Timika – klik ternak. Pernah gak sih merasa kasihan lihat sapi atau kambing peliharaan kita jadi lemas, dehidrasi, atau malah ogah makan setelah perjalanan jauh? Apalagi buat teman-teman di wilayah yang cuacanya kadang panas dan lembap, stres transportasi itu nyata banget efeknya ke bobot ternak. Tapi tenang saja, kita punya solusinya yang alami, murah, dan gampang dicari di pasar atau pekarangan rumah!
Herbal Andalan untuk Atasi Stres Ternak
Gak perlu merogoh kocek dalam-dalam, alam Indonesia sudah menyediakan “obat” yang oke punya untuk menjaga stamina hewan kurban kita. Berikut beberapa pilihannya:
- Jahe: Ini jagonya buat menghangatkan tubuh dan ngilangin mual. Jahe sangat efektif diberikan sebelum dan sesudah perjalanan agar stamina ternak tetap terjaga.
- Kunyit: Selain bikin nafsu makan naik, kunyit punya kandungan kurkumin sebagai anti-inflamasi kuat agar tubuh ternak tidak meradang karena kelelahan.
- Temulawak: Berfungsi sebagai pelindung hati (hepatoprotektor) dan penambah nafsu makan paling jos.
- Bawang Putih: Membantu meningkatkan imunitas agar ternak tidak gampang terserang infeksi sekunder saat kondisi fisiknya sedang drop.
Ramuan Jamu Klasik yang Terbukti Ampuh
Beberapa penelitian bahkan sudah mengakui kehebatan kombinasi jahe merah, kunyit, dan temulawak. Di dunia riset, kombinasi ini sering disebut sebagai Indonesian Herbal Mixture (IHM). Bahkan, hasil penelitian dari UGM menyebutkan bahwa “Rumput laut (Sargassum sp.) potensial untuk anti-stres kambing transportasi”. Jadi, ramuan herbal lokal kita ini emang hasilnya gak kaleng-kaleng!
Cara Bikin Ramuan Anti-Stres Sendiri
Caranya gampang banget. Untuk satu ekor sapi dewasa, kamu cukup siapkan:
- 50g Jahe + 30g Kunyit + 40g Temulawak.
- Rebus semua bahan dengan 5-10 liter air selama 15-20 menit.
- Saring dan tambahkan sedikit garam atau molases (gula tebu) biar rasanya makin enak dan cepat memulihkan energi ternak.
Untuk kambing atau domba, takarannya cukup dikurangi menjadi 1/4 atau 1/2 dari dosis sapi ya. Berikan ramuan ini 1-2 hari sebelum berangkat, saat istirahat di jalan, dan segera setelah sampai di tujuan.
Meskipun herbal ini aman dan minim residu kimia, jangan lupa kalau efeknya mungkin sedikit lebih lambat dibanding suplemen pabrikan. Jadi, tetap pastikan hewan dapat waktu istirahat yang cukup dan air bersih yang melimpah. Jika kondisi ternak terlihat sangat melemah, segera konsultasikan dengan dokter hewan atau petugas dinas peternakan setempat. Tetap semangat pelihara ternaknya ya! (Klik Ternak).
Sumber referensi :
- Universitas Gadjah Mada. (2019). Rumput laut potensial untuk anti stres kambing transportasi. https://ugm.ac.id/id/berita/18134-rumput-laut-potensial-untuk-anti-stres-kambing-transportasi/
- Airin, C. M. (atau tim peneliti terkait). (tahun tesis sekitar 2019–2020). Potensi ekstrak rumput laut (Sargassum crassifolium) sebagai antistres pada kambing Jawa Randu yang ditransportasikan. Universitas Gadjah Mada. https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/186734
- Raditya, R. N. (2025). Efek suplementasi jamu herbal (temulawak, jahe, dan kunyit) terhadap pertambahan bobot badan… Jurnal Innovative. https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/20464
- (Penulis studi IHM). (2025). Evaluating the impact of Indonesian herbal mixture on recovery and performance of Bali cattle after long-distance transportation. American Journal of Animal and Veterinary Sciences. https://thescipub.com/pdf/ajavsp.2025.145.152.pdf
- Al Arif, M. A. (2009). Pemanfaatan tepung jahe, kunyit dan temulawak dalam pakan ternak. Universitas Airlangga. https://repository.unair.ac.id/119176/1/LP%2045-11%20ARI-P.pdf
Baca Klik Ternak di Google News
Bergabunglah dengan kami di Kanal WhatsApp





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.