
Jakarta – Klik Ternak. Act for Farmed Animals (AFFA) mendorong peternak ayam di Indonesia untuk meninggalkan sistem kandang sangkar yang dinilai tidak manusiawi. Lebih dari 2.000 perusahaan global telah berkomitmen pada sistem bebas sangkar, namun banyak perusahaan di Indonesia belum memenuhi janji tersebut.
“Kita perlu memantau implementasi janji perusahaan terkait sistem bebas sangkar. Penundaan implementasi berarti jutaan ayam terus hidup dalam kondisi yang memprihatinkan,” tegas Elfha Shavira, pemimpin kampanye AFFA, dilansir dari investor.id, Minggu (22/06/2025).
AFFA, sebuah inisiatif kolaborasi antara Animal Friends Jogja dan Sinergia Animal International, berfokus pada pengurangan penderitaan hewan ternak dan promosi pilihan makanan yang lebih etis. Sebagai bagian dari Open Wing Alliance, AFFA aktif mengkampanyekan penghapusan sistem kandang sangkar di seluruh dunia.
Baru-baru ini, AFFA mengadakan pameran dokumentasi di Jakarta untuk meningkatkan kesadaran tentang isu telur yang diproduksi melalui sistem kandang sempit. Pameran yang berlangsung dari 20 hingga 22 Juni menampilkan 37 spanduk besar yang menggambarkan kondisi ayam dalam kandang sempit di 37 negara.
“Pameran ini adalah koleksi foto terlengkap yang mendokumentasikan penderitaan ayam betina dari berbagai negara,” ungkap Elfha.
Ia menambahkan bahwa pameran ini bertujuan menyampaikan pesan kepada perusahaan bahwa masyarakat tidak mendukung praktik yang tidak manusiawi.
Sejak 2020, AFFA telah berhasil mengajak 51 perusahaan lokal dan global untuk mengadopsi kebijakan bebas sangkar. Namun, Elfha mengakui bahwa sebagian besar industri telur di Indonesia masih menggunakan sistem kandang sangkar, yang membatasi ruang gerak ayam dan menghalangi perilaku alaminya.
Dalam pameran tersebut, relawan AFFA berinteraksi dengan pengunjung, memberikan informasi melalui selebaran, dan menampilkan video tentang kondisi menyedihkan ayam di peternakan pabrik. Upaya ini bertujuan untuk mendorong perusahaan besar di Indonesia untuk beralih ke sistem produksi telur yang lebih manusiawi.
“Sayangnya, masih sedikit perusahaan yang transparan mengenai realita di balik industri telur,” kata Elfha.
Ia berharap pameran ini dapat membuka dialog dan mendorong perubahan positif dalam industri peternakan ayam di Indonesia.
Sebagai informasi, dokumentasi yang ditampilkan dalam pameran ini merupakan hasil kolaborasi Open Wing Alliance, yang terdiri dari lebih dari 90 organisasi perlindungan hewan di seluruh dunia. Sinergia Animal juga turut berkontribusi dalam pengumpulan foto dokumentasi dari berbagai negara. (RED/KT)
Baca Klik Ternak di Google News
Bergabunglah dengan kami di Kanal WhatsApp






Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.