
Merauke – Klik Ternak. Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan (DKPPH) Kabupaten Merauke resmi membuka pelatihan budidaya peternakan bagi 23 peternak Orang Asli Papua (OAP) di Hotel Swiss-Bel, Selasa, (21/07/2026). Kegiatan yang didanai melalui Dana Otonomi Khusus (Otsus) tahun anggaran 2026 ini dirancang untuk mengasah keterampilan teknis sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat kampung.
Selama tiga hari, dari Selasa hingga Kamis, 21 – 23 Juli 2026, para peserta akan dibekali materi intensif yang mencakup teori hingga praktik lapangan. Sebanyak 23 peternak tersebut merupakan perwakilan dari tujuh distrik, yakni Distrik Merauke enam orang, Tanah Miring empat orang, serta Distrik Malind, Kurik, dan Semangga masing-masing tiga orang. Sementara itu, Distrik Okaba dan Eligobel masing-masing mengirimkan dua orang perwakilan.
Kepala Bidang Sarana, Prasarana dan Penyuluhan Peternakan DKPPH Merauke, Francina F. I. Rumlus menjelaskan bahwa pembangunan sektor peternakan harus berorientasi pada peningkatan produksi dan pendapatan masyarakat. Melalui pembinaan kelembagaan kelompok, peternak didorong untuk membangun usaha yang lebih efisien dan ekonomis.
“Sasaran dari kegiatan ini adalah peternak Orang Asli Papua. Ada peternak itik, ayam, babi, dan sapi. Maksud dan tujuannya adalah sebagai sarana peningkatan keterampilan peternak lokal dalam budidaya ternak, sehingga dapat membantu peningkatan ekonomi masyarakat lokal di kampung,” papar Francina saat menyampaikan laporan kegiatan.
Setelah menerima materi di dalam ruangan pada hari pertama, para peserta dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan atau study tour pada Rabu, (22/07/2026). Lokasi yang dituju adalah himpunan peternak unggas lokal dan peternak sapi untuk melihat langsung praktik budidaya yang sukses. Seluruh pembiayaan, mulai dari transportasi hingga uang harian peserta, sepenuhnya ditanggung oleh dana Otsus.
Di sisi lain, Sekretaris DKPPH Merauke Tersisius Andreas kasman Rimbayana, mengingatkan para peserta bahwa ilmu peternakan harus berkembang seiring waktu. Ia menekankan agar pengalaman sehari-hari di kampung dipadukan dengan teori baru untuk menciptakan nilai tambah bagi usaha mereka.
“Kalau dulu mungkin piara lima ekor ayam di rumah, dengan adanya kegiatan ini kita bisa piara lebih banyak lagi. Kalau dulu cuma ayam saja, mungkin kita bisa tambah kambing, babi, atau sapi. Bapak Ibu juga harus membina kader-kader masa depan di rumah masing-masing dengan melatih mereka,” ujar Tersisius.
Ia juga menitipkan pesan agar aspek ekonomi tidak menjadi satu-satunya fokus. Nilai gizi dari hasil ternak disebutnya sebagai faktor kunci dalam membentuk kecerdasan generasi mendatang melalui pemenuhan protein hewani.
Kepala DKPPH Kabupaten Merauke, Martha Bayu W. Wijaya, menegaskan bahwa peternakan adalah subsektor andalan untuk menjaga ketahanan pangan daerah. Apalagi, Kabupaten Merauke saat ini memegang predikat pemilik populasi sapi tertinggi di tanah Papua, sebuah capaian yang masuk dalam Indikator Kinerja Utama (IKU) instansi tersebut.
“Kita mempunyai populasi yang tertinggi di Papua. Kita sangat bangga. Tentunya lewat populasi tersebut, ada program-program yang bisa mempertahankan dan meningkatkan populasi yang ada. Ini adalah salah satu standar yang dipakai organisasi untuk melihat sejauh mana kinerja untuk mencapai tujuan strategis,” tegas Martha.
Martha menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan kesempatan emas yang tidak bisa diikuti oleh semua orang. Ia pun membocorkan bahwa setelah pelatihan ini, pemerintah daerah akan menyalurkan bantuan ternak berdasarkan proposal yang telah diajukan, mulai dari ayam broiler, ayam petelur, itik, hingga sapi dan babi.
“Manfaatkan waktu ini sebaik mungkin. Ketika ada hal yang tidak tahu, kita bertanya. Di sini kita bisa sharing dan cerita jika ada permasalahan teknis di lapangan sehingga ditemukan solusinya. Bapak Ibu terpilih untuk mewakili pelaku peternak di Merauke, maka serap ilmunya dan tularkan kembali kepada anggota kelompok atau warga di sekitar,” pungkasnya. (Rizki)
Baca Klik Ternak di Google News
Bergabunglah dengan kami di Kanal WhatsApp
