Lewati ke konten utama

Press ESC to close

TEP IPB Kenalkan Teknologi USG untuk Perkuat Peternakan di Papua

3 menit baca
Siap membacakan artikel

Merauke – Klikternak.com. Mantri kesehatan hewan di Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, kini mulai dibekali keterampilan menggunakan teknologi ultrasonografi (USG) untuk mendeteksi kebuntingan sapi, Selasa, (20/10/2026). Pendampingan ini dilakukan oleh Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 17 IPB sebagai upaya meningkatkan kapasitas mantri dalam melakukan pelayanan kesehatan ternak.

Selama ini, mantri kesehatan hewan di Distrik Semangga belum pernah mendapatkan pendampingan secara langsung terkait pengoperasian USG untuk pemeriksaan kebuntingan. Padahal, teknologi ini dapat membantu mendeteksi kebuntingan sapi lebih dini, yakni sekitar satu bulan setelah inseminasi buatan (IB). Selain itu, USG juga dapat digunakan untuk mengamati kondisi ovarium serta mengidentifikasi gangguan reproduksi pada sapi.

Praktik pemeriksaan kebuntingan sapi menggunakan USG
Praktik pemeriksaan kebuntingan sapi menggunakan USG bersama Tim 17 Ekspedisi Patriot IPB di Distrik Semangga (Sumber: istimewa)

Melalui pendampingan ini, mantri kesehatan hewan mendapatkan penjelasan dan praktik langsung mengenai pengoperasian alat USG serta cara membaca hasil pemeriksaan. Edukasi dilakukan langsung oleh Ketua Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 17 IPB bersama drh. Moh. Adis Mawaddah P. Saramba.

Bagi para mantri, kegiatan pendampingan ini menjadi kesempatan untuk mengenal sekaligus mempraktikkan penggunaan teknologi USG secara langsung di lapangan. “Ternyata seperti ini cara menggunakan USG. Hasilnya terlihat jelas, jadi kita bisa tahu kalau ada gangguan pada reproduksi sapi,” ungkap Yani, salah satu mantri peserta pendampingan.

Pendampingan pengoperasian USG kepada mantri
Pendampingan pengoperasian USG kepada mantri kesehatan hewan di kandang ternak Distrik Semangga (Sumber: istimewa)

Ketua Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 17 IPB Dr. drh. Dwi Budiono, M.Si. menyampaikan bahwa edukasi dan pendampingan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri mantri dalam melakukan pelayanan kesehatan ternak. “Harapannya para mantri semakin percaya diri dalam mengoperasikan USG. Kalau sering dipraktikkan, nanti mereka akan terbiasa,” ungkap Dwi Budiono saat melakukan pendampingan kepada mantri kesehatan hewan.

Mantri mempraktikkan pemeriksaan sapi dengan USG
Mantri kesehatan hewan mempraktikkan pemeriksaan sapi dengan pendampingan Tim 17 Ekspedisi Patriot IPB (Sumber: istimewa)

Edukasi penggunaan USG yang dilakukan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 17 IPB menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor peternakan. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai penguatan kualitas SDM sebagai fondasi dalam mewujudkan kemandirian bangsa Indonesia, sebagaimana ia sampaikan pada Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Sabtu, (19/9/2026), dengan pesan agar bangsa Indonesia berjiwa besar dan tidak memiliki rasa rendah diri.

Sejalan dengan arahan Presiden, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga menegaskan bahwa peningkatan kapasitas dan kualitas SDM menjadi faktor penting dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Usai menghadiri acara wisuda Universitas Nasional pada Sabtu, (24/10/2026), ia menekankan pentingnya membangun human capital atau kualitas sumber daya manusia, mengingat Indonesia memiliki potensi besar menjadi negara maju dengan tantangan yang juga tidak sedikit.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara juga menekankan pentingnya generasi muda menjadi pemecah masalah di tengah masyarakat. Pada Minggu, (26/7/2026), ia menyebut Indonesia membutuhkan SDM yang tidak lagi menunggu perintah, tetapi mampu melihat masalah, menganalisisnya, lalu menghadirkan solusi — yang ia sebut sebagai Disiplin Inisiatif. (RED/KT)

Nlp 930 X 180