Press ESC to close

Pakar IPB Ingatkan Panitia Qurban Jangan Mengasah Pisau di Dekat Hewan Sembelihan

Merauke – Klik Ternak. Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) bersama Himpunan Alumni Fakultas Peternakan IPB menyelenggarakan bimbingan virtual terkait tata cara pemotongan ternak. Agenda edukasi ini membidik panitia pelaksana, masyarakat awam, dan penggiat Juru Sembelih Halal (Juleha) di penjuru Nusantara agar mampu menerapkan prinsip aman, sehat, serta halal secara ketat, Jumat (15/05/26).

Memasuki materi awal, Dosen Fakultas Peternakan IPB Edit Lesa Aditya, S.Pt., M.Sc. menjabarkan taktik memilih target sembelihan demi memaksimalkan porsi karkas yang akan didistribusikan. Ia mengingatkan bahwa angka timbangan bukan tolok ukur tunggal untuk menakar hasil daging akhir. Pemahaman tentang karakteristik ras tertentu juga mutlak diperlukan, contohnya domba Garut yang terkadang terlahir tanpa daun telinga lebar, supaya panitia Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) tidak keliru melabelinya sebagai cacat fisik.

“Dengan bobot yang sama, sapi yang posturnya lebih pendek, membulat, dan paha belakangnya lebar cenderung akan menghasilkan persentase daging murni yang lebih tinggi dibandingkan sapi berpostur tinggi namun kurus atau kurang berisi,” jelas

Edit selaku Trainer Juleha dari Halal Science Center IPB.

Di sisi lain, Dosen Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB Dr. drh. Supratikno menitikberatkan penerapan asas kesejahteraan hewan atau prinsip ihsan. Ia memaparkan fakta bahwa indera penciuman maupun pendengaran mamalia

sangat sensitif merespons lingkungan sekitar menjelang eksekusi.

“Sebaik-baiknya sembelihan adalah secepat-cepatnya sembelihan. Tenangkan hewannya, dan gunakan pisau khusus yang sangat tajam untuk mengurangi rasa sakit. Selain itu, jangan mengasah pisau di dekat hewan yang akan disembelih karena bunyi gesekan frekuensi tinggi sangat memicu stres pada sapi,” tegas Dr. Supratikno.

Praktisi ini menginstruksikan titik potong presisi berada tepat di belakang jakun guna memutus tiga jalur krusial, yakni saluran napas, jalur makanan, serta arteri pembuluh darah. Praktik menusuk dada (pithing) diharamkan secara mutlak lantaran berisiko mencabut nyawa ternak akibat trauma sebelum disembelih, yang otomatis merusak status kehalalan.

Setelah proses utama tuntas, manajemen kebersihan menjadi fokus krusial berikutnya. Kedua pakar sepakat mewajibkan pemisahan antara daging murni dengan jeroan ketika pengemasan demi menekan risiko kontaminasi bakteri. Pengulitan serta pembersihan organ dalam harus lekas dikerjakan usai mamalia mati sempurna guna menghalau penurunan kualitas akibat suhu panas dari fermentasi lambung.

Limbah sisa juga dilarang dibuang menuju perairan umum dan wajib dikubur atau diolah menjadi pupuk.

Antusiasme tinggi terpancar dari partisipasi ratusan pendaftar lintas wilayah mulai Aceh hingga Papua. Merespons animo tersebut, Ketua Umum HA IPB Fauzi Amro memberikan apresiasinya terhadap kelancaran forum.

“Kegiatan ini merupakan langkah konkret kita untuk menyediakan daging kurban yang asuh (aman, sehat, utuh, halal). Ke depannya, HA IPB bersama Hunter IPB dan Halal Science Center IPB berkomitmen untuk menggelar pelatihan Juleha secara offline di berbagai daerah demi mencetak praktisi sembelih yang tangguh dan metodologis,” tutupnya. (Rizki)

Baca Klik Ternak di Google News

Bergabunglah dengan kami di Kanal WhatsApp

Klik Ternak

Media peternakan yang menghadirkan konten menarik, informatif dan edukatif

Tinggalkan Balasan