
Probolinggo – Klik Ternak.Memilih sapi bakalan tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Kualitas bakalan akan memengaruhi pertumbuhan sapi, kebutuhan pakan, hingga keuntungan yang bisa kawan ternak dapatkan dari usaha ternak sapi. oleh karena itu, penting untuk memahami dan mengetahui cara memilih sapi bakalan yang sehat dan memiliki potensi tumbuh dengan baik untuk keberlanjutan peternakan.
Masih banyak peternak yang hanya melihat ukuran tubuh saat membeli sapi bakalan. Padahal, ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan, seperti umur, kondisi kesehatan, bentuk tubuh, hingga jenis kelamin sapi. Dengan memilih bakalan yang tepat, proses pemeliharaan menjadi lebih mudah dan hasil ternak pun bisa lebih optimal.
Mengapa Memilih Sapi Bakalan yang Bagus Sangat Penting?
Keberhasilan usaha ternak sapi sangat dipengaruhi oleh kualitas bakalan yang dipelihara. Sapi yang berasal dari bakalan unggul umumnya memiliki kemampuan tumbuh lebih cepat dan daya tahan tubuh yang lebih baik.
Sebaliknya, jika kamu salah dalam memilih sapi bakalan, proses penggemukan bisa berjalan lebih lama. Pakan yang diberikan tetap banyak, tetapi pertambahan bobot badan tidak sesuai harapan. Akibatnya, biaya operasional meningkat sementara keuntungan menjadi lebih kecil.
Selain itu, sapi bakalan yang sehat juga memiliki risiko terserang penyakit yang lebih rendah. Hal ini tentu mengurangi biaya pengobatan sekaligus menjaga produktivitas ternak selama masa pemeliharaan.
Bagi peternak yang ingin mengembangkan usaha pembibitan, kualitas sapi indukan maupun sapi pejantan juga berawal dari proses pemilihan bakalan yang baik. Bakalan dengan genetik unggul berpotensi menghasilkan keturunan yang sehat dan memiliki performa pertumbuhan yang optimal.
Oleh karena itu, jangan terburu-buru saat membeli sapi bakalan. Luangkan waktu untuk memeriksa setiap aspek agar investasi yang kamu keluarkan memberikan hasil maksimal.
Cara Memilih Sapi Bakalan yang Bagus
Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan ketika memilih sapi bakalan. Berikut panduan lengkapnya.
1. Pilih jenis sapi sesuai tujuan pemeliharaan
Sebelum membeli sapi bakalan, tentukan terlebih dahulu tujuan usaha yang akan kamu jalankan. Jika fokus pada penggemukan, kamu dapat memilih bangsa sapi potong seperti Limousin, Simmental, Peranakan Ongole (PO), Bali, atau Madura.
Memilih jenis sapi bakalan yang sesuai dengan kondisi pakan dan modal akan membuat usaha ternak sapi menjadi lebih efisien.
2. Perhatikan umur sapi
Umur merupakan salah satu faktor terpenting dalam memilih sapi bakalan. Sapi yang terlalu muda masih membutuhkan waktu pemeliharaan lebih lama, sedangkan sapi yang terlalu tua memiliki laju pertumbuhan yang mulai menurun.
Umumnya, usia ideal sapi bakalan berada pada kisaran 1,5 hingga 2,5 tahun. Pada umur tersebut, pertumbuhan otot masih berlangsung dengan baik sehingga proses penggemukan menjadi lebih optimal.
Kamu juga dapat memperkirakan umur sapi melalui kondisi giginya. Sapi dengan pergantian gigi pertama atau sering disebut poel satu biasanya berada pada rentang usia yang ideal sebagai bakalan.
3. Pilih sapi jantan untuk penggemukan
Jika tujuanmu adalah menghasilkan sapi potong, sebaiknya pilih sapi jantan sebagai sapi bakalan.
Sapi pejantan memiliki pertumbuhan bobot badan yang lebih cepat dibandingkan sapi betina. Selain itu, massa ototnya juga lebih besar sehingga hasil penggemukan menjadi lebih maksimal.
Sementara itu, sapi indukan lebih tepat dipelihara untuk program pembibitan karena berfungsi menghasilkan pedet atau anak sapi. Menggunakan sapi indukan sebagai bakalan penggemukan tentu kurang efisien dan juga dapat mengurangi populasi ternak produktif.
4. Periksa kondisi tubuh
Saat memilih sapi bakalan, perhatikan bentuk tubuh secara menyeluruh.
Beberapa ciri fisik sapi bakalan yang baik antara lain:
- Tubuh proporsional dan memanjang.
- Dada terlihat lebar.
- Punggung lurus.
- Kaki kuat dan berdiri kokoh.
- Tidak terlalu kurus maupun terlalu gemuk.
- Otot mulai berkembang dengan baik.
Bentuk tubuh yang proporsional menunjukkan bahwa sapi memiliki potensi pertumbuhan yang baik selama proses pemeliharaan.
5. Pastikan kondisi kesehatan
Kesehatan menjadi syarat utama dalam memilih sapi bakalan. Jangan tergoda harga murah jika kondisi fisik sapi kurang baik.
Ciri-ciri sapi bakalan yang sehat meliputi:
- Mata cerah dan bersih.
- Hidung lembap.
- Bulu halus serta mengilap.
- Nafsu makan baik.
- Tidak pincang.
- Tidak terdapat luka pada kulit.
- Gerakan lincah tetapi tetap tenang.
- Pernapasan normal.
Jika memungkinkan, lakukan pemeriksaan kesehatan bersama tenaga medis atau dokter hewan sebelum transaksi dilakukan.
6. Ketahui asal-usul ternak
Apabila membeli dari peternak pembibit, usahakan mencari informasi mengenai asal-usul sapi bakalan.
Bakalan yang berasal dari induk berkualitas biasanya memiliki performa pertumbuhan yang lebih baik. Hal ini juga penting apabila nantinya kamu ingin mengembangkan usaha pembibitan pedet.
7. Sesuaikan dengan kemampuan menyediakan pakan
Saat memilih sapi bakalan, jangan hanya melihat potensi pertumbuhan, tetapi juga sesuaikan dengan kemampuan menyediakan pakan.
Jenis sapi dengan pertumbuhan sangat cepat umumnya membutuhkan hijauan dan konsentrat berkualitas tinggi. Jika ketersediaan pakan di daerahmu terbatas, memilih jenis sapi lokal bisa menjadi pilihan yang lebih efisien.
Waktu Terbaik Membeli Sapi Bakalan
Selain mengetahui cara memilih sapi bakalan, kamu juga perlu memahami waktu terbaik untuk melakukan pembelian.
Harga sapi bakalan sangat dipengaruhi oleh permintaan pasar. Ketika permintaan meningkat, harga bakalan biasanya ikut naik sehingga modal yang dibutuhkan menjadi lebih besar.
Sebaiknya hindari membeli sapi bakalan setelah Idul Adha. Pada periode tersebut, banyak peternak yang kembali mencari bakalan untuk mengisi kandang setelah menjual sapi kurban. Tingginya permintaan membuat harga sapi bakalan cenderung meningkat.
Sebaliknya, ada beberapa waktu yang sering dimanfaatkan peternak untuk mendapatkan harga lebih kompetitif, seperti:
- Menjelang bulan Ramadan.
- Menjelang tahun ajaran baru, ketika sebagian peternak menjual ternaknya untuk memenuhi kebutuhan biaya.
- Saat pasokan sapi di pasar sedang melimpah.
Kamu juga bisa membeli sapi bakalan menjelang Lebaran apabila target penjualan dilakukan saat Idul Adha. Dengan waktu pemeliharaan sekitar dua hingga tiga bulan, sapi memiliki kesempatan untuk mengalami pertambahan bobot badan sehingga nilai jualnya meningkat.
Selain mempertimbangkan musim, usahakan membeli sapi bakalan langsung dari peternak atau pembibit terpercaya. Cara ini biasanya memberikan pilihan ternak yang lebih berkualitas dibandingkan membeli tanpa mengetahui asal-usulnya.
Kesimpulan
Memilih sapi bakalan yang tepat merupakan fondasi penting dalam keberhasilan usaha ternak sapi. Jangan hanya terpaku pada ukuran tubuh atau harga yang murah, tetapi perhatikan juga umur, kesehatan, struktur tubuh, jenis kelamin, hingga asal-usul ternak.
Jika tujuanmu adalah penggemukan, sapi pejantan umumnya menjadi pilihan yang lebih menguntungkan karena memiliki pertumbuhan bobot badan yang lebih cepat. Sementara itu, sapi indukan sebaiknya dipelihara untuk program pembibitan agar mampu menghasilkan keturunan yang berkualitas.
Selain memahami cara memilih sapi bakalan, pertimbangkan juga waktu pembelian agar mendapatkan harga yang lebih ideal. Dengan memilih sapi bakalan yang sehat, berkualitas, dan sesuai kebutuhan usaha, proses pemeliharaan akan lebih efisien, pertumbuhan ternak menjadi optimal, serta peluang memperoleh keuntungan dari usaha ternak sapi pun semakin besar. (Islamsyah)
Baca Klik Ternak di Google News
Bergabunglah dengan kami di Kanal WhatsApp
