
Merauke – Klik Ternak. Pakcoy, si sayuran hijau yang sering kita jumpai di pasar, ternyata punya potensi besar lho buat pakan ternak! Selain mudah didapat, pakcoy juga kaya nutrisi. Tapi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan biar manfaatnya maksimal dan ternak tetap sehat. Yuk, kita bahas tuntas Kawan Ternak!
Kandungan Nutrisi Pakcoy: Apa Saja Sih Isinya?
Pakcoy ini bukan cuma enak buat dimakan manusia, tapi juga bergizi buat ternak. Dalam 100 gram pakcoy segar, ada sekitar:
- Kalori: 22 kkal
- Protein: 2,30 g
- Lemak: 0,30 g
- Karbohidrat: 4,00 g
- Serat: 1,20 g
- Kalsium: 220,50 mg
- Fosfor: 38,40 mg
- Zat Besi: 2,90 mg
- Vitamin A: 969 SI
- Vitamin B1: 0,09 mg
- Vitamin B2: 0,10 mg
- Vitamin B3: 0,70 mg
- Vitamin C: 102,00 mg
Wah, lengkap kan? Protein dan mineralnya lumayan tinggi, jadi bisa jadi sumber mikronutrien dan serat yang baik untuk ternak.
Kelebihan Pakcoy Sebagai Pakan Ternak
Nah, ini dia beberapa alasan kenapa pakcoy menarik untuk dijadikan pakan ternak:
- Cepat Panen dan Mudah Didapat: Pakcoy bisa dipanen dalam waktu singkat, sekitar 30-40 hari setelah tanam. Ini penting banget buat peternak yang pengen siklus panen dan pemberian pakan yang cepat.
- Sumber Vitamin dan Mineral: Kandungan vitamin C dan kalsiumnya tinggi, bagus buat menjaga imunitas dan pertumbuhan tulang ternak.
- Mengurangi Biaya Pakan: Dengan mengganti sebagian kecil pakan konsentrat (sekitar 5-10%) dengan pakcoy yang sudah dikeringkan, peternak bisa menghemat biaya pakan hingga 5-8%. Lumayan kan?
- Bisa Diolah Macam-Macam: Pakcoy bisa diberikan dalam bentuk segar, dikeringkan jadi hay, atau difermentasi jadi silase. Jadi, ada banyak pilihan sesuai kebutuhan dan kondisi peternakan.
- Ramah Lingkungan: Pemanfaatan pakcoy sebagai pakan ternak bisa mengurangi limbah sayuran dari pasar dan mendukung konsep zero-waste.
Cara Mengolah dan Memberikan Pakcoy ke Ternak
Karena kadar airnya tinggi, pakcoy segar gampang banget busuk. Makanya, penting banget untuk diolah dulu sebelum diberikan ke ternak:
- Dikeringkan atau Disilase: Dikeringkan jadi hay (kadar air di bawah 15%) atau difermentasi jadi silase. Proses ini juga bisa mengurangi senyawa antinutrien yang ada di pakcoy.
- Fermentasi (Ensilase Pakcoy): Campurkan pakcoy dengan hijauan lain seperti rumput gajah atau legum. Proporsi pakcoy sekitar 30-40% dari total bahan hijauan.
Pemberian ke Ternak:
- Ruminansia (domba, kambing): Berikan pakcoy kering atau silase sekitar 10-20% dari total bahan kering ransum. Jangan terlalu banyak ya, karena bisa bikin gangguan pencernaan.
- Ayam dan Itik: Tambahkan pakcoy kering sekitar 5-10% dari total bahan kering ransum. Kalau segar, bisa 10-15% dari berat pakan harian.
- Kelinci: Hay pakcoy bisa sampai 25% dari total bahan kering ransum. Pastikan serat kasar tetap cukup (minimal 18%) biar kelinci nggak kena enteritis.
Tantangan dan Cara Mengatasinya
Meskipun banyak manfaatnya, ada juga tantangan dalam penggunaan pakcoy sebagai pakan ternak:
- Senyawa Goitrogen: Pakcoy mengandung glukosinolat yang bisa mengganggu fungsi tiroid. Tapi tenang, pengeringan dan ensilase bisa mengurangi senyawa ini kok.
- Penyimpanan Segar Terbatas: Pakcoy segar cuma tahan 3 hari di suhu rendah. Makanya, lebih baik diolah jadi hay atau silase.
- Kualitas yang Berubah-ubah: Kadar nutrisi pakcoy bisa beda-beda tergantung pupuk dan kondisi tanam. Usahakan pakai pupuk kandang dan jaga pH tanah biar kualitasnya stabil.
Manfaat Ekonomi
Dengan pengolahan yang tepat, pakcoy bisa menjadi sumber hijauan yang murah meriah dan bernutrisi buat ternak. Selain itu, pemanfaatan pakcoy juga mendukung pertanian terpadu yang lebih berkelanjutan. Jadi, tunggu apa lagi Kawan? Yuk, manfaatkan pakcoy buat pakan ternak! (Klikternak).
Referensi:
- GROWTH AND PRODUCTION OF PAKCOY (Brassica rapa L) ON THE
MIXTMENT OF PLANTING MEDIA AND GIVING LAMTORO LEAF
LIQUID ORGANIC FERTILIZER , Wulandari. Siregar, Mutia, URL https://jurnal.pancabudi.ac.id/index.php/keputeraan/article/download/4664/4240/, diakses pada (12/09/2025). - Erwin Marbun, 128210038Erwin Marbun.pdf, Universitas Medan Area Repository, https://repositori.uma.ac.id/bitstream/123456789/8689/1/128210038\Erwin%20Marbun.pdf, diakses pada (12/09/2025).
Baca Klik Ternak di Google News
Bergabunglah dengan kami di Kanal WhatsApp





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.