
Sleman – Klik Ternak. Laboratorium Biokimia Nutrisi Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) meluncurkan berbagai inovasi pakan untuk menjawab tantangan industri peternakan modern, mulai dari ketergantungan impor hingga isu lingkungan. Inovasi ini dipresentasikan dalam kegiatan Fapet Menyapa, Jumat (26/09/2025).
Ketergantungan impor bahan baku pakan, penggunaan antibiotik berlebihan, cemaran mikotoksin, hingga emisi gas rumah kaca menjadi tantangan yang berusaha dijawab oleh tim peneliti UGM. Berbagai inovasi tersebut diklaim mampu meningkatkan efisiensi sekaligus menekan dampak lingkungan.
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah pakan unggas rendah protein. Formulasi ini dikombinasikan dengan feed additive cerdas yang mampu menekan emisi nitrogen, memperbaiki kualitas udara di dalam kandang, tanpa mengorbankan performa ayam.
Selain itu, tim UGM juga memperkenalkan Pronisblok+, suplemen pakan berbentuk blok yang praktis untuk ternak ruminansia. Suplemen ini dirancang untuk memudahkan peternak dalam memastikan asupan mineral yang cukup bagi ternaknya.
Inovasi lain termasuk toxin binder untuk menekan aflatoksin, probiotik Lactobacillus plantarum BN21, mineral herbal untuk unggas, suplemen pakan berbasis minyak maggot, hingga methane chamber untuk mengukur emisi gas rumah kaca.
“Methane chamber menjadi fondasi penting dalam penelitian mitigasi emisi gas rumah kaca dari sektor peternakan,” jelas salah satu peneliti dalam kegiatan tersebut, dilansir dari rri.co.id.
Inovasi-inovasi ini diharapkan dapat memberikan solusi konkret untuk isu iklim global dan peternakan berkelanjutan. (RED/KT).
Baca Klik Ternak di Google News
Bergabunglah dengan kami di Kanal WhatsApp







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.