
Temanggung – Klik Ternak. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menjadikan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan 2025 sebagai momentum untuk mendongkrak potensi peternakan lokal. Ajang yang digelar di Agro Center Soropadan ini, diharapkan mampu memacu produktivitas dan kesejahteraan peternak di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Dilansir dari jatengprov.go.id, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, membuka langsung acara tersebut pada Sabtu (27/09/2025). Ia menegaskan komitmen Pemprov untuk menjadikan sektor peternakan sebagai pilar penting penopang pangan nasional, selain produksi beras dan jagung. “Ajang ini adalah aksi nyata untuk memberdayakan peternak,” tegas Sumarno.
Menurutnya, peternakan bukan lagi sekadar pekerjaan sampingan, melainkan memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan. Pemprov Jateng akan terus berupaya meningkatkan kapasitas peternak melalui asesmen dan pelatihan, demi menghasilkan produk berkualitas.
Data dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Jawa Tengah menunjukkan, populasi ternak di provinsi ini mencapai 5.796.713 ekor, didominasi kambing dan sapi potong. Sementara itu, data BPS mencatat populasi unggas mencapai ratusan juta ekor, termasuk itik, ayam buras, ayam petelur, dan ayam pedaging.
Jawa Tengah memiliki 13 sumber daya genetik ternak lokal yang unggul, seperti itik Pengging Soloan dan domba Batur. Selain itu, Balai Inseminasi Buatan (BIB) di Jateng juga berperan penting dalam menghasilkan benih ternak unggulan.
“Hasil peternakan harus memberi jaminan kesejahteraan bagi petani dan peternak,” imbuh Sumarno.
Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, drh. Hendra Wibawa, mengapresiasi langkah Pemprov Jateng dalam meningkatkan produktivitas peternakan. Ia menyebut Jawa Tengah sebagai penyumbang kebutuhan protein nomor dua di Indonesia.
“Kita sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan Dinas Peternakan bersama Pemprov Jateng, dalam meningkatkan produktivitas,” paparnya. Hendra menambahkan, produksi telur dan daging unggas di Jateng sudah surplus, bahkan mampu diekspor. Ia mengajak seluruh pihak terkait untuk terus meningkatkan produksi daging sapi dan susu, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.
Ajang Bulan Bakti Peternakan ini menjadi bukti keseriusan Jawa Tengah dalam mengembangkan potensi peternakan lokal, demi mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan peternak. (RED/KT)
Baca Klik Ternak di Google News
Bergabunglah dengan kami di Kanal WhatsApp







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.