
Probolinggo – KlikTernak. Menjelang momen Idul Adha, aktivitas jual beli hewan ternak seperti sapi dan kambing biasanya meningkat tajam. Pada periode ini, penting bagi kamu untuk lebih waspada terhadap kesehatan hewan, terutama terkait Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Penyakit ini adalah penyakit menular yang sering menyerang hewan berkuku belah seperti sapi, kambing, domba, hingga kerbau.
PMK adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus Aphthovirus dari famili Picornaviridae. Virus ini sangat mudah menyebar dan bisa bertahan cukup lama di lingkungan, bahkan pada benda-benda seperti kandang, alat peternakan, hingga pakaian manusia yang terkontaminasi.
Penularannya pun tidak bisa dianggap sepele. Ada beberapa cara penyebaran PMK yang perlu kamu pahami, yaitu melalui kontak langsung antara hewan yang terinfeksi dengan hewan sehat, kontak tidak langsung melalui manusia, peralatan, atau kendaraan yang terkontaminasi, serta melalui udara. Bahkan, dalam kondisi tertentu, virus ini bisa menyebar lewat udara hingga radius sekitar 10 kilometer, sehingga wabahnya bisa meluas dengan cepat.
Ciri-ciri Penyakit PMK
Agar kamu tidak salah memilih hewan kurban, penting untuk mengenali ciri-ciri hewan yang terinfeksi PMK. Berikut beberapa tanda umum yang sering muncul:
- Demam tinggi
Hewan biasanya mengalami peningkatan suhu tubuh hingga sekitar 40–41°C, disertai kondisi lemas. - Luka lepuh di mulut dan kaki
Muncul gelembung berisi cairan (lepuh) di area lidah, bibir, gusi, hidung, hingga bagian kuku atau kaki. - Air liur berlebihan
Hewan tampak mengeluarkan air liur terus-menerus, bahkan terlihat berbusa. - Pincang atau sulit berjalan
Luka pada kuku membuat hewan kesakitan saat berjalan, sehingga terlihat pincang atau lebih sering berbaring. - Penurunan nafsu makan
Karena rasa sakit di mulut, hewan jadi malas makan dan terlihat kurus. - Berat badan menurun
Dampak lanjutan dari kurangnya asupan makan membuat bobot tubuh turun drastis. - Produksi susu menurun
Pada sapi atau kambing perah, produksi susu bisa turun drastis bahkan hingga 80%. - Lesu dan tidak aktif
Hewan terlihat tidak bersemangat, lebih banyak diam, dan kurang responsif.
Kalau kamu menemukan ciri-ciri tersebut pada hewan ternak, sebaiknya hindari untuk dijadikan hewan kurban, apalagi jika gejalanya sudah parah. Dalam kondisi tertentu, hewan dengan gejala berat bahkan tidak sah untuk dikurbankan.
Bagaimana Mencegah Bahaya Penyakit PMK
Pencegahan menjadi langkah paling penting untuk menghindari penyebaran PMK, terutama saat menjelang Idul Adha. Berikut beberapa upaya yang bisa kamu lakukan:
1. Pilih Hewan Dari Sumber Terpercaya
Pastikan kamu membeli hewan dari peternak atau penjual yang memiliki reputasi baik. Hindari membeli hewan dari sumber yang tidak jelas asal-usulnya, karena berisiko membawa penyakit.
2. Periksa Kondisi Fisik Hewan
Sebelum membeli, perhatikan kondisi hewan secara langsung. Pastikan tidak ada luka lepuh, pincang, atau tanda-tanda penyakit lainnya. Hewan yang sehat biasanya aktif, nafsu makan baik, dan tidak mengeluarkan air liur berlebihan.
3. Pastikan Hewan Ternak Memiliki SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan)
Salah satu langkah penting adalah memastikan hewan memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Dokumen ini menjadi bukti bahwa hewan sudah diperiksa oleh petugas berwenang dan dinyatakan sehat.
4. Terapkan Biosekuriti di Kandang
Bagi peternak, menjaga kebersihan kandang sangat penting. Lakukan penyemprotan disinfektan secara rutin, bersihkan peralatan, dan batasi keluar-masuk orang ke area kandang.
5. Pisahkan Hewan yang Sakit
Jika ada hewan yang menunjukkan gejala PMK, segera pisahkan dari hewan lain. Ini penting untuk mencegah penularan lebih luas.
6. Hindari Kontak Dengan Hewan Terinfeksi
Jangan menyentuh hewan yang sakit tanpa perlindungan. Jika terpaksa, pastikan kamu membersihkan diri sebelum berinteraksi dengan hewan sehat.
7. Perhatikan Lalu Lintas Ternak
Pengangkutan hewan dari satu daerah ke daerah lain harus diawasi. Kendaraan dan alat transportasi juga harus disterilkan agar tidak menjadi media penyebaran virus.
Pengobatan Penyakit PMK
Salah satu hal yang perlu kamu pahami, PMK tidak memiliki pengobatan khusus yang bisa langsung menyembuhkan. Karena penyakit ini disebabkan oleh virus, penanganannya lebih berfokus pada meningkatkan daya tahan tubuh hewan.
Dalam banyak kasus, hewan yang terinfeksi bisa sembuh dengan sendirinya jika memiliki sistem imun yang kuat. Namun, proses pemulihan bisa memakan waktu dan tetap memerlukan perawatan yang baik, seperti pemberian pakan bergizi, menjaga kebersihan kandang, serta memastikan hewan tidak stres.
Meski begitu, pada hewan muda, PMK bisa berakibat fatal. Oleh karena itu, pencegahan tetap menjadi langkah terbaik dibandingkan pengobatan.
Kesimpulan
Menjelang Idul Adha, penting bagi kamu untuk lebih teliti dalam memilih hewan qurban agar ibadah yang dilakukan sah dan aman. Untuk mengurangi risiko tersebut, pemerintah saat ini menganjurkan agar setiap hewan kurban memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
Dengan memahami ciri-ciri penyakit PMK, cara pencegahan, serta pentingnya dokumen kesehatan, Kawan Ternak bisa lebih tenang saat memilih hewan kurban. Jadi, bukan hanya ibadah yang sah, tetapi juga aman, sehat, dan bermanfaat bagi semua. (Islamsyah)
Referensi:
- Mengenal Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Pada Hewan, BPBD Kab. Klaten, https://bpbd.klaten.go.id/mengenal-penyakit-mulut-dan-kuku-pada-hewan, diakses pada 03 mei 2026
- Ciri-Ciri Hewan yang Terinfeksi PMK, Christovel Ramot, KlikDokter, https://www.klikdokter.com/info-sehat/kesehatan-umum/ciri-ciri-hewan-yang-terinfeksi-pmk?srsltid=AfmBOoo_CUiNPhGmOE8ynPQJulYYbRAecn6RZULpcKHooEFuVpDLKoiI, diakses pada 03 mei 2026
- Penyakit Mulut dan Kuku, Dr. Rizal Fadli, Halodoc, https://www.halodoc.com/kesehatan/penyakit-mulut-dan-kuku?srsltid=AfmBOopZVTZoOZx0WMO7iWCAaoS4Ia_BseDVU-pxSwaKPhSWizXqqdg6, diakses pada 03 mei 2026
- Info Literasi: Apa itu Penyakit Mulut dan Kuku?, Info Literasi Pertanian, https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/info-literasi/info-literasi-apa-itu-penyakit-mulut-dan-kuku, diakses pada 03 mei 2026
- Hewan Kurban Harus Ada Surat Keterangan Sehat, Devi Handayani, Inside Lombok, https://insidelombok.id/lombok-utara/hewan-kurban-harus-ada-surat-keterangan-sehat/, diakses pada 03 mei 2026
Baca Klik Ternak di Google News
Bergabunglah dengan kami di Kanal WhatsApp






Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.