
Geneva – Klikternak. Ekspor kedelai Amerika Serikat (AS) berpotensi mengalami penurunan hingga 20% dan harga yang dibayarkan kepada petani juga akan anjlok jika AS dan Tiongkok gagal mencapai kesepakatan dalam sengketa perdagangan mereka. Hal ini akan membatasi akses kedelai AS ke pasar terbesarnya, Tiongkok, dilansir dari reuters.com pada Jumat (16/95/25).
Tanpa adanya kesepakatan, ekspor kedelai AS diperkirakan bisa merosot menjadi 1,5 miliar bushel dari perkiraan awal sebesar 1,865 miliar bushel. Presiden AgResource, Dan Basse, menyampaikan hal ini di sela-sela konferensi GrainCom di Jenewa.
Pada saat yang sama, harga kedelai di tingkat petani AS—harga rata-rata yang dibayarkan kepada petani—dapat jatuh ke $9,10 per bushel pada tahun 2025/26. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan perkiraan Departemen Pertanian AS yang mencapai $10,25 per bushel, menurut Basse.
“Sangat penting bagi kesepakatan perdagangan AS/Tiongkok untuk terjadi pada akhir musim panas. Jika tidak, perkiraan ekspor akan menjadi kenyataan dan menekan pendapatan pertanian AS. Waktu terus berjalan,” tegasnya.
Gencatan senjata sementara dalam perang dagang AS-Tiongkok, yang diumumkan pada hari Senin, tidak akan banyak membantu petani AS dalam menghidupkan kembali penjualan kedelai di Tiongkok. Bea masuk Tiongkok, bahkan jika dikurangi menjadi 10% dari 145%, tetap terlalu tinggi untuk membuat kedelai AS kompetitif.
“Gencatan senjata ini membantu, tetapi Brasil akan memiliki tambahan 20 juta metrik ton kedelai untuk diekspor pada tanggal 1 September,” kata Basse.
Tiongkok selama ini menjadi pasar yang sangat penting bagi petani AS, mewakili lebih dari separuh ekspor kedelai AS dalam tahun pemasaran terakhir.
Namun, petani Amerika khawatir jeda tarif ini tidak akan cukup membantu mereka. Brasil, sebagai pemasok kedelai terbesar ke Tiongkok, memiliki pasokan yang melimpah dari panen yang memecahkan rekor, harga yang lebih rendah, dan petaninya tidak menghadapi tarif Tiongkok.
Tiongkok, sebagai importir tanaman terbesar di dunia, sudah mendapatkan sekitar 70% impor kedelainya dari Brasil. Kondisi ini semakin mempersulit posisi kedelai AS di pasar Tiongkok. (Klikternak)
Referensi:
US soybean exports could fall 20% without China deal, Reuters, (https://www.reuters.com/world/china/us-soybean-exports-may-fall-20-without-china-trade-deal-agresource-says-2025-05-14/), Diakses pada tanggal (15/06/2024)
Baca Klik Ternak di Google News
Bergabunglah dengan kami di Kanal WhatsApp







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.