
Merauke – Klik Ternak. Sebagian besar orang mungkin masih membayangkan peternakan sebagai pekerjaan kasar yang sebatas membersihkan kandang dan memberi makan hewan. Padahal realitas di lapangan sudah bergeser jauh. Sektor ini sekarang menjadi arena bermain bagi wirausahawan cerdas yang berani mengambil risiko untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi. Evolusi pola pikir inilah yang melahirkan konsep farmpreneurship peternakan.
Secara sederhana, farmpreneurship (kewirausahaan pertanian) adalah gabungan antara praktik teknis peternakan dengan insting bisnis yang tajam. Seorang farmpreneur tidak lagi hanya memikirkan cara agar ternaknya sehat. Mereka memikirkan struktur biaya, perputaran modal, inovasi genetika, hingga merespons fluktuasi harga pasar.
Kebutuhan akan pendekatan agribisnis ternak ini tidak lepas dari dinamika global. Permintaan dunia terhadap protein hewani meledak. Populasi unggas secara global bahkan telah meroket hingga 280 persen dalam beberapa dekade terakhir. Namun, peluang besar ini datang sepaket dengan risiko yang tidak main-main, mulai dari wabah penyakit hingga perubahan iklim.
Nah, bagi Anda yang tertarik melirik peluang usaha peternakan, merancang strategi yang tepat adalah kunci. Pengalaman di berbagai negara menunjukkan bahwa setiap subsektor memiliki karakter bisnis yang sangat berbeda:
- Industri Unggas (Ayam dan Bebek)
Subsektor ini adalah primadona bagi mereka yang mengejar perputaran uang cepat. Investasi di peternakan unggas bisa kembali dalam hitungan bulan. Tidak heran jika industri ini sangat kompetitif dan sarat dengan teknologi modern, mulai dari sistem kandang tertutup (closed house) hingga rekayasa genetika. - Sapi Perah dan Industri Susu
Jika Anda mencari bisnis dengan permintaan pasar yang sangat stabil, sapi perah adalah jawabannya. Banyak negara berkembang masih kesulitan memenuhi kebutuhan susu domestiknya. Menariknya lagi, secara kalkulasi lingkungan, produksi susu per kilogram menghasilkan jejak karbon dan nitrogen yang lebih efisien dibandingkan penggemukan sapi potong. - Ruminansia Kecil (Kambing dan Domba)
Sering diremehkan, padahal kambing dan domba menawarkan peluang farmpreneurship peternakan yang luar biasa, terutama untuk pemodal menengah. Siklus panennya lebih cepat dari sapi dan modal awalnya relatif rendah. Di Indonesia, model pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren yang fokus pada peternakan domba terbukti mampu menghasilkan keuntungan sosial dan finansial yang berlipat ganda bagi komunitas sekitarnya.
Namun, mengandalkan penjualan daging atau susu mentah saja tidak cukup untuk bertahan di masa depan. Inovasi peternakan mutlak diperlukan. Wirausahawan yang tangguh kini mulai menerapkan konsep ekonomi sirkular. Kotoran ternak tidak lagi dibuang, melainkan diolah menjadi biogas untuk menghemat biaya energi peternakan itu sendiri.
Tantangan ke depan sebetulnya tidak mudah. Isu pemanasan global membuat banyak lembaga dunia mulai mengampanyekan pengurangan konsumsi daging sapi. Konsumen modern juga semakin peduli pada aspek kesejahteraan hewan (animal welfare).
Membangun bisnis peternakan yang sukses kini berarti harus mampu menyeimbangkan tiga hal: menguntungkan secara ekonomi, ramah secara ekologis, dan etis dalam memperlakukan hewan. Tentu saja, dukungan kebijakan pemerintah dalam hal subsidi, pelatihan, dan kemudahan akses modal sangat krusial. Namun pada akhirnya, ketajaman Anda dalam membaca pasarlah yang akan menentukan apakah kandang Anda hanya akan menjadi tempat memelihara hewan, atau menjelma menjadi kerajaan bisnis yang tangguh (Klikternak).
Daftar Referensi
Inamura, M., Rushton, J., & Antón, J. (2015). Risk Management of Outbreaks of Livestock Diseases. https://doi.org/10.1787/5jrrwdp8x4zs-en
Silversides, F. G. (2003). Canada’s country report on farm animal genetic resources to the Food and Agriculture Organization of the United Nations. https://doi.org/10.5962/bhl.title.59641
Weersink, A., Massow, M. von, Bannon, N., Ifft, J., Maples, J., McEwan, K., McKendree, M. G. S., Nicholson, C. F., Novakovic, A. M., Rangarajan, A., Richards, T. J., Rickard, B. J., Rude, J., Schipanski, M. E., Schnitkey, G., Schulz, L., Schuurman, D., Schwartzkopf-Genswein, K. S., Stephenson, M. W., … Wood, K. (2021). COVID-19 and the agri-food system in the United States and Canada. Agricultural Systems, 188, 103039. https://doi.org/10.1016/j.agsy.2020.103039
Baca Klik Ternak di Google News
Bergabunglah dengan kami di Kanal WhatsApp
