Press ESC to close

Bukti Kerajaan Kutai Dulu Sudah Melek Beternak, Ini Faktanya!

Merauke – Klikternak. Sering kali kita membayangkan kehidupan di balik kerajaan-kerajaan kuno hanya tentang perang dan pembangunan. Namun, dari bukti di atas, fakta sejarah dari Kerajaan Kutai yang berdiri di Kalimantan Timur sejak abad ke-4 Masehi justru memberikan fakta dan tanda tanya yang lain. Karena, ternyata, Kerajaan kutai sudah maju dalam bidang peternakan.

Yupa, Bukti Otentik dari Kutai

Nah, bukti paling kuatnya itu ada di Prasasti Yupa. Yupa itu semacam tugu batu yang jadi saksi bisu kejayaan Kutai. Di situ tertulis jelas, Raja Mulawarman menyumbang 20.000 ekor sapi ke para Brahmana di tanah suci Vaprakeswara. Bayangin aja, 20.000 ekor! Itu bukan jumlah yang sedikit, kan?

Sapi Bukan Sekadar Hewan Liar

Dari prasasti itu, kita bisa simpulkan beberapa hal penting:

  1. Jumlah Sapi yang banyak: Kalau Raja Mulawarman bisa nyumbang sebanyak itu, berarti peternakan sapi di Kutai udah maju banget. Nggak mungkin kan, sapi sebanyak itu hasil nangkap di hutan?
  2. Peternakan Terorganisir: Ini nunjukkin kalau masyarakat Kutai udah punya sistem beternak yang teratur. Mereka tahu cara merawat, mengembangbiakkan, dan memanfaatkan sapi.
  3. Yupa Jadi Tempat Hewan Kurban: Selain jadi prasasti, Yupa juga berfungsi sebagai tempat mengikat hewan kurban saat upacara keagamaan. Ini makin mempertegas kalau hewan ternak, khususnya sapi, punya peran penting dalam kehidupan masyarakat Kutai.

Lebih dari Sekadar Beternak

Peternakan sapi ini pasti punya dampak besar buat Kerajaan Kutai. Selain buat upacara keagamaan, sapi juga bisa jadi sumber makanan, tenaga kerja, dan bahkan komoditas perdagangan. Wah, keren ya!

Jadi, jangan salah sangka ya. Kerajaan zaman dulu itu nggak cuma mikirin perang dan kekuasaan. Mereka juga telah memulai beternak dan mengembangkan sumber daya alam. Gimana, jadi makin bangga kan sama sejarah Indonesia? (Klikternak)

Referensi:

Baca Klik Ternak di Google News

Bergabunglah dengan kami di Kanal WhatsApp

Klik Ternak

Media peternakan yang menghadirkan konten menarik, informatif dan edukatif

Tinggalkan Balasan