
Jember – Klik Ternak. Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Jember merespons cepat keluhan warga Desa Semboro terkait bau menyengat dari kandang ayam pedaging milik Kautsar Bilqisti, Jember pada Senin, (05/05/25). Tim dinas melakukan kunjungan lapangan untuk memverifikasi langsung kondisi di lokasi dan mencari solusi terbaik.
Kunjungan ini dilakukan setelah adanya protes dari sejumlah warga yang merasa terganggu dengan aroma tidak sedap yang muncul dari kandang ayam, terutama saat masa panen. Tim dinas langsung bertemu dengan Kautsar Bilqisti, pemilik kandang, untuk mendapatkan informasi terkait manajemen kandang, kebersihan, sanitasi, dan tata cara panen yang diterapkan.
“Kami ingin memastikan bahwa pengelolaan kandang dilakukan dengan baik dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar,” ujar salah satu anggota tim dinas saat melakukan pertemuan.
Selain berdialog dengan pemilik kandang, tim dinas juga melakukan observasi langsung ke area kandang dan lingkungan sekitarnya. Mereka juga mengambil sampel pendapat dari warga yang tinggal di sekitar lokasi kandang.
Dilansir dari ppid.jemberkab.go.id., diketahui bahwa sebagian warga merasa terganggu dengan aroma yang ditimbulkan, terutama saat aktivitas panen berlangsung. Bau yang menyengat dinilai mengganggu kenyamanan dan aktivitas harian warga.
“Baunya sangat menyengat, apalagi kalau pas panen. Kami jadi tidak nyaman beraktivitas di rumah,” keluh salah seorang warga.
Namun, beberapa warga lainnya menyatakan bahwa gangguan bau hanya bersifat sementara dan tidak selalu terjadi. Mereka mengakui bahwa usaha peternakan ayam pedaging juga memberikan dampak ekonomi bagi warga, termasuk terbukanya peluang kerja sebagai tenaga harian saat panen maupun distribusi ayam ke pasar.
Menanggapi keluhan warga, Kautsar Bilqisti menjelaskan bahwa usaha ternaknya telah berjalan selama beberapa bulan terakhir dengan sistem siklus pemeliharaan selama 35 hari per periode panen. Ia juga menyampaikan bahwa limbah padat dan cair telah dikelola sebisa mungkin dengan mengandalkan teknologi sederhana yang ada.
“Kami selalu berusaha untuk mengelola limbah dengan baik agar tidak mengganggu warga sekitar,” jelas Kautsar.
Berdasarkan verifikasi lapangan dan informasi yang dihimpun, tim dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan mencatat bahwa perlu dilakukan peningkatan dalam pengelolaan limbah kandang, terutama pada momen kritis saat panen. Tim menyarankan pemilik kandang untuk mempertimbangkan penggunaan bio-enzim atau penetral bau alami, serta memperbaiki sistem ventilasi dan sanitasi agar bau dapat diminimalisir.
“Kami merekomendasikan penggunaan bio-enzim atau penetral bau alami untuk mengurangi dampak bau yang ditimbulkan,” saran anggota tim dinas.
Selain itu, tim juga menyampaikan perlunya koordinasi lebih lanjut antara pemilik kandang dan pemerintah desa agar keberadaan usaha ternak dapat berjalan seimbang dengan kenyamanan lingkungan sekitar. Komunikasi yang baik antara pelaku usaha dan warga akan menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan sosial semacam ini.
Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Jember dalam memastikan kegiatan peternakan di wilayahnya berjalan sesuai dengan prinsip kelestarian lingkungan, kesejahteraan masyarakat, dan standar kesejahteraan hewan. Dinas akan terus melakukan pendampingan teknis dan pengawasan rutin terhadap usaha-usaha peternakan agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.
Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan berita acara kunjungan dan rencana tindak lanjut yang akan dilaporkan ke tingkat kabupaten. Dinas juga akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup apabila diperlukan pengkajian lebih lanjut mengenai dampak bau dan pengelolaan limbah ternak di lokasi tersebut. Dengan langkah ini, diharapkan tercipta solusi yang adil dan berkelanjutan antara kebutuhan usaha peternakan dan kenyamanan masyarakat setempat.
Untuk diketahui, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Jember akan terus berupaya untuk menyeimbangkan antara pengembangan usaha peternakan dengan menjaga kelestarian lingkungan dan kenyamanan masyarakat. (Klik Ternak)
Baca Klik Ternak di Google News
Bergabunglah dengan kami di Kanal WhatsApp






Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.