
Sungailiat – Klik Ternak. Dinas Pangan dan Pertanian (Dinpanpertan) Kabupaten Bangka memastikan hewan ternak sapi lokal aman dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Pengawasan terhadap sapi dari luar daerah diperketat menjelang Iduladha.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinpanpertan Bangka, Krisnaningsih, mengungkapkan bahwa tim kesehatan hewan secara rutin melakukan pemantauan di peternakan sapi di seluruh kecamatan. Hasilnya, sapi-sapi lokal dinyatakan aman dari PMK.
“Tim kesehatan hewan rutin turun langsung ke peternakan budidaya sapi di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Bangka ini,” kata Krisnaningsih seperti dilansir dari rri.co.id, Sabtu (26/4/2025).
Menurut Krisnaningsih, pemeriksaan kesehatan hewan secara rutin dilakukan untuk mengantisipasi berbagai gejala penyakit, termasuk PMK. Selain itu, vaksinasi PMK juga terus dilakukan sesuai kuota dari pemerintah provinsi dan pusat.
Pada bulan Januari 2025, sebanyak 726 ekor sapi telah divaksinasi PMK, dan pada Februari 2025, sebanyak 791 ekor sapi mendapatkan vaksin serupa. “Sebagian besar sapi-sapi yang disuntik pada bulan Februari merupakan vaksin lanjutan (booster) yang rutin diberikan tiga bulan sekali,” jelasnya.
Krisnaningsih menambahkan, infeksi PMK pada hewan ternak seringkali disebabkan oleh transfer atau masuknya sapi dari luar daerah. Mengantisipasi hal ini, terutama menjelang Iduladha 1446 Hijriah, pengawasan terhadap hewan-hewan yang masuk ke Bangka Belitung, khususnya Kabupaten Bangka, diperketat.
“Apalagi jelang Iduladha 1446 Hijriah ini banyak didatangkan dari luar, oleh karena itu kita lakukan pengawasan ketat hewan-hewan yang akan masuk ke Babel dan khususnya Kabupaten Bangka,” pungkasnya.
Dengan langkah-langkah preventif ini, Dinpanpertan Kabupaten Bangka berupaya menjaga populasi sapi lokal tetap sehat dan bebas dari PMK, serta memastikan ketersediaan hewan kurban yang aman dan berkualitas menjelang Hari Raya Iduladha. (RED/KT)
Baca Klik Ternak di Google News
Bergabunglah dengan kami di Kanal WhatsApp





