
Bogor – Klikternak.com. Peternak domba di wilayah Bogor Selatan kini dibekali keahlian mengenali dan melawan serangan penyakit cacingan hingga kutu secara mandiri. Program Studi Paramedik Veteriner Sekolah Vokasi IPB University menggelar program pengabdian masyarakat bersama Kelompok Tani Dewasa (KTD) Alam Jaya Makmur di Desa Lembur Sawah RT 02/RW 02, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Rabu, (23/09/2026).
Agenda perdana bertajuk peningkatan kapasitas peternak domba dalam pengendalian infeksi parasit secara mandiri ini dibuka lewat forum diskusi terarah (Focus Group Discussion), lalu disusul penyuluhan teknis membedakan ciri fisik ternak sehat dan sakit. Pertemuan di balai warga tersebut mempertemukan jajaran dosen serta mahasiswa paramedik veteriner dengan Ketua KTD Alam Jaya Makmur Ahmad Jaelani, Ketua RT 02, dan puluhan anggota kelompok ternak

Langkah lapangan ini dirancang untuk menjawab keluhan klasik peternakan rakyat: anjloknya bobot badan dan tingginya kematian anak domba akibat serangan parasit yang kerap terlambat disadari pemiliknya.
“Parasit dapat memberikan dampak yang cukup besar terhadap kesehatan dan produktivitas domba dan kambing. Karena itu, peternak perlu memiliki kemampuan untuk mengenali tanda-tanda awal gangguan kesehatan serta melakukan pengamatan terhadap kondisi ternaknya secara rutin,” jelas Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Prodi Paramedik Veteriner Sekolah Vokasi IPB, drh. Tetty Barunawati Siagian, M.Si.
Edukasi langsung menyasar dua ancaman utama, yakni ektoparasit berupa kutu di permukaan kulit, serta endoparasit seperti cacing dan protozoa yang menggerogoti organ dalam. Saat infeksi menumpuk, domba bakal kehilangan darah dan nutrisi penting hingga memicu anemia akut, pertumbuhan kerdil, sampai pembengkakan rahang bawah alias bottle jaw. Tanpa intervensi, kematian ternak tinggal menunggu waktu.
“Peternak perlu membiasakan diri melakukan pemeriksaan sederhana setiap hari. Kondisi tubuh, aktivitas, nafsu makan, feses, kondisi kulit dan rambut, cara berjalan, serta perubahan perilaku dapat menjadi indikator awal yang membantu peternak mengenali adanya gangguan kesehatan,” imbuh Tetty.
Berangkat dari deteksi harian tersebut, tim akademik merancang solusi berkelanjutan berbasis potensi lokal. Pemanfaatan aneka tanaman herbal di pekarangan warga sekitar Mulyaharja akan diolah menjadi obat cacing dan antiparasit alami, lengkap dengan takaran dosis serta panduan pengolahan yang aman di bawah bimbingan dokter hewan.
“Harapannya, peternak tidak hanya memahami bagaimana mengenali domba yang sehat dan sakit, tetapi juga memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk melakukan upaya pencegahan penyakit secara lebih mandiri. Pemanfaatan tanaman herbal yang tersedia di sekitar peternak menjadi salah satu potensi yang akan kami kaji dan kembangkan dalam kegiatan ini,” papar dosen paramedik veteriner tersebut.
Warga menyambut baik materi praktis yang langsung menyentuh kendala kandang harian mereka. Dialog interaktif pun mengalir hangat seputar gejala penurunan nafsu makan mendadak hingga pola sanitasi kandang panggung.
“Ini merupakan kegiatan pertama yang dilakukan oleh Sekolah Vokasi IPB khusus untuk peternak domba di KTD Alam Jaya Makmur. Kami sangat menyambut baik dan antusias. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi para peternak,” ungkap Ahmad Jaelani.
Di sisi lain, pendampingan ini menjadi ruang kerja nyata bagi mahasiswa paramedik veteriner untuk mengasah kepekaan diagnosis serta komunikasi veteriner di tengah peternakan rakyat sebelum resmi menyandang gelar profesional. (Klikternak)
- Reportase : drh. Tetty Barunawati Siagian, M.Si. (Dosen Paramedik Veteriner, Sekolah Vokasi IPB)
- Editorial : Klik Ternak
