Press ESC to close

Lamtoro Bukan Sekedar Petai Cina Biasa

Hari ini kita akan membahas salah satu hijauan pakan ternak leguminosa yang sangat potensial di Indonesia, yaitu Lamtoro (Leucaena leucocephala). Sering kali kita hanya melihatnya sebagai tanaman pagar, padahal dari perspektif nutrisi ternak, Lamtoro ini adalah sumber daya yang luar biasa jika kita kelola dengan benar.

Mari kita lihat dari dua aspek utamanya: keunggulan nutrisi dan manajemen pemberian.

Dari segi nutrisi, Lamtoro bisa kita sebut sebagai “konsentrat hijau”. Mengapa? Mari kita lihat datanya. Kandungan Protein Kasar (PK) pada daun Lamtoro berada di rentang 23-34% dalam bahan kering. Angka ini jauh melampaui rumput lapangan yang rata-rata hanya 8-12%, dan bahkan mampu bersaing langsung dengan pakan konsentrat komersial. Keunggulan ini, ditambah dengan sifatnya yang sangat adaptif dan mudah tumbuh, menjadikannya solusi strategis untuk menekan biaya pakan yang merupakan 60-70% dari total biaya produksi. Dampaknya terhadap performa ternak pun sudah terbukti secara ilmiah; studi menunjukkan peningkatan bobot badan sapi potong dan produksi susu sapi perah secara signifikan saat Lamtoro disuplementasikan dengan benar.

Namun—dan ini adalah poin paling kritis yang harus dipahami setiap peternak—Lamtoro memiliki faktor pembatas, yaitu kandungan senyawa anti-nutrisi bernama mimosin. Mimosin ini dapat menyebabkan kerontokan bulu, penurunan performa, hingga keracunan jika diberikan secara berlebihan, terutama pada ternak non-ruminansia seperti unggas. Kabar baiknya, ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing, domba) memiliki toleransi yang jauh lebih tinggi karena mikroorganisme di dalam rumen mereka mampu mendegradasi mimosin menjadi senyawa yang tidak toksik. Oleh karena itu, kuncinya terletak pada manajemen. Pemberian pada ruminansia direkomendasikan pada level 30-40% dari total pakan untuk hasil yang optimal dan aman. Selain itu, perlakuan pascapanen seperti pelayuan, pengeringan, atau pembuatan silase terbukti efektif untuk menurunkan kadar mimosin.

Baca Klik Ternak di Google News

Bergabunglah dengan kami di Kanal WhatsApp

Klik Ternak

Media peternakan yang menghadirkan konten menarik, informatif dan edukatif

Tinggalkan Balasan