambahkan, berdasarkan pengalamannya, program hibah jarang berhasil karena peternak cenderung tidak merasa memiliki tanggung jawab untuk mengelola dengan serius. Ia sering menemukan penerima hibah yang bukan peternak aktif, tetapi mengaku sebagai peternak. Mereka cenderung hanya fokus pada pencairan dana tanpa memikirkan keberlanjutan program.
“Kita abaikan dulu yang sifatnya bantuan. Tapi kita ajak mereka untuk menjadi pengusaha di bidang peternakan,” tegasnya.
Nanang juga menyoroti pentingnya mengubah paradigma peternak dari sekadar penerima bantuan menjadi pengusaha di bidang peternakan. Dengan demikian, diharapkan peternak akan lebih bertanggung jawab dan termotivasi untuk mengembangkan usaha peternakannya secara berkelanjutan.
Sebagai informasi, stagnasi industri peternakan sapi dapat berdampak pada ketersediaan daging sapi di pasar dan harga yang fluktuatif. Oleh karena itu, perlu adanya solusi yang komprehensif untuk mengatasi masalah ini, termasuk peningkatan produksi, perbaikan sistem distribusi, dan pemberdayaan peternak lokal. (RED/KT)
Baca Klik Ternak di Google News
Bergabunglah dengan kami di Kanal WhatsApp







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.