
Merauke – Klik Ternak. Investasi besar di kandang ayam broiler bisa lenyap seketika jika peternak lengah terhadap ancaman penyakit. Genetik ayam broiler yang dipaksa tumbuh cepat seringkali membuat sistem imun mereka rentan terhadap agen patologi. Ancaman paling mematikan umumnya datang dari kelompok penyakit virus. Swollen Head Syndrome (SHS) misalnya, dapat menyebabkan pembengkakan parah di area kepala ayam. Yang paling ditakuti tentu saja Avian Influenza (Flu Burung), baik tipe HPAI maupun LPAI, yang penyebarannya sangat cepat dengan gejala pendarahan organ dalam dan kematian massal.
Selain virus, bakteri juga menjadi musuh bebuyutan peternak pembibit, terutama kelompok Salmonellosis seperti penyakit Pullorum dan Fowl Typhoid. Gejala penyakit ini berbeda antara anak ayam (DOC) dan ayam dewasa. Pada indukan, bakteri ini kerap menyerang organ hati dan merusak ovarium hingga bentuknya abnormal. Jika ovarium sudah terserang, ayam betina akan berhenti bertelur atau menularkan bakteri tersebut ke dalam telur tetasnya. Jangan lupakan juga infeksi jamur seperti Aspergillosis yang menyerang sistem pernapasan ayam akibat alas kandang yang lembap, serta berbagai serangan endoparasit (cacing) maupun ektoparasit (kutu).
Namun, tidak semua kerugian disebabkan oleh kuman infeksius. Gangguan patologi non-infeksius di peternakan tropis juga sangat mematikan. Heat stress (cekaman panas) adalah pembunuh berdarah dingin yang bisa menyebabkan ayam mati mendadak karena gagal jantung. Selain itu, manajemen pakan yang buruk dapat memicu tumbuhnya jamur penghasil racun mikotoksin. Keracunan mikotoksin akan merusak ginjal, hati, dan menekan sistem imun. Ditambah lagi dengan meningkatnya kasus resistensi antibiotik di lapangan, saat ini peternak dituntut untuk lebih fokus pada perbaikan manajemen, biosekuriti, dan kesejahteraan hewan dibandingkan hanya mengandalkan obat-obatan (Klik Ternak).
Referensi:
- Safitri, E., & Plumeriastuti, H. (2023). Ayam Broiler: Aspek Fisiologi Reproduksi & Patologinya. Surabaya: Airlangga University Press.
Baca Klik Ternak di Google News
Bergabunglah dengan kami di Kanal WhatsApp
