
Jakarta – Klik Ternak. Pernahkah Kawan Ternak memperhatikan mengapa ayam betina bisa bertelur hampir setiap hari tanpa henti, padahal hewan ternak lain seperti sapi atau kambing butuh waktu berbulan-bulan untuk satu kehamilan? Jawabannya terletak pada keunikan sistem reproduksinya. Berbeda jauh dengan mamalia, ayam adalah hewan ovipar (bertelur). Menariknya, dari dua ovarium yang secara genetik mereka miliki sejak embrio, hanya ovarium dan saluran reproduksi sebelah kiri saja yang berkembang sempurna dan berfungsi. Ini adalah cara alamiah unggas memangkas bobot tubuhnya agar lebih ringan.
Selain itu, unggas tidak memiliki siklus birahi (estrus) atau corpus luteum seperti mamalia. Semua sistem pencernaan, saluran kencing, dan saluran reproduksinya bermuara pada satu pintu keluar yang kita kenal dengan sebutan kloaka.
Di industri peternakan modern, ayam broiler yang kita pelihara saat ini bukanlah ayam sembarangan. Mereka adalah hasil perbaikan genetika yang panjang. Galur atau strain ayam komersial unggulan seperti Cobb 500, Ross, Lohman MB 202, hingga Hubbard didesain secara khusus untuk tumbuh super cepat dengan konversi pakan (FCR) yang sangat efisien.Tiap galur ini memiliki buku panduan standarnya masing-masing, mulai dari target bobot badan mingguan hingga persentase keseragaman kawanan di kandang.
Namun, pesona ayam pedaging tidak hanya berhenti pada galur komersial impor. Indonesia juga kaya akan plasma nutfah lokal dan galur non-komersial. Sebut saja Ayam Nunukan, Ayam Pelung, hingga Ayam Bangkok yang sering dimanfaatkan potensi pedagingnya. Meski bobot pertumbuhannya tidak se-ekstrem broiler komersial, ayam-ayam lokal ini punya ketahanan yang luar biasa terhadap iklim tropis dan penyakit, serta memiliki kualitas tekstur daging yang sering dicari untuk pasar kuliner spesifik. Memahami ciri khas fisik, mengevaluasi skor kondisi tubuh, dan memilih galur yang tepat adalah pondasi awal yang wajib dikuasai sebelum Anda memulai usaha peternakan unggas (Klik Ternak).
Referensi:
- Safitri, E., & Plumeriastuti, H. (2023). Ayam Broiler: Aspek Fisiologi Reproduksi & Patologinya. Surabaya: Airlangga University Press.
Baca Klik Ternak di Google News
Bergabunglah dengan kami di Kanal WhatsApp
