
Merauke – Klik Ternak. Langkah konkret memperkuat kemandirian pangan di Bumi Cendrawasih terus dipacu melalui pemberdayaan masyarakat lokal. Pemerintah Kabupaten Merauke kini menyasar kelompok Orang Asli Papua (OAP) untuk mengoptimalkan lahan pekarangan melalui konsep kebun pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) serta budi daya ternak unggas.
Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan (DKPPH), pelatihan manajemen ini digelar selama dua hari pada 8–9 Juli 2026. Program yang dibiayai oleh Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2026 tersebut dibuka secara resmi dengan prosesi pemukulan tifa di lokasi kegiatan.
Plt. Kepala Bapperida Merauke, Benhur Rentadatu, dalam arahannya meminta para peserta serius menyerap ilmu manajemen kebun dan ternak. Ia merujuk pada keberhasilan warga dari Wasur yang sebelumnya sukses dalam pelatihan pembuatan gerabah hingga produknya siap dipamerkan pada HUT Merauke ke-181.
“Ini contoh sederhana. Kesempatan emas pelatihan ini gunakan dengan baik. Nanti terkait pemasaran, itu tugas dinas. Namun, dua hari ini sangat berarti untuk penguatan kapasitas Bapak dan Ibu kelompok binaan. Harus ada kepastian, berapa yang dilatih, berapa yang berhasil tumbuh dan bergerak, ” tegas Benhur, Rabu, (08/07/2026).
Gerakan ini bukan sekadar bercocok tanam atau memelihara ternak, melainkan bagian dari strategi besar menekan angka inflasi daerah. Sebanyak 25 kelompok binaan, termasuk Kelompok Wanita Tani (KWT), diposisikan sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas ekonomi di akar rumput.
Mewakili Bupati Merauke, Kepala DKPPH Kabupaten Merauke yang juga baru menerima mandat sebagai Plt Asisten II, Martha Bayu Wahyuni Wijaya, memberikan apresiasi tinggi atas keterlibatan aktif kelompok tani ternak lokal. Menurutnya, sumbangsih mereka sangat penting dalam mempertahankan posisi Merauke sebagai daerah dengan stabilitas inflasi terbaik kedua di Papua Selatan.
“Merauke adalah parameter inflasi Provinsi Papua Selatan. Hadirnya KWT dan kelompok peternak ini, meski persentasenya terlihat kecil, saat bergerak bersama secara tidak langsung turut menekan inflasi. Jaga pangan, jaga masa depan, ” jelas Martha.
Materi pelatihan diberikan secara komprehensif dengan melibatkan lintas instansi. Para peserta dibekali teknik pemanfaatan pekarangan, tata cara pembentukan koperasi, hingga manajemen teknis peternakan unggas jenis ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) dan ayam Jowo Super (Joper). Kedua jenis ayam ini menjadi primadona karena produktivitas daging dan telurnya yang tinggi serta daya tahan yang kuat terhadap iklim setempat.
Guna memastikan kemandirian jangka panjang, peserta juga diajarkan praktik pembuatan mesin tetas telur. DKPPH Merauke berkomitmen terus menyuplai bibit unggas unggulan dan bibit tanaman bagi kelompok yang konsisten menjalankan usahanya. Martha menekankan agar bantuan infrastruktur yang diberikan tidak menjadi sia-sia di masa depan.
“Terkait keberlanjutan, kita tidak ingin melihat kegiatan di tahun 2026 ini, nanti di tahun 2027 kandang ayamnya tinggal kandang, tidak ada isinya. Pengembangan itu selalu ada jika kelompok berhasil, ” tandas Martha saat memberikan tantangan kepada para peserta.
Dukungan dana Otsus ini diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup OAP, sekaligus memastikan setiap keluarga di ujung timur Indonesia memiliki akses mudah ke bahan pangan bergizi, baik protein hewani maupun nabati. (Klik Ternak)
Baca Klik Ternak di Google News
Bergabunglah dengan kami di Kanal WhatsApp







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.